Tanggapan Ceramah Ust. Abdul Somad Lc. Yang Mengatakan Ikutilah Ulama Yang Dibenci Kafir dan Munafik

Erhaje88



Oleh: M Yusuf Hasyim

Belakangan ini ramai diperbincangkan soal ceramah Ust. Abdul Somad yang mengatakan kepada para jamaahnya untuk mengikuti ulama yang dibenci kafir dan munafik. Karena bagi dia pengertian ulama atau versi ulama menurut pemahamannya adalah ulama yang dibenci kafir dan munafik. Sepintas terdengar benar dan masuk akal ucapan sang ustadz tsb, akan tetapi sebenarnya mengandung penyesatan terhadap pemahaman agama itu . Inilah statement dia pada ceramahnya,
"Ikutilah ulama, yang dibenci kafir, yang dibenci munafik. Hari ini yang paling dibenci kafir dan munafik adalah Habib Rizieq," terang Abdul Somad.

Beredarnya video ceramah itu benar-benar membuat saya, seorang anak desa yang fakir ilmu ini ingin sekali merangkai bait-bait tulisan indah untuk saya dedikasikan kepada Ust. Abdul Somad agar dibaca dan dapat dipahami dengan hati nuraninya. Sedikit saya gambarkan profil biografi Ust. Abdul Somad, beliau adalah salah satu penceramah dari Riau, yang konon dikagumi karena ilmu haditsnya, beliau menyelesaikan pendidikan di Mesir dan Maroka dengan mengantongi gelar Lc, MA. Aktivitas sekarang adalah sebagai penceramah yang lagi lumayan naik daun di Riau, apalagi pasca diundang Menpora untuk mengisi ceramah pada acara buka bersama kemarin (Selasa, 13/06).

Kejadian ramainya video ceramah tersebut bermula saat Abdul Somad mengeluarkan fatwa menyesatkan, tentang siapa saja yang ia anggap layak diikuti fatwanya. Ada ribuan tokoh dan ulama NU, namun dia hanya menyebut "yang secara sah" diikuti hanya tiga.
Ironisnya, tiga nama yang dia sebut justru sering mengutuk NU, tidak aktif di struktural NU tapi menjadi benalu untuk jam'iyyah NU. Mereka adalah Luthfi Bashori, Idrus Ramli dan Buya Yahya. Itu dikatakan oleh ust. Abdul Somad saat mengisi acara Tabligh Akbar bertema "Pemuda Akhir Zaman" di Gedung Drs. Sutan Balia Universitas Riau, (Jumat, 14 April 2017).

Ada banyak kiai dan ulama di NU, tapi Abdul Somad hanya memilih tiga nama. Dia tidak merekomendasikan KH Maimoen Zubair, Habib Luthfi bin Yahya, KH Musthofa Bisri, KH Ma'ruf Amin, KH Said Aqil Siraj, KH Marzuki Mustamar, Tuan Guru Turmudzi, dan lainnya hanya karena, kata Somad, mereka tidak dibenci kafir. Ust Abdul Somad pun akhirnya memberi pengertian bahwa ulama adalah yang dibenci kafir dan munafik.

Afwan ustadz, sebelumnya ane minta maaf dulu ustadz. Tanggapan terhadap ceramah ustadz ini saya tulis bukan karena saya mau menggurui, merasa lebih bisa, lebih berilmu atau lebih pintar dari ustadz. Publik tentu tahu bahwa ust. Abdul Somad lebih terkenal daripada saya, punya banyak jamaah, dan tentu lebih banyak penggemarnya jika dibandingkan dengan saya. Pendidikan ustadz pun lebih tinggi, bahkan yang terahir ustadz mendapat kehormatan mengisi ceramah pada acara buka bersama yang diadakan Menpora. Sedangkan saya?, jelas bukan siapa-siapa dan tidak terkenal seperti ustadz.
Baiklah ustadz, kita tanggapi satu persatu isi ceramah ustadz.

