Jabar Berdoa, Jatim Bekerja

Erhaje88

Oleh: Yusuf Muhammad

Saya melihat apa yang dilakukan oleh pemda Jabar terkait larangan transportasi online adalah kemunduran.
Mengapa kemunduran? Karena pelarangan tersebut sama saja menolak kemajuan teknologi yang dimanfaatkan sebagai bisnis. Harus diakui bahwa tidak semua pemda siap dengan kemajuan teknologi yang berkembang saat ini.

Saya jadi teringat pidato Presiden Joko Widodo di Istana, beliau menyampaikan, bahwa Indonesia sudah ketinggalan jauh dari negara lain. Hal itu akibat perubahan dunia yang sangat cepat namun tidak diikuti oleh bangsa kita, justru kita sibuk oleh urusan fitnah, hoax, mencaci-maki dan tebar kebencian.
Bahkan perubahan itu bisa hanya dalam hitungan detik, menit, jam, hari, minggu dan bulan. Oleh sebab itu jika kita kerjanya linier, rutinitas dan monoton maka kita akan ditinggal jauh oleh negara lain.

Bayangkan, kita baru mulai belajar tentang apa itu internet, eh besoknya sudah ada lagi mobile internet. Belum selesai belajar apa itu mobile internet, besoknya ada lagi artificial intelligence. Itulah perubahan dunia yang sangat cepat akibat kemajuan teknologi.
Dan bicara mengenai teknologi, pemda Jabar justru melarang semua transportasi online beroperasi. Bukan difasilitasi dan didukung tapi malah dilarang! Edian emang Jabar ini. Gubernurnya kebanyakan berdo'a sih! Beda jauh dengan di pemkab banyuwangi, Jatim.

Pemkab Banyuwangi tahu betul bahwa kemajuan teknologi tak bisa dibendung, oleh sebab itu pemkab Banyuwangi cari solusi, yaitu dengan membuat nota kesepahaman (MOU) dengan transportasi online (Go-Jek) untuk meningkatkan layanan kesehatan. Gojek nantinya akan mengantarkan obat bagi pasien yang kurang mampu secara gratis.

"Teknologi tak bisa dilawan, GoJek ini kami manfaatkan untuk memudahkan pasien miskin. Kan kasihan, sudah sakit, masih harus menunggu obat disiapkan apoteker. Daripada menunggu obat, lebih baik langsung pulang untuk istirahat, nanti obatnya diantar. Ini semacam paket lengkap, warga miskin berobatnya sudah dibiayai pemerintah, obatnya diantarkan sampai rumah," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, usai penandatanganan MoU di Pendopo Saba Swagatha Blambangan, Selasa (10/10/2017).

Nah kini terlihat bedanya, kan? mana yang smart, keren, ahli bekerja dengan mana yang ruwet, cupet dan bahlul pangkat⁴. Harusnya yang bahlul itu sadar, bahwa perkembangan teknologi itu bukan untuk ditolak dan dihindari, namun harus digaet dan dicarikan solusi.

Makanya yang di Jabar semangatnya jangan cuma do'a..do'a..do'a, tapi juga harus kerja..kerja..kerja seperti yang di Jatim!

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018