Antara Felix Siauw dan Snouck Hurgronje

Erhaje88

Oleh: Semar (Musoffa Irfan)

FELIX DAN SNOUCK HURGRONJE
Snouck Hurgronje adalah mata - mata imperialisme Belanda. Ia disusupkan utk menghancurkan kekuatan kaum pejuang yg mayoritas beragama Islam. Mengapa rakyat Indonesia sulit ditaklukkan?

Hurgronje menemukan jawabannya. Tak lain dan tak bukan, kekuatan itu terletak pada semangat agamanya. Agama yang mengajarkan untuk mencintai tanah air.


Agama yang menyuntikkan dimensi jihad untuk mengusir segala bentuk kolonialisme.
Lalu Snouck Hurgronje mempelajari Islam. Budaya Islam. Tradisi Islam. Bahkan detail detail etos spiritualitas yang membuat bangsa Indonesia begitu gigih berjuang.

Bukan berhenti di situ. Snouck Hurgronje pun mempelajari pangkal utama ajaran agama tersebut. Ia hafal Al-Quran 30 juz. Ia juga mempelajari kitab kitab hadits yang mu'tabarah, seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan kutubus sittah lainnya. Bahkan ia hafal sebagian besar hadits hadits tersebut di luar kepala.

Lalu apa tujuan Snouck? Tak lain adalah untuk menghancurkan Islam dari dalam. Tanpa menafikan kekuatan dan perjuangan agama lain, tapi dengan menggerogoti kekuatan Islam, maka perjuangan rakyat Indonesia terhadap kolonial Belanda relatif akan lemah, dan akan mudah dihancurkan.
Inilah yang disebut orientalisme. Mempelajari Islam bukan untuk mendapatkan hidayah, melainkan untuk menghancurkannya. Dengan begitu, menguasai Nusantara hanya soal waktu saja. Nusantara, akan dengan mudah dikuasai.

Zaman berubah musim pun berganti..
Sekarang terbitlah Felix Siauw, sang muallaf yang baru sekitar tahun 2002 memeluk Islam. Felix tidak perlu menghafalkan Al quran dan mempelajari hadits secara detail layaknya Snouck Hurgronje. Itu butuh waktu lama.

Dengan kemampuannya mengolah kata, Felix ibarat mercusuar. Ia segera mendapatkan simpati dan pengikut yang relatif banyak dari kalangan generasi muda Islam berusia tanggung, anak anak muda yang belum mengenal banyak hal tentang agama. Anak remaja yang madih labil dan mencari jati diri.

Tidak perlu waktu lama, Felix Siauw segera menjadi tokoh penting di lingkungan HTI (ormas terlarang: Red.). Ia pun segera memulai menjalankan misi propaganda pecah belah. Ia gelorakan ide khilafah yang sangat gila dan paling tidak masuk akal itu.
Laju gerakan Felix seperti tak terbendung. Ia segera mengkampanyekan bahwa nasionalisme itu tidak ada dalil dan dasarnya dalam Islam.

Mafhum mukhalafahnya adalah, mencintai tanah air itu tidak penting. Yang penting adalah Islam. Padahal negeri ini didirikan berdasarkan kesepakatan segenap komponen bangsa dan agama yang beragam. Semua bersatu dalam satu ikatan Nasional, Indonesia..!

Sepintas gagasan itu benar. Tapi sangat menipu dan penuh kamuflase. Bagaimana dapat menegakkan Islam jika negara (state) dan bangsa (nation) hancur berantakan? Padahal Imam Al-Ghazsli pernah menyebut, pemerintahan negara dan misi kenabian ibarat saudara kembar.

Saya yakin, Felix Siauw tahu persis, bahwa jika Pancasila diganti, dan sistem khilafah berdiri di bumi Nusantara, maka sekeping tanah surga yang bernama Indonesia akan berubah menjadi Neraka. Perang saudara akan terjadi. Papua, Makasar, Bali, Aceh, dan seterusnya akan segera memproklamasikan diri lepas dari Indonesia. Dan di atas pangkuan ibu pertiwi, akan menjadi ladang pembantaian. Sesama anak negeri akan saling memangsa..!

Indonesia negeri damai, yang didirikan oleh para founding fathers dengan genangan darah dan air mata, akan terkoyak dalam kepingan kepingan kecil. Indonesia pun, akan menjelma seperti kawasan Syiria, Irak, Afganistan, dan libiya yang tak pernah bisa tidur dengan nyenyak, dan tak sempat membangun mimpi masa depan, karena di daratan dan udara, terdengar desing peluru dan mesiu yang memekakkan telinga.

Dengan begutu, ide ide Felix Diauw adalah mesin penghancur terhadap pemikiran para founding fathers negeri ini. Dasar dasar keagamaan para ulama dan cendekiawan muslim, seperti Qurays Shihab, Gus Mus, Cak Nur, dicampakkan begitu saja.

Sebagai seorang muallaf, Felix telah melampaui batas dan kapasitas intelektual pas-pasan yang ia miliki. Melalui medan dakwah, ia suntikkan virus perpecahan, benih benih anti nasionalisme, dan seterunya.

Dengan congkak ia berani mengibaratkan pemerintahan Jokowi sebagai rezim Fira'un yang membunuh anak laki laki, lantaran Jokowi menerbitkan Perppu Ormas
Felix telah memecah belah elemen bangsa, dan sesama umat.

Pertanyaan besarnya adalah, misi apa gerangan yang dibawa Felix?

Sama halnya misi Snouck Hurgronje yang baru diketahui 100 tahun kemudian, maka misi mendasar dari Felix tidak mudah untuk diketahui saat ini. Tapi 100 tahun di kemudian hari, ketika keutuhan NKRI berhasil dicabik-cabik, ketika seluruh anak bangsa hanya bisa meratapi kekonyolannya, maka barulah sejarah akan mengetahui itu.

Benturan antar peradaban seperti disinyalir oleh Huntington, bukan isapan jempol belaka. Itu memang nyata. Dan Indonesia, yang memiliki potensi kekuatan besar dunia setelah Cina, menjadi sasaran utama penghancuran.

Apakah Felix adalah Snouck Hurgronje dalam wujud yang beda? Wallahu A'lam..

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018