Debat Pancasila - Khilafah Di Arena Munas NU

Erhaje88

Oleh: Semar

"Dalam kitab تاريخ الخلفاء diungkapkan bahwa para khalifah itu juga banyak yang bobrok dan diktator. Di antara korbannya adalah Imam Hanafi, Imam Maliki dan Imam Hanbali.
Karena itu wajar kalau Syafiie Maarif menyebut khilafah itu sebagai rongsokan peradaban Timur Tengah"
(Kuswaidi Syafi'i)

NU menolak diskusi soal khilafah? Ansor takut berdebat tentang khilafah? Banser bisanya cuma membubarkan pengajian?

Tuduhan seperti itu bertebaran di medsos. Dalam setiap postingan tulisan, Felix Siauw misalnya, selalu menyisipkan kalimat sindiran yang mengesankan NU-Ansor anti dialog, dan paling gemar membubarkan pengajian.

Kaum HTI pun, seolah mendapatkan amunisi, ketika dalam berbagai kesempatan, ustadz Abdul Somad yang dibesarkan dari lingkungan Nahdliyyin itu juga menjadi propagandis khilafah yang sangat vokal.

Sebenarnya, momentum Munas NU di Lombok, Nusa Tenggara kali ini bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan tokoh tokoh HTI seperti Ismail Yusanto, Felix, dkk. Juga perlu mengundang ustadz Somad sebagai simpatisan khilafah yang sangat aktif untuk memaparkan dasar dasar pikiran mereka soal khilafah.

Benarkah Pancasila itu sistem kafir? Rezim thoghut? Benarkah bahwa semua akulturasi sistem sosial-politik yang tidak bersumber dari peradaban Islam adalah tidak islami?

Benarkah bahwa khilafah adalah satu satunya sistem pemerintahan islami? Benarkah khilafah akan menjamin hak hak asasi manusia, menjamin keadilan di depan hukum, dan tercapainya kemakmuran?

Kaum HTI selalu merujuk khilafah pada era keemasan Islam abad pertengahan. Benarkah pada era kekhalifahan Islam yg membentang dari abad ke-7 sampai abad ke-15, seluruh bangunan pemerintahan selalu mengacu pada Qur'an dan hadits?

Benarkah pada masa tersebut sepi dari hiruk-pikuk perebutan kekuasaan dan tragedi kemanusiaan?

Siapakah yang membantai Husein bin Ali dan sebagian keluarga Nabi di Padang Karbala? Bukankah pada masa itu adalah masa kekhalifahan pula, ketika Abdullah bin Hasan berlari mendekap tubuh Husen, sang paman, yang telah tergolek di tanah, tapi ribuan laskar khalifah Yazid tetap menebas kedua tangan anak usia sepuluh tahun di atas jasad Husen?

Lalu seperti apa khilafah yang dicita-citakan HTI? Sekedar untuk diketahui.. Barangkali Abul A'la al-Maududi adalah ideolog abad modern paling terkenal tentang sistem pemerintahan Islam. Tapi Maududi pun rupanya tetap mengadopsi diktum demokrasi, dan menyebut sistem pemerintahan Islam dengan istilah "Teo-Demokrasi" (Demokrasi Ketuhanan).

Bagi NU, botol boleh merek apa saja. Tapi yang penting isinya adalah minuman yang menyegarkan.
Sementara bagi HTI, botol tidak boleh dari sembarang merek. Mereknya harus Islam, harus ber-syariah. Tapi isinya? Ah, itu soal lain..

Kalau saya sih tetap konsisten.. Apa pun cemilannya, tetap harus ditemani segelas kopi hitam dan sebungkus sigaret kretek.

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018