Abdul Somad Sebut Para Penolaknya di Bali Preman Nasi Bungkus

Erhaje88



Penceramah Ustaz Abdul Somad memberikan pernyataan terkait kedatangannya di Bali. Sebuah video di Facebook yang diunggah oleh akun Poetra Adi Soeejo, Minggu (10/12/2017) menunjukkan Ustaz Abdul Somad didampingi tokoh melayu asal Riau memberikan keterangan kepada sejumlah orang dan media.

Pada awal video, ia mengungkapkan terima kasih atas penjagaan yang dilakukan oleh tokoh Bali, Ida Cokorda Pemectutan XI. Ia juga menanggapi adanya ormas yang menentang kedatangannya di Bali.

"Otoritas dia memaksa saya berikrar di depan dia itu apa? saya tidak mau didikete di depan preman nasi bungkus," ujarnya.

"Pemerintah harus menjaga ulama, kalau tidak umat akan mengamuk," ujarnya lagi.

Tonton videonya diatas.

Poetra Adi Soerjo menayangkan siaran langsung — bersama Tison Sahabuddin Bungin dan 2 lainnya.
18 jam
Penjelasan Langsung Ustadz Abdul Somad setiba di Pekan Baru (2)


-8:14
855 rb Tayangan

SukaTunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari


Penolakan DPD Bali
Seperti diketahui, pada Jumat (8/12/2017). Hotel tempat menginapnya di Denpasar, Bali, didatangi kelompok masyarakat. Setelah negosiasi yang alot, akhirnya Ustaz Abdul Somad diizinkan untuk menyampaikan ceramahnya.

Sekelompok orang ini memberikan izin setelah dai itu mau menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sesuai permintaan massa.
Rencana Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad di Bali pada 8-10 Desember 2018 mendatang mendapat penolakan keras dari Dr Arya Wedakarna. Anggota DPD RI asal Bali itu beralasan Bali menolak oknum dengan agenda anti Pancasila.

"Siapapun boleh datang ke Bali, Pulau Seribu Pura, bahkan Raja Arab Saudi saja tidak masalah datang ke Bali untuk berlibur asal tanpa agenda politik terselubung."
"Tapi tentu Bali menolak jika ada oknum siapapun yang datang ke Pulau Dewata dengan agenda anti Pancasila. Ngiring kawal NKRI dan Tolak Agenda Khilafah tersosialisasi di Bali,"
kata Wedakarna melalui fans page Facebook @dr.aryawedakarna, Jumat (1/12/2017).

Wedakarna menyebut, penolakan itu merupakan aspirasi masyarakat Bali yang sudah viral di medsos beberapa hari sebelumnya.
(wartakota.tribunnews.com)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018