Global Paradoks - Dunia Yang Terbalik

Erhaje88



Oleh:
Semar/Musoffa Irfan

Saya jadi teringat karya futurolog John Naisbit yg berjudul "Global Paradox" yang populer di era 1990-an.
Meski tidak memiliki korelasi apapun dengan karya tersebut, tapi saya melihat Media Sosial justru menjadi alat produksi penghasil berbagai paradoksi di dalamnya.

Pada saat semua orang berteriak, "Stop Hoax..!", namun pada saat yang sama berita hoax bertebaran di mana-mana.
Pada saat orang yang benar-benar 'arif dan bijaksana di dunia nyata tidak tampak bijaksana dan biasa-biasa saja, tapi pada saat yang sama orang yang angkuh dan sombong di dunia nyata justru tampak arif dan bijaksana di dunia maya.

Saya mengenal sebagian dari mereka, meski sebagian yang lain hanya akrab di media sosial, dan tak pernah bertemu sekali pun...

Pada saat orang pelit bin bakhil tampak sangat dermawan, lantaran ia suka menulis status berisi nasihat tentang pentingnya kedermawanan dan sodaqah, pada saat itu pula kita yang mengenal dia di dunia nyata ingin membungkam mulutnya agar berhenti berpikir munafik..
Pada saat tulisan tulisan orang cerdik-pandai, seorang intelektual akademisi, begitu tampak tak berharga, tapi pada saat yang sama, tulisan tukisan tak bermutu justru banyak yang me-like dan memberikan komentar.

Ketika di gambar profil cewek cantik denga lebay nulis status, "Semalam Aku Gak Bisa Tidur..", maka dalam waktu sekejap segera diserbu ratusan komentar dan yang me-like.
Tapi begitu muncul tulisan bermutu dari seorang profesor doktor, yang mengulas politik, sosial dan budaya, tidak lebih dari 20 orang yang mencet tombol like', dan hanya beberapa saja yang memberikan komentar.
Pada saat di dunia nyata ilmu saya pasti sekedar ujung kuku dibanding Dr. Gaffar Karim, dan pernah menjadi "pembela" saya di ujian tesis, tapi di dunia medsos, dengan sok ngintelek saya berani memberikan komentar dan sok "mendebatnya"..

Wakkkkkkk.. Dunia memang koplak.
Pada saat di dunia nyata Dr. Anas Saidi pernah mengajarkan metode penelitian partisipatory kepada saya, dan baru sebagian kecil saja yg dpt saya kuasai, tapi di dunia medsos saya dengan gagah berani sok memberikan solusi alternatif atas tulisan yang ia posting di akun facebooknya. Buahahahaaaaa... Apa nggak kentir bro..
Benar-benar paradoks..!

Pada saat orang yang cerdas kelihatan dungu di media sosial, tapi pada saat yang sama, orang dungu tampak begitu cerdas dan berotak brilian di medsos.
Begitu juga, banyak pula orang yang tidak memiliki kemampuan menulis di dunia nyata, tapi di dunia maya dia justru bisa menulis puluhan paragraf dengan kadar bobot tulisan yang relatif berkualitas..

Pada saat tulisan yang mengandung ujaran kebencian begitu digemari, namun pada saat yang sama, tulisan yang didasarkan pada analisis-kritis diabaikan.
Bagi saya, inilah global paradoks yang sebenarnya...
Bukan soal bersatunya Uni Eropa di satu sisi, dan berdirinya negara negara Balkan pasca runtuhnya Uni Soviet, seperti diramalkan John Naisbit, tapi justru ketika dunia ilusi menjadi dianggap nyata, dan dunia nyata justru dianggap sebagai tidak nyata..
Ah, benar kata judul sinetron, dunia memang sedang terbalik..

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018