Intertekstualitas Dalam Simbol

Oleh: Muhammad A S Hikam

Saya tidak tahu apakah gambar di bawah ini asli atau photoshop. Namun saya kira sangat menarik karena suka atau tidak orang yang melihatnya akan "dipaksa" untuk mengaitkan tulisan baliho dengan tulisan di bak truck yang " sedang lewat" di bawahnya.

(Baliho salah satu calon gubernur Jateng)


Seandainya gambar itu asli, maka tentu yang mengambil foto itu sangat piawai menangkap momentum yang melahirkan sebuah statemen baru yang berbeda antara baliho dan tulisan di bak truck itu secara sendiri-sendiri. Gabungan seperti itu yang bisa disebut sebagai "intertekstualitas" yang menciptakan sebuah penanda dan yang ditandai secara baru dan memberontak.

Tiba - tiba saja muncul momentum yang menafikan atau setidaknya men "suspend" atau menunda klaim dari baliho kampanye Cagub Jateng itu.
Lewatnya truck seperti sebuah aksi "subversif" terhadap sebuah klaim politik tersebut. Sebuah interpretasi baru muncul ujug-ujug meledek si pemilik klaim, termasuk parpol yang mengusungnya.

Momen yang hilarious alias lucu dan nggregetake ini mungkin diperlukan agar kita tidak mudah terjebak oleh klaim-klaim politik, termasuk kampanye cagub, caleg, capres, cabup dan lain lain. Kritik tak harus kereng dan penuh kemarahan. Kritik yang subversif tapi juga lucu dan "menghibur", juga bisa efektif.

0 Response to "Intertekstualitas Dalam Simbol"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel