Negara Astina Berhasil Dikhilafahkan

Erhaje88

Oleh: Syafi'i Imam

Gonjang ganjing negeri astina tidak selesei selesei. Konflik dan carut marut terjadi setelah baku hantam dan saling serang antara dua kubu, yang satu ingin negara Astina jadi negeri demokrasi dan satunya lagi ingin Astina jadi negeri mirip Saudi.
Tidak ada titik temu diantara keduanya. Sampai sampai sang begawan Khrisna yang terkenal karena lobi lobi tingkat tinggi pun gagal mendamaikan keduanya.


Kaum sarungan yang nasionalis menentang sangat keras ide pembentukan negeri syariat khilafah al-Astina. Kaum sarungan menganggap bahwa dulu merdekanya negeri Astina diperoleh bukan dari satu agama saja, melainkan persatuan semua umat beragama, semua etnis dan semua suku bangsa dalam mengusir Kompeni yang cukup lama menghisap kekayaan di negeri Astina.

Dan setelah pertempuran yang alot dan memakan waktu bertahun tahun, akhirnya negeri yang diimpikan oleh pengagum pesta sex 72 Bidadari tercapai juga. Seiring kekalahan kaum sarungan dan kaum nasionalis yang gugur di medan pertempuran, akhirnya negeri astina yang dulu bercorak demokrasi berubah nama seketika menjadi negeri al Astina al Khilafahi al Syareati al Saudi. Sebuah nama yang fanjaaangg sekali...

Semula tiada yang beda dengan Astina waktu berbentuk demokrasi, tapi seiring berjalanya waktu, penguasa negeri al Astina mulai menampakan belangnya. Dari yang dulu mengatakan benci setengah mati dengan bangsa mamarika dan wahyudi, eh ujug ujug mak bedunduk si Mamarika dan si Wahyudi sudah ngopi bareng bersama penguasa al Astina di propinsi Fafua.
Ternyata rakyat al Astina yang dulu teriak paling lantang bahwa syariat khilafah adalah solusi, banyak yang balik kanan dan menangisi kesalahanya dan kekhilafanya dalam menilai demokrasi. Kemakmuran tak kunjung didapat, justru kemiskinan dan tingkat korupsi semakin menjadi jadi. Budaya KKN yang dulu pernah mati suri, sekarang dibangkitkan lagi. Sebuah situasi yang jauh panggang dari api.

Dari sang raja yang mengangkat anaknya sebagai menteri hingga sang jenderal yang menggunakan pengaruhnya agar anaknya tak di bui lantaran terkena kasus tabrak lari, hukum telah tumpul setumpul tumpulnya dan era diktatorisme pun datang dengan sendirinya.
Keadilan sosial pun telah musnsh, membayar upeti adalah contohnya, yang beda agama harus membayar upeti setinggi langit fan yang seagama membayar upeti hanya normal normal saja.

Ketidak adilan inilah cikal bakal hancurnya al astina al asaudi yang baru puluhan tahun berdiri sebagai negara yang berkedok agama. Pemberontakan ada di mana mana terutama di profinsi yang mayoritas warganya tidak seagama dengan sang raja. Darah dan mayat adalah pemandangan biasa di negeri al astina, hingga datanglah si mamarika ke bangsa astina dengan ratusan ribu serdadunya. Mereka menginvasi Astina dengan dalih misi "kemanusiaan".

Dan endingnya bisa ditebak bahwa si mamarika wahyudi memang tidak menginginkan bangsa astina itu bersatu, karena potensi untuk menjadi mercusuar dunia ada pada diri astina. Maritim yang luas hingga SDA dan SDM yang melimpah ruah adalah syarat utamanya. Astina yang dulu bersatu padu sekarang hanya tinggal nama. Astina mengikuti jejak Soviet dan Yugoslavia yang gagal dalam menyatukan bangsanya.

Al astina al asaudi kini hanya terdiri dari java barat dan andalas utara. Sedangkan borneo, celebes, Fafua, pulau dewata, java tengah dan java timur minus medura resmi menjadi negara yang berdiri sendiri sendiri. Dan tercapailah sudah rencana wahyudi dan mamarika untuk memecah belah bangsa. Semakin kecil bentuk negara, smakin mudah mereka untuk mengontrolnya.

Dan untunglah hal ini tidak terjadi di Indonesia. Maka marilah kita jaga keberagaman yang ada di tanah air tercinta.
Kita sejatinya satu, ATU NUSA, SATU BANGSA dan SATU BAHASA yakni INDONESIA.
Pancasila yang berbhinneka Tunggal Ika, marilah kita pertahankan sekuat tenaga, meski darah dan nyawa taruhanya.
Indonesia adalah tempat kita lahir sampai menutup mata.
Rawe rawe rantas malang malang tuntas.
Rahayu, rahayu, rahayu...

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018