Yang pertama ustadz menyebutkan tentang kafir. Sebelumnya, mungkin perlu saya jelaskan makna dari kafir itu sendiri, karena ini sangat penting agar kita mampu memahami dan mengerti arti kafir yang sesungguhnya. Kata kafir sendiri berasal dari kata Kafara dari bahasa Arab yang artinya ‘menutup diri dari kebenaran’ atau menjauhkan diri dari hal-hal yang benar, lebih mudahnya kita sering menyebut ingkar. Kafir itu tak hanya untuk non-muslim, karena siapa pun yang melakukan sesuatu yang jauh dari kebenaran, kalau dia itu seorang muslim, dia juga bisa disebut kafir. Orang Islam pun ketika ingkar pada Allah bisa disebut kafir. Sebagai contoh adalah ketika ada umat non-muslim atau muslim melakukan korupsi atau mencuri, itu artinya menjauhkan diri dari kebenaran, dan merekalah yang disebut kafir, tak peduli apa pun agama mereka.

Keterangan tersebut merujuk pada Hadits Jibril yang merupakan dalil dasar dalam mendefinisikan Iman dan Islam serta perbedaaan antara Imam dan Islam. Kesimpulan dari hadist Jibril tersebut bahwa orang Iman sudah pasti Islam, akan tetapi orang Islam belum tentu Iman. Maka orang Islam tersebut bisa pula dikatakan kafir. Jadi baik saya maupun ustadz juga bisa kafir loh, bahkan kata Gus Dur dalam syi'irnya mengatakan
 “Kafire dewe gak digatekke” (kafirnya sendiri ga diperhatikan).

 Inget ustadz, ketika kita mengkafirkan orang, jika tidak terbukti bahwa orang tersebut kafir, maka tuduhan kafir tersebut akan kembali kepada diri kita sendiri (yang menuduh kafir), makanya kita harus pinter-pinter jaga mulut ustadz.

Jadi mulai sekarang jangan lagi kita membawa-bawa satu agama lantas seenaknya bisa mengklaim orang lain kafir atau agama lain kafir. Jangan lagi ada pengkafiran terhadap orang lain yang berbeda agama. Itu kalau ustadz bisa adil, proporsional dan mau mempraktekkan ajaran Islam yang benar sesuai dengan ilmu, bukan sesuai nafsu ustadz.

Selanjutnya ustadz menyebut tentang Munafik. Pengertian munafik tentu ustadz sudah sangat paham lah, dan saya tidak perlu menjelaskan lagi. Nah, point utama yang ingin saya sampaikan disini adalah janganlah kita seenaknya melontarkan kata-kata munafik kepada orang lain. Baik saya maupun ustadz tentu harus lebih hati-hati, pakailah ilmu, jangan pakai kebencian dan nafsu dalam memberi statement.
 Dalam ceramah ini, nampaknya ust Abdul Somad terlalu terburu-buru memvonis seseorang itu munafik dan saya lihat ustadz ini berlagak menjadi Tuhan dengan kesimpulan kacaunya menyatakan bahwa yang membenci Habib Rizieq adalah munafik. Padalah, Nabi saw saja merahasiakan 40 nama orang munafik, Abdul Somad lagaknya melebihi sikap Nabi.

Hanya dengan bermodal mencatut Qoulnya Imam Syafi'i diatas, ustadz ini yang katanya 'alim berani sekali coba-coba menstigma NU dengan fitnahan bahwa
 "Kiai NU itu dicintai kafir, tidak seperti Habib Rizieq Syihab, dan Kiai NU itu liberal tidak seperti Idrus Ramli, pak Yahya, atau pak Luthfi Bashori".

 Inna lillaah...Wahai ustadz Abdul Somad, ingatlah bahwa Imam Syafi'i bukanlah orang bodoh, jadi sebaiknya janganlah kau perkosa Maqolah beliau dengan cara tekstual demi kepuasan tafsir pribadi dan nafsumu.
Kalau memang Ulama dimatamu itu harus di benci kafir, maka beritahulah pada kami terlebih dahulu :
"Atas dasar apa Ulama dibenci kafir?"
"Atas alasan apa kafir itu memusuhi ulama?"

Lihatlah ustadz somad, bukalah matamu, ternyata Habib Rizik yang kata ente dimusuhi non-muslim, kafir, cina dll ternyata juga dicintai oleh non-muslim loh.
Mau bukti? Baiklah saya kasih bukti, supaya ustadz bisa melek matanya.
Sekarang ustadz bisa lihat sendiri kedekatan Habib Rizik dengan banyak non-muslim, sebut saja dengan Presiden Rekor Muri bapak Jaya Suprana, beliau keturunan Cina loh. Habib Rizik juga dekat dengan HT dan taepan-taepan Cina. Apakah ustadz tidak lihat bahwa yang membantu aksi 212 baik membantu materi/tenaga juga banyak non-muslim. Bahkan yang membersihkan sampah pada saat demo tersebut juga ada yang dari pemuda cina non muslim. Bapak Jaya Suprana pun pernah berkunjung ke markas FPI di Petamburan. Apakah syarat ulama itu harus dibenci kafirin dan munafiqin? Siapakah munafiqin itu? Siapa kafirin yang ente maksud ustadz?
Baiklah, kalau ustadz belum puas juga, mari saya tunjukan contoh lainnya. Kali ini langsung saya contohkan dari junjungan dan panutan kita bersama, Rasulullah Muhammad Saw. Kita semua tahu Allah telah menganugerahkan Nabi Muhammad dengan gelar Al Amin, artinya adalah orang yang dapat dipercaya, baik oleh muslim, maupun non muslim tentunya. Ingatlah wahai ustadz somad, dahulu orang masuk Islam itu berawal dari orang tersebut mencintai Rasulullah, mencintai ahlak, sikap dan kebijaksanaan beliau. Nabi Muhammad manusia yang sangat dicintai, beliau sangat dicintai bukan hanya oleh kawan, akan tetapi oleh lawan.
Orang-orang Yahudi dan Nasrani pun sangat mencintai Rasulullah, bahkan istri Rasul yang bernama Shofia adalah seorang Yahudi, kemudian istri Rasul yang lainnya adalahh Maria yang menganut Kristen Ortodok. Maria yang berasal dari bukan Islam melahirkan putra bernama Ibrahim. Karena baik Shofia dan Maria sangat mencintai Rasul akhirnya keduanya pun dinikahi oleh Rasulullah dan masuk Islam.

Bahkan Rasulullah pun berpesan kepada Sayyidina Umar agar jangan mengganggu atau mengusik Gereja Kristen Ortodok, dan disuruh menjaga agar gereja dan umat kristen ortodok itu aman. Ini pula yang dicontoh Banser, saling menjaga tempat ibadah agar tercipta keamanan dan kedamaian. Ustadz ini ga pernah belajar sejarah Islam atau gimana sih?, coba buka lagi buku sejarahnya ustadz.
Ini terakhir yang mungkin terdengar cukup pedas di telinga ustadz. Kalau mau memakai logika seperti ustadz somad dan yang sepemikiran dengan ustadz, kita semua harus jujur ustadz, bahwa harusnya GEMBONG PEMIMPIN yang harus kita jauhi dan kita musuhi adalah Kanjeng Nabi sendiri, yaitu Rasulullah Muhammad Saw. Karena Rasulullah jelas mencontohkan itu.

Berikut Videonya:
oleh erhaje88

 Sekarang pertanyaan saya, beranikah ustadz mengatakan, bahwa gembong pemimpin yang harus kita jauhi adalah Nabi Muhammad? Pikirlah sendiri…


Arti Kafir Menurut al-Mufassir Prof. DR... oleh erhaje88

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

69 comments:

  1. Ente sepertinya sama aja dengan orang2 yg berfikiran liberal... banyak belajar dlu nak. Baru ngasih pendapat, ulama2 Yg ente sebut td contoh si said aqil yg ngusrus masalah perjenggotan, itu yg ente kira ulama, sedikitpun tindak tanduk nya tidak mencerminkan ulama, tp saya maklum aja dengan orang seperti anda yg punya pemikiran sekuler dan liberal, jangan2 nanti anda bilang semua agama sama, Oooo iyaaa satu lg, pengertian kafir menurut anda td membuat saya tertawa aja dlm hati, ya sudah laaaaahhh

    ReplyDelete
  2. Pemikiran dalam tulisan ini sungguh nggak berkualitas. Setidaknya antum sudah jujur dengan mengaku fakir ilmu, kurang satu yg antum harusnya akui: dungu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya marilah kita hargai kejujuran penulis yang sadar dia fakir ilmu. Jadi wajar saja kalau tulisannya juga fakir dari sisi keilmuan.

