Rina Nose Tidak Buka Jilbab Adalah Kesombongan?

Erhaje88

Oleh: M Yusmadi

Ada 2 Atsar (Bukan Hadits) yang sering dijadikan dalil atau alasan Pembenaran agar orang awam bisa berlaku sombong dengan cara menyombongkan diri terhadap orang yang sombong. Dan hal ini yang dijadikan Ustad Abful Somad (UAS) dalam klarifikasinya mengenai komentarnya yang menyebut Rina Nose pesek dan jelek.

ﺍَﻟْﻜِﺒْﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺘَﻜَﺒِّﺮُ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ
" Bersikap Sombong Kepada Orang Yang Sombong Adalah Shodaqoh "

ﺍﻟﺘﻜﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺘﻜﺒﺮ ﺣﺴﻨﺔ
“ Bersikap Sombong Kepada Orang Yang Sombong Adalah Perbuatan baik "


Kedua kalimat (Atsar) ini banyak di kemukakan oleh para Ulama besar zaman dulu (dengan berbagai pperbedaan kosa kata namun tetaaplah bermakna sama), diantaranya:

- Al Imam al Ajluni dalam kitabnya Kasyful Khafa berkata :
“ Bersikap sombong kepada orang Yang sombong adalah perbuatan baik "

- Al Imam Syafi’i berkata:
" Bersikaplah sombong kepada orang sombong sebanyak 2 Kali "

- Al Imam az Zuhri Berkata:
" Bersikap sombong kepada pecinta dunia merupakan bagian ikatan Islam yang kokoh "

- Al Imam Yahya bin Mu’adz Berkata:
" Bersikap sombong kpada orang yang sombong dengan hartanya adalah termasuk bentuk ketawwadhu'an "

Kesombongan yang dimaksud adalah bersikap sombong dengan niat untuk memberikan pelajaran agar orang sombong tersebut sadar akan kesombongannya.

Dan hal tersebut hanya bisa dilakukan selama hatinya sendiri tidak ada difat angkuh dan sombong serta harus dilandasi dengan niat yang tulus untuk menasihati belaka.

Namun mohon maaf, siapakah yang bisa menjamin tidak akan muncul sifat sombong disaat kita menyombongkan firi di depan orang sombong?
Siapakah yang 100 % bisa terbebas dari sifat sombong takkala mencoba menasehati orang yang sombong dengan cara yang sombong?

Jika sampai ada yang mampu menjamin dirinya dapat bersikap tulus dan bebas dari sifat sombong maka sesungguhnya dia telah Mengambil sifat dari ﺍﻟﻠﻪ dan meletakkannya ke dalam dirinya sendiri. Sungguh langkah yang sangat berani lagi bodoh!

Dalam sebuah hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh al-Imam Hakim secara tegas ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ berkata:

ﺍَﻟْﻌَﻈَﻤَﺔُ ﺇِﺯَﺍﺭِﻱْ ﻭَﺍﻟْﻜِﺒْﺮِﻳَﺂﺀُ ﺭِﺩَﺁﺋِﻲْ ﻓَﻤَﻦْ ﻧَﺎﺯَﻋَﻨِﻲْ ﻓِﻴْﻬِﻤَﺎ ﻗَﺼَﻤْﺘُﻪُ
“ Keagungan adalah selimutKU dan kesombongan adalah selendangKU. Barang siapa menentangKU dalam keduanya maka akan KU binasakan dia “

Dalam sebuah hadits shohih yang diriwayatkan oleh al Imam Muslim dan al Imam Ahmad serta al Imam Tirmidzi dengan Jelas ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻭ ﺳﺪﺗﻨﺎ ﺍﻟﻤﺼﻄﻔﻰ ﷺbersabda:

ﻻَ ﻳَﺪْﺧُﻞُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝُ ﺫَﺭَّﺓٍ ﻣِﻦْ ﻛِﺒْﺮٍ
“ Tidak akan masuk Surga seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau (cuma) sebesar Atom “

Para ‘Alim Ulama menyebutkan bahwa jika seseorang merasa ada manusia lain yang lebih buruk dari dirinya maka dialah yang sebenarnya telah berbuat sombong dengan menyombongkan dirinya merasa lebih utama dari yang lainnya.

Seseorang tidak akan selamat dari sikap sombong kecuali jika dia mampu memandang diri sendiri sebagai manusia yang paling buruk di dunia.

Karena itulah sangat jarang ada manusia yang mampu bersikap sombong demi menasehati orang yang sombong tanpa harus ada sifat sombong dalam hatinya. Ingat ya,  ada tapi sangat jarang yang bisa...

Intinya bersikap sombong kepada orang yang sombong atau kepada siapapun dengan dalil apapun adalah hal yang dilarang dalam Islam.
Menyikapi suatu kesombongan dengan kesombongan pula adalah sama saja buruknya.

Andaikata ada yang mencoba menasehati orang yang berlaku sombong dengan cara bersikap sombong tapi disertai kalimat yang nenghina ciptaan ﺍﻟﻠﻪ melalui mencaci fisiknya, maka apakah itu adalah hal yang dianjurkan?
Apakah itu merupakan hal uang bisa dijamin tingkat keberhasilannya?
Apakah itu bisa dilakukan oleh dan kepada siapa saja?

Mohon Maaf Saudaraku, jika hatimu saja masih ada rasa benci dan iri dengki dalam menasehati dengan cara yang seperti biasa, maka bagaimana pula keadaannya jika kau mencoba menasehati orang yang sombong dengan cara menyombongkan dirimu kepada dirinya?

Kesombongan yang dibalas dengan kesombongan belum tentu akan berdampak baik akhirannya. Terlebih legi jika kesombongan itu dilakukan dengan cara menghina dan mencela makhluk sang maha Pencipta. Bahkan dosanya pun bisa saja jadi berlipat ganda:

Pertama, ia menasehati orang yang sombong dengan kesombongan namun dengan cara mencaci dan menghina hasil ciptaan sang maha Pencipta.

Kedua, dia telah berlaku su'udzhon atau berprasangka buruk terhadap saudaranya sesama muslim dengan menyangka (menuduhnya) telah berbuat sombong. Padahal hal itu belum tentu benar dan jelas kabarnya.

Semoga ﺍﻟﻠﻪ melindungi dan menyelamatkan kita dari sifat sombong dan niat untuk menyombongkan diri.
Salam dari saya si hidung "Pesek" yang sombong, M Yusmadi.

NB: Perhatian, hidung saya sebenarnya pesek. Jadi anda tidak perlu menasehati diri saya dengan cara menyombongkan diri anda. Karena faktanya "hidung" saya dengan hidung anda sama sama disebut hidung juga..

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: