Cuplikan Pidato KH Said Aqil Siradj di Pengajian Al - Hikam, Lirboyo, Kediri

Erhaje88

Oleh: Robert Azmi


Hakikat adalah pondasi, syareat adalah genteng, tembok adalah ahlaqul karimah. Orang berakhlaq baik belum tentu ber tasawuf. Kenceng ibadah belum tentu hatinya bertashawwuf.

Tasawuf adalah ilmu hati, kondisinya dan makamnya/kedudukan di depan Allah dekat apa jauh.
Hati terbagi menjadi lima, dan yang terluar adalah:

1. Bashiroh, mana baik mana buruk. diteruskan,

2. Dlomir, moral, akan mengeluarkan dua kata: Kerjakan atau tidak. Dan ini terbagi menjadi tiga:
a. Moral Ijtimai/lingkungan. misalnya: Kalau di depan santri kenceng. kalau tidak (di depan santri) ya tidak (kenceng).
b. Moral qonuni/legal formal, misal: Saya mau kerja kalau ada gajinya dan semacamnya.
c. Moral diini/agama, seperti Kanjeng Nabi SAW., baik ada uang atau tidak, ada amplop atau tidak tetap pidato.
Cara mengetahui dlomir ini baik atau buru, Istafti qolbak, tenang lagi baik.

3. Fuad/hakim, tidak pernah bohong. Hati murni, walaupun ngomong tidak mencuri tapi hati tetap tidak bisa bohong. Dan kelak yang ditanyai di akhirat adalah fuad.
kalau pertama di ingkari, fuad lama kelamaan akan lemah bersuara. dan akan lantang pada kelak hari qiamat.

4. Sirr/rahasia Ilahi (Maaf pas ini saya tidak konsentrasi mendengarkan dawuh Beliau, sebab sibuk dengan kiped HP 😄)







(Selingan)
Kitabul asrar dibawa oleh syaikh wasil dan diterjemah oleh Jayabaya menjadi serat jayabaya.

5. Lathifah/Shoftware bisa mengakses lauhil mahfudz kalau diizini Allah. Makanya Syaikh Athaillah dawuh: "Gusti Allah tidak mahjub/
terhalang-halangi. Tapi sampeyan yang terhalang-halangi".
Seperti surat teguran Sayyidina Umar ke Sungai Nil.

(Tambahan)
Orang yang pertama mendevinisikan Tasawuf adalah Syaikh Ma'ruf alkarkhi, "Mencari kebenaran dan berpaling dari kepalsuan". Diteruskan Syaikh dzunNun, "Sufi adalah orang yang mendahulkan Allah, mengalahkan yang lain".

Lalu, Syaikh Abu Yazid al-Busthami, "Sifate Allah dipakaikan ke panjenengan, itu baru sufi".

Puncak sufi adalah Imam Junaid, "Sufi adalah orang yang tidak pernah ketinggalan zaman (Ibnu Zamanihi). Warnanya seperti air, ditempatkan dimana saja tetap mengikuti tempatnya". Artinya orang sufi adalah orang yang mampu mengikuti semua zaman.

(Ikhtitam)
Semoga pengajian tasawwuf tetap ada, karena itulah yang bisa menanggulangi (gempuran) wahabi. Setiap orang pasti punya fase, muda biasanya nakal seperti saya dulu (disambut geerrr oleh hadirin), tapi kalau sudah termakan usia akan berubah. Orang yang jadi paling pinter, paling kuat dan lain-lain dia akan kesepian kalau spiritualnya tidak ada, akan lelah menjalani kehidupan, bahkan bunuh diri. Beda kalau sufi, semakin ia tinggi maka semakin dekat dengan Allah dan tidak kesepian.

(Kisah penutup)

Ada orang ita-itu, mukul batu seratus kali tapi tidak pecah. Lalu bertemu kyai ndeso dan memamerkan bahwa ia tidak mampu memecah batu, sang kyai berkata:

"Coba saya pukul mas..."
"Lho emang bisa yai??"
"Coba saja...".
Bruaaaakkkkk...!

lima kali pukulan ternyata pecah. Sang pemuda kemlelet gedeg-gedeg (geleng-geleng kepala,red).

"Lhoooo??? njenengan ternyata sakti...!".
"Yaaa enggak..."
"Kok bisa???".
"Sebab batu itu pecahnya pada pukulan ke seratus lima. Saya cuma nambah lima saja..."

Intinya: Jangan pernah putus asa. Seberat apapun rintangan, kita jangan putus asa dengan rahmat Allah Ta'ala.
_________________________________________

Itulah sedikit cuplikan dawuh Mbah Yai Said Aqil (di Lirboyo pada 26 Januari 2017) tanpa saya tampilkan Qur'an, Hadits. Maqolah (ucapan,red) Ulama yang keluar dari bibir beliau dengan luar biasanya yang menunjukkan betapa men-samudranya ilmu beliau.

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018