      Delete
  3. Yg komen di atas lg kejang3

    ReplyDelete
  4. kafir itu ingkar terhadap Allah, bagaimana orang Islam berstatus kafir sekaligus ? Perkara dia buat maksiat, itu lain halnya dengan definisi kafir. mari belajar lebih dalam lagi

    ReplyDelete
  5. Bagus aq ikut Ustad Abdul Somad, Jelas Ilmu dan Sanadnya.. la penulis di atas siapa? hahahaha... bahaya klo org yg tidak faham agama tp bicaranya sok faham agama.. pling blajarnya dr selokan.. Ustad Somad dr Mesir dan Maroko Bro... Ente dr mana..huaaahaaaaahuaaaa

    ReplyDelete
  6. kebanyakan makan beras vietnam ni orang...haha... lihat tuh NU sekarang, mencerminkan ulama ahlussunnah ngga? berani - beraninya bilangin UAS, belajar lagi tong, jangan ikut si penjual agama Aqil siraj,... 1 T disumpal sama pemerintah jadi tuh bela bela kafir sampai ada NU protestan, karena disumpal duit...

    ReplyDelete
  7. Buka surat al Kafirun. hanya ada satu ayat yg menyebut "al Kafirun". ayat yg lainnya menjelaskan definisi dari al kafirun. Pada surat lain pun penyebutan kafir pasti menjadi simbol negasi (lawan kata/antonim) dari muslim.

    ReplyDelete
  8. yg nulis ini kayaknya lagi depresi atau blm minum aqua,,,,berobat dulu biar sembuh dan g nulis yg ngasal,,,lebih bagus ente tingkatkan sholat dan zikir biar pikiran ente terbuka,dan tidak nyeleneh,,,,sering sering baca doa selamat biar dijauhkan dari fitnah,,waalaikum salam warahmatullahi wabarokatu

    ReplyDelete
  9. Orang islam yg melakukan dosa, kemaksiatan, ato jauh dari kebenaran bukan kafir... Tapi fasiq....moga yg nulis ini bukan yg Allah maksud dari ayat ini...
    بَشِّرِ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ بِأَنَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمًا ١٣٨ ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۚ أَيَبۡتَغُونَ عِندَهُمُ ٱلۡعِزَّةَ فَإِنَّ ٱلۡعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعٗا ١٣٩ [سورة النساء,١٣٨-١٣٩]

    Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah [An Nisa”,138-139]

    ReplyDelete
  10. tulian ini (Tanggapan Ceramah Ust. Abdul Somad Lc. Yang Mengatakan Ikutilah Ulama Yang Dibenci Kafir dan Munafik) sangat tidak bermutu, tolongnglah anda baca dulu karya karya dari Ustadz Somad baru ente komentar. Ustadz Somad adalah NU garis lurus, bliau juga kiai NU di Riau. Otak ente harus dibersihkan dulu...

    ReplyDelete
  11. Malang nian nasibmu..... nak....nak...... ckckckck.

    ReplyDelete
  12. Kyaknya anda yg harus banyak belajar sama ustadz somad jgn asal komen aja kya situ bener aja 👎

    ReplyDelete
  13. Ilmu agama itu perlu ada guru, bukan karena kita tidak mampu membaca sendiri tapi karena ratusan ribuan buku dan dalil itu perlu pengarah dan penjelas

    Dalam sebuah hikmah من لا شيخ له فالشيطان شيخه
    Siapa yang tidak punya guru maka setanlah gurunya.

    ReplyDelete
  14. Gak bermutu, belajar lagi le...

    ReplyDelete
  15. Saya stuju dgn artikel diatas, dmna uztad somad mengatakanbahwa kafir itu adalah non muslim. Itu artinya dri beberapa agama yg ada khusus di indonesia adalah tidk benar kecuali muslim lah yg benar. Itulah menurut penjelasan ustad somad. Klau bgtu khotbah uztad somad akan membuat perpecahan antar beragama di negara kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari website aja sdh jelas aneh. Ditambah tulisanya. Apalagi orang yg nulis ya??

      Mind liberalis. Harus diwaspadai ya...

      Delete
    2. kenapa non muslim marah disebut kafir???di dalam kitab injil disebutkan selain agama kristen disebut binatang!!!berarti orang yang beragama islam binatang dong??tapi umat islam nggak marah tuh...begitupun non muslim jangan marah dong dikatakan kafir!!!karena non muslim tidak mengakui Allah SWT sebagai Tuhan!!!

