Saat Bertemu Ahok di Mako Brimob

Erhaje88

Oleh: Semar/Musoffa Irfan

Jam sembilan pagi saya sudah sampai Jakarta. Langsung saya meluncur ke Kantor GP Ansor. Niatnya sih ketemu Ketua unum, Gus Tutut. Tapi ditunggu hingga jam sepuluh, yang bersangkutan belum nampak juga. Katanya lagi ada urusan di kantor dewan.

Saya melihat-lihat gedung kantor, sekedar membandingkan perubahan antara sekarang dengan dulu. Maklum, sewaktu masih di Jogja, saya aktif di Ansor Wilayah DIY. Dan Ansor DIY, memang terasa memiliki kedekatan khusus dengan Gus Ipul, Ketua umum Ansor saat itu.

Bagi saya itu wajar, karena orang Jogja sendiri, Kang Zuhdi, pernah dipercaya menjadi Plt Harian oleh Gus Ipul. Bersama Akang Badrun Alaena, Ketua PW Ansor DIY Mas Nuruddin Amin , Fachrur Rozi , dan komandan banser Asmawi Hamid , kami sering berkunjung ke kantor ini. Tapi itu dulu. Duluuu.. sekali.

Di kantor, tak sengaja saya ketemu Guntur Romli. Lho.. ternyata di sana juga ada Denny Siregar, Birgaldo Sinaga , dan Eko Kuntadhi. Waha..wah.., para dedengkot medsos ngumpul nih. Pikir saya.
Saya terlibat diskusi ringan. Sambil nyruput kopi hitam dan sebungkus rokok, kami ber-hahahuha ria. Tentu saja saya hanya sesekali saja menyela bicara, karena saya orang baru. Berbeda dengan mereka sepertinya sudah berkawan lama. Gak enak juga bicara overdosis, entar dikirain sok akrab. (Wakkkkkkk...)

Ternyata mereka berniat menjenguk Ahok di Rutan Mako Brimob. "Ikut sekalian aja mas..", kata Eko Kuntadhi kepada saya.

"Oke.., siapa takut..", jawab saya.

Sekitar setengah jam kemudian, kami sudah sampai di Mako Brimob. Setelah semua urusan administrasi rampung, kami pun dipersilahkan bertemu Ahok.
Terus terang, suasana di dalam Mako Brimob menurut saya terkesan "angker". Atau lebih tepatnya, mengeluarkan atmosfir wibawa yang berlebihan. Langit-langit plafon gedung sangat tinggi, lorong panjang yang dilapisi tembok kuat. Tak terdengar orang tertawa, apalagi sampai ber-ngakak ria. Sama sekali tidak ada. Yang saya dengar hanya bunyi sepatu para serdadu yang sesekali lewat. Prak..prak..prak.. Hemm..

Di ruangan ukuran 8 kali 8 meter, dan meja berbentuk bundar dengan posisi duduk melingkar, pak Ahok menemui kami. Saya lihat mereka sudah sangat familier dengan pak Ahok. Itu terlihat dari gaya bersapanya yang memakai bra..bro..bra..bro.. Lalu sesekali tertawa bersamaan. Sementara saya sendiri cuma bisa nyengir saja..

Tiba-tiba Ahok berbisik ke telinga Mas Guntur sambil melirik ke saya. Entah apa yang dikatakannya ke Ahok, tapi tiba-tiba saja ia berdiri dan menyalami saya.

"Jadi Elu juga orang Ansor nih", tanya pak Ahok.

"Ya pak..", jawab saya singkat.

"Berarti Elu orang NU juga dong.."

"Itu sdh otomatis toh pak", jawab saya.

"Emang Elu asli orang mana..? tanya Ahok.

"Gue asli dari Rembang pak.."

"Ah Elu.. orang Rembang aja ngomongnya pake gue segala.. Belaguk Eluh.. Ha'..ha'..ha'..", jawab Ahok sambil tertawa terbahak-bahak. Dan kami semua tertawa juga.

"Kalau orang Rembang, ngomongnya bkn pakek Elu Gue, tapi pakek Kulo.., Sampun.., Injih.. Ngunok Kuwi..! Ha'..ha'..ha'..". (Kami pun tertawa lagi, apalagi mendengar logat bahasa Jawa pak Ahok yg kaku).

Sekarang saya coba saya yang balik bertanya.
"Pak Basuki bisa ceritakan sedikit, bagaimana asal mulanya kok bisa begitu Deket dengan Gus Dur, sampai-sampai beliau bersedia kampanye untuk Pak Ahok dalam Pilkada di Belitung Timur..?"

"Dulu awalnya saya akrab dengan pengikutnya yang nyentrik, yang suka pakai blangkon.. namanya kalau gak salah Mas Sosro..".

"Bukan Sosro pak.. Zastrow..", jawab saya membetulkan.

"Nahhh.. itu Elu bener.. Zastrow..!ha'..
ha'..ha'.." (Pak Ahok tertawa)
"Emang Elu kenal..", tanya pak Ahok kepada saya.

"Bukan cuma kenal, tapi akrab. Dulu waktu masih kuliah satu asrama. Bisa dibilang dia senior saya".

"Zastrow itu multi talenta. Gue kenal dia, orangnya serba bisa.. musik bisa, ceramah agama pinter, nulis top juga, nah satu lagi.. itu anak pinter ndagel juga..! Ha'..ha'..ha'.." (Pak Ahok kembali tertawa).

"Kalau boleh tahu, kegiatan Pak Basuki di rutan apa saja sih..?!"

"Jam empat pagi Gue musti udah bangun, olahraga sit up nyampek ratusan kali. Tahu nggak.., tubuh gue sekarang ini kekar seperti karakter Bruce Wayne, pemeran Batman dalam flm The Dark Knight Returns. Badan gue lebih berisi lohhh.."

"Selain olahraga..?", tanya saya selanjutnya.

"Baca buku dooong.. Kita mesti terus baca buku, karena buku adalah sumber ilmu".

"Sekarang lagi viral di medsos, kabarnya Pak Basuki hampir khatam al-Quran..?"

"Di sini gue emang hampir khatam al-Quran. Namanya orang belajar, pingin tahu kan di mana saja bisa. Nah soal hidayah, seperti dari dulu gue bilang, itu kan datangnya dari Allah. Gitu.. Namanya pencarian, itu sah-sah saja. Seperti Nabi Ibrahim yang mencari Tuhannya, awalnya bintang, bulan, matahari..kan begitu.. sampai dia menemukan jalan kebenaran mulai proses secara terus-menerus.."

"Wah.. hebat juga pak Basuki nguraikannya", kata saya.

"Secara gue gitu lohhh....! Ha'..ha'..ha'..", (pak Ahok tertawa terkekeh-kekeh, kami pun tertawa).

"Ngomong- ngomobg, kalau sudah bebas, apa rencana Pak Basuki selanjutnya?"

"Gue pengen punya program Ahok Show di TV. Kalau elu semua sekarang denger omongan gue gratis.. Nanti kalau udah nontonnya di Ahok Show, mesti bayar Rp. 2 juta itu elu elu pada..Ha'..ha'..ha'..", (jawab pak Ahok sambil kembali tertawa).

Ketika saya hendak mengajukan pertanyaan lagi ke Pak Ahok, tiba-tiba pintu ruangan digampar oleh penjaga.

Brakkk..! Rupanya ia kesal karena sudah diperingatkan ketiga kali kalau waktu kunjungan sudah habis, tapi kami tidak menggubris.

Tentu saja kami kaget bukan main. Dan bersamaan dengan suara brakkk itu, tiba-tiba.. Grobyakkk..! Kaki saya menendang kursi di samping TV.
Saya pun terbangun. Alamaaakkk...ru
panya saya cuma mimpi mas Bro..
He..he.. mari sruput kopi dulu mas Bro..

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018