Jualan Emosi Umat

Erhaje88

Oleh: Nadirsyah Hosen


Sekarang ini banyak yang “jualan” lewat emosi umat. Untuk kepentingan jangka pendek, Ini cara efektif untuk meninabobokan umat. Modusnya: Islam saat ini diserang, dihina, dan dikalahkan. Umat yang emosi akan mudah diarahkan bergerak sesuai maunya sutradara dan pembuat skenario.




Segala macam cara dipakai untuk membakar emosi masa. Isu ditebar, tidak peduli sahih atau maudhu’ (hoax). Semua hal yang dianggap simbol Islam tidak boleh dikritik, dijadikan candaan, ataupun dipolisikan. Ancamannya: emosi umat akan tumpah ruah!

Lama-lama umat tidak lagi dibiasakan bertabayun, berdialog, berintrospeksi dan berpikir kritis, serta berakhlakul karimah. Yang tersisa cuma luapan emosi. Sang sutradara dan penulis skenario sedang bermain-main dengan api, yang boleh jadi akan berbalik membakar mereka sendiri.

Diperlukan usaha kolektif untuk meredam emosi umat dengan terus meningkatkan budaya literasi, memberikan teladan akhlak mulia, dan juga menyalurkan emosi umat ke hal-hal positif berupa pemberdayaan secara ekonomi dan sosial.

Sayangnya sejumlah tokoh yang kita harapkan berada di tengah dan mengademkan umat malah asyik bertarung di politik praktis atau malah ikut-ikutan memanfaatkan emosi umat. Sayang banget kan..???

Saya tetap percaya dan optimis bahwa sejatinya mayoritas bangsa ini cinta damai dan berpaham moderat (wasathiyyah). Tapi harus ada upaya kolektif untuk terus menjaga kewarasan kita. Tahun-tahun politik menuju Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 harus bisa kita lewati dengan damai.

Dengan cara masing-maaing maupun dengan cara bersama-sama setiap anak bangsa yang peduli harus terus berupaya mencegah dan melawan semua modus memancing emosi umat dan memecah belah bangsa.

Bismillah, saya tetap percaya dengan doa para kiai dan tokoh agamawan lainnya, sebagai penjaga langit Indonesia, dan pemangku bumi pertiwi. Tabik...

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Pesan Tiket Langsung di Tiket.com: