Hukum Melihat Miss V Isteri

Erhaje88

Hubungan (senggama) suami-istri merupakan kenikmatan dunia yang menduduki posisi puncak tertinggi, atau klimaks. Menurut KH Sya'roni Ahmadi, Kudus, kenikmatan dunia yang paling mendekati kenikmatan surga hanya satu, yaitu ketika seseorang sedang berhubungan suami-istri. Meskipun kenikmatan itu masih belum ada apa-apanya jika dibanding dengan kenikmatan surga, setidaknya hal itulah yang paling mendekat ke sana.
Dalam bersenggama, masing-masing pasangan diperbolehkan menyentuh atau bahkan memegang kelamin pasangan masing-masing tanpa ada perbedaan pendapat dari kalangan ulama.

Delapan Hal Terselubung Tentang Miss V

Suami diperbolehkan melihat semua sudut tubuh istrinya selain farji (vagina) baik pada bagian luar atau dalam. Melihat vagina bagian dalam hukumnya sangat dimakruhkan. Tetapi jika ada satu kebutuhan, melihatnya tidak makruh.
ﻭَ ‏) ﺍﻟﻀَّﺮْﺏُ ‏( ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻲ ﻧَﻈَﺮُﻩُ ‏) ﺃَﻱْ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ‏( ﺇﻟَﻰ ‏) ﺑَﺪَﻥِ ‏( ﺯَﻭْﺟَﺘِﻪِ ﻭَ ‏) ﺇﻟَﻰ ﺑَﺪَﻥِ ‏( ﺃَﻣَﺘِﻪِ ‏) ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻳَﺤِﻞُّ ﻟَﻪُ ﺍﻟِﺎﺳْﺘِﻤْﺘَﺎﻉُ ﺑِﻬَﺎ ‏( ﻓَﻴَﺠُﻮﺯُ ‏) ﺣِﻴﻨَﺌِﺬٍ ‏( ﺃَﻥْ ﻳَﻨْﻈُﺮَ ﺇﻟَﻰ ‏) ﻛُﻞِّ ﺑَﺪَﻧِﻬِﻤَﺎ ﺣَﺎﻝَ ﺣَﻴَﺎﺗِﻬِﻤَﺎ؛ ﻟِﺄَﻧَّﻪُ ﻣَﺤَﻞُّ ﺍﺳْﺘِﻤْﺘَﺎﻋِﻪِ ‏( ﻣَﺎ ﻋَﺪَﺍ ﺍﻟْﻔَﺮْﺝَ ‏) ﺍﻟْﻤُﺒَﺎﺡَ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ، ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺠُﻮﺯُ ﺟَﻮَﺍﺯًﺍ ﻣُﺴْﺘَﻮِﻱَ ﺍﻟﻄَّﺮَﻓَﻴْﻦِ ﻓَﻴُﻜْﺮَﻩُ ﺍﻟﻨَّﻈَﺮُ ﺇﻟَﻴْﻪِ ﺑِﻠَﺎ ﺣَﺎﺟَﺔٍ، ﻭَﺇِﻟَﻰ ﺑَﺎﻃِﻨِﻪِ ﺃَﺷَﺪُّ ﻛَﺮَﺍﻫَﺔٍ } ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔُ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻟَﺎ ﺭَﺃَﻯ ﻣِﻨِّﻲ { ﺃَﻱْ ﺍﻟْﻔَﺮْﺝَ

“Bagian kedua yaitu melihatnya seorang suami pada tubuh istrinya dan tubuh budak perempuannya yang halal baginya untuk ia buat senang-senang, hukumnya boleh melihat kepada tubuh kedua orang tersebut saat mereka masih hidup, karena itulah tempat untuk bersenang-senang, selain farji (vagina) yang diperbolehkan bagi mereka. Jika melihat vagina hukumnya tidak boleh dengan prosentase 50-50. Melihat vagina itu hukumnya makruh jika tanpa ada keperluan. Sedangkan melihat bagian dalam miss V sangat dimakruhkan.
Sayyidah 'Aisyah RA berkata, ‘Aku tak pernah melihat punyanya Rasul dan ia juga tak pernah melihat punyaku,’ (farji),”
(Lihat Muhammad bin Ahmad As-Syarbini, matan dari
Hasyiyah Al-Bujairimi Alal Khatib , Darul Fikr, juz IV, halaman 103).

Melihat kemaluan istri, menurut sebagian ulama bisa menyebabkan kebutaan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,
ﺍﻟﻨَّﻈَﺮُ ﺇﻟَﻰ ﺍﻟْﻔَﺮْﺝِ ﻳُﻮﺭِﺙُ ﺍﻟﻄَّﻤْﺲَ ‏) ﺃَﻱْ ﺍﻟْﻌَﻤَﻰ
“Melihat kelamin seorang wanita itu bisa menyebabkan kebutaan.”

Ulama berbeda pendapat tentang buta yang dimaksud di sini, ada yang menyebut buta mata bagi si pelaku itu sendiri, ada yang mengatakan buta pada mata anaknya kelak. Ada pula yang menjelaskan bahwa buta yang dimaksud di hadits tersebut adalah buta mata hatinya.
Ibnu Hibban dan imam-imam yang lain menganggap bahwa kualitas hadits tersebut adalah dhaif. Bahkan Ibnul Jauzi memasukkan hadits ini ke dalam kitabnya Al-Maudlu‘at yang berarti hadits ini adalah hadits maudlu‘. Begitu pula Ibnu Adiy, hadits yang sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnul Qatthan tersebut merupakan hadits munkar.

Ibnus Shalah mempunyai pandangan berbeda dengan ulama di atas. Ia menjelaskan bahwa hadits ini mempunyai level derajat hasan. Yang berarti bisa dipakai untuk tendensi.
Perlu diketahui, polemik perbedaan pendapat dalam memandang hadits di atas hanya berhenti pada masalah menyebabkan kebutaan atau tidaknya. Sedangkan masalah kemakruhan melihat vagina bagi suami tetap makruh jika tidak ada hajat (kebutuhan).
(Ahmad Mundzir/NU Online)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018