KH Said Aqil Siradj: "Imam Ghazali Berhasil Mengharmonisasikan Syariat Dengan Tasawwuf

Erhaje88

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof KH Said Aqil Siroj didaulat sebagai salah seorang pembicara inti dalam seminar internasional bertajuk On Imam Al-Ghazali’s Sufism: The Role of Imam Al Ghazali’s Sufism Building World Civilization in Peacefully and Harmony, Jumat (19/1) di Hotel Borobudur Jakarta.



Kiai Said Aqil yang juga Guru Besar Ilmu Tasawwuf ini memberikan ceramah tentang tasawuf dan dunia kesufian dalam konteks sejarah dan ajaran di hadapan setidaknya 13 ulama sufi dunia dari sejumlah negara, ratusan ulama Indonesia, dan sejumlah undangan yang hadir.

Kiai lulusan Timur Tengah tersebut menerangkan, pengaruh Imam Al-Ghazali sebagai seorang sufi, ulama, filosof, bukan hanya untuk Indonesia, tetapi untuk kehidupan umat Islam di dunia.

“Imam Al-Ghazali berhasil men-taufiq-kan, mengharmonisasikan antara syariat dan tasawuf,” katanya.

Sebelum Imam Al-Ghazali ada, lanjutnya, shufiyah dan fuqaha kerap bertengkar. Ulama fiqih berpendapat, shalat itu pakaiannya harus bersih, bacaannya harus fashih, kiblatnya harus lurus selurus-selurusnya.

“Tetapi menurut ulama sufi, jika hatinya tidak khusyu, percuma sehingga fuqaha kala itu meremehkan ulama sufi, begitu juga sebaliknya, ulama sufi meremehkan fuqaha,” ungkapnya.

Menurut Kiai Said, Imam Al-Ghazali hadir dengan mengkolaborasikan keduanya sehingga menjadi tuntunan agama yang saling melengkapi.

Selengkapnya, tonton video dibawah ini:



[nu online]

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Pesan Tiket Langsung di Tiket.com: