Gus Mus: Sejak Awal Allah Telah Memuliakan Manusia

Erhaje88

Para Nabi adalah manusia yang memuliakan manusia dan memperlakukan manusia sebagai manusia. Bahkan Allah Sang Pencipta alam semesta juga sejak awal memuliakan manusia. Demikian dinyatakan KH Mustofa Bisri saat acara penerimaan penghargaan Hak Asasi Manusia dari Yayasan Yap Thiam Hien di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (24/1) malam.




Menurut pria kelahiran Rembang, 10 Agustus 1944 tersebut, dalam ajaran Islam, landasan utama dalam memuliakan dan memanusiakan manusia terdapat dalam kitab Suci Al-Qur'an yang berbunyi Wa laqod karromna banii aadama yang artinya Allah sejak awal memuliakan manusia. (QS. 17:70).

Lebih lanjut paman dari Gus Yaqut Cholil Qoumas (ketua umum GP Ansor) itu menjelaskan, dirinya bukanlah orang yang mengagungkan HAM karena didengungkan oleh orang-orang Barat. Namun dirinya hanya memperjuangkan terciptanya keadilan bagi siapa pun manusia. Itulah yang sesuai dengan ajaran agama Islam dan ajaran para gurunya.

Dalam nada kelakar Gus Mus menyatakan, "Saya ini tidak tahu HAM karena pendidikan saya hanya sedikit lebih rendah dari Bu Susi (Susi Pujiastuti/Menteri Perikanan dan Kelautan). Bu Susi tamat SMP, sedang saya hanya sampai kelas satu Madrasah Tsanawiyah (setara kelas 1 SMP)."

"Saya ini ndak tahu apa itu HAM, nasionalisme, dan lain-lain karena sejak kecil saya dididik di pesantren. Saya hanya diajari bahwa Indonesia adalah rumahmu, maka kamu harus jaga. Jangan rusak rumahmu dan jagalah rumahmu dari gangguan orang lain,"
terang Gus Mus disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Beliau menandaskan, ketidakadilanlah yang membuat orang marah dan kemarahan itulah yang membuat orang bersikap ekstrem.

"Maka kuncinya adalah bagaimana keadilan ditegakkan agar tidak menimbulkan kemarahan dan tindakan ekstrem lainnya," tandasnya.


Gus Mus Terima Penghargaan Yap Thiam Hien Award

Bagi sebagian kalangan, penghargaan Yap Thiam Hien Award yang diberikan kepada Gus Mus ini mengejutkan, sebab Gus Mus selama ini tidak terlibat secara langsung ataupun bersuara lantang terkait isu-isu Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Namun salah satu juri Yap Thiam Hien, Todung Mulya Lubis, seperti dimuat Kompas.com mengatakan lewat karya-karya, sikap-sikapnya, ceramah-ceramahnya mencerminkan bahwa Gus Mus adalah sosok yang turut berjuang dalam penegakan HAM.

“Gus Mus juga telah berjasa memperkuat hak beribadah dalam keyakinan setiap pribadi masing-masing,” kata Todung.

Dalam catatan alif.id juga Gus Mus terlibat langsung dalam pembelaan-pemebelaan lingkungan, semisal di Gunung Kendeng. Gus Mus datang ke tenda-tenda warga atau menerima mereka di kediamannya, kompleks pesntren Raudlatut Thalibin, Rembang Jawa Tengah.

Penghargaan Yap Thiam Hien sendiri diserahkan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pujiastuti sebelum Gus Mus menyampaikan sambutannya. Tahun 2016, Yap Thiam Hien Award diterima oleh Mama Aleta Baun.

(nu online)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018