      Delete
    3. Mas sejak kapan ya d injil kristen menyebutkan selaen kristen itu binatang..g ada kayak gt mas..jgn sok tau mas akan agama yg laen..anda urusi agama anda sendiri ya...jika anda sudah benar baru anda bisa bilang seperti itu

      Delete
    4. Mas alfian, lalu bagaimana khotbah pendeta2 yg menjudge kalo bukan pengikut agama kristen itu disebut domba tersesat ?

      Delete
    5. Imam Syafi'i pernah berkata,
      "Kelak di akhir zaman akan datang ramai Ulama yang membingungkan umat, sehingga umat keliru antara Ulama Warosatul Anbiya' (Ulama Pewaris Para Nabi) dan Ulama Suu' (Ulama Jahat Akhir Zaman) yang menyesatkan umat".
      Maka Imam Syafi'i menambahkan,
      "Carilah Ulama yang paling dibenci oleh orang-orang KAFIR dan orang MUNAFIK, dan jadikanlah dia sebagai Ulama yang membimbingmu, dan jauhilah Ulama yang DEKAT dengan orang KAFIR dan MUNAFIK karena dia akan menyesatkanmu, menjauhkanmu dari keridhoan Allah."
      Imam Syafi’i (Rohimahullah) pernah ditanya oleh salah seorang muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah
      Jawab beliau,
      ” Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa) maka akan menunjukanmu siapa pengikut kebenaran”
      Jadi pilihlah dan ikutilah ulama dengan ciri berikut, insya Allah bisa melewati zaman penuh fitnah ini:
      @Ulama yang bila kita memandang wajahnya, mengingatkan kita kepada Allah
      @Ulama yang paling dibenci dan tidak disukai golongan Kafir, Fasik dan Munafik
      @Ulama yang keras terhadap orang kafir yang mengganggu Islam dan kaum muslimin namun lembut lembut kepada Kaum Muslimin.
      @Ulama yang bersungguh-sungguh dan istiqamah dengan sunnah Rasulullah.
      @Ulama yang selaras antara ucapan dan perbuatan
      @Ulama yang tidak peduli dengan caci maki orang kafir sejauh dirinya menyuarakan kebenaran
      @Ulama yang menyatukan umat bukan yang memecah-belah kesatuan umat
      @Ulama yang bila berkata-kata dengan nada bicara yang mendamaikan dan menjinakkan hati-hati yang keras lagi jumud.
      @Ulama yang mendahulukan hak-hak Allah, Rasulullah dan umat islam dari kepentingan diri, dan kelompoknya
      @Ulama yang jika kita memandangnya dan mendengar petuahnya semakin membuat hati kita semangat untuk lebih rajin beribadah
      Note. Pilihan boleh beda tapi Agamalah yg paling utama
      Wallahua'lam

      Delete
  16. Saya stuju dgn artikel diatas, dmna uztad somad mengatakanbahwa kafir itu adalah non muslim. Itu artinya dri beberapa agama yg ada khusus di indonesia adalah tidk benar kecuali muslim lah yg benar. Itulah menurut penjelasan ustad somad. Klau bgtu khotbah uztad somad akan membuat perpecahan antar beragama di negara kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenapa non muslim marah disebut kafir???di dalam kitab non muslim disebutkan selain agama mereka = disebut binatang!!!berarti orang yang beragama islam binatang dong??tapi umat islam nggak marah tuh...begitupun non muslim jangan marah dong dikatakan kafir!!!karena non muslim tidak mengakui Allah SWT sebagai Tuhan!!!

      Delete
    2. Imam Syafi'i pernah berkata,
      "Kelak di akhir zaman akan datang ramai Ulama yang membingungkan umat, sehingga umat keliru antara Ulama Warosatul Anbiya' (Ulama Pewaris Para Nabi) dan Ulama Suu' (Ulama Jahat Akhir Zaman) yang menyesatkan umat".
      Maka Imam Syafi'i menambahkan,
      "Carilah Ulama yang paling dibenci oleh orang-orang KAFIR dan orang MUNAFIK, dan jadikanlah dia sebagai Ulama yang membimbingmu, dan jauhilah Ulama yang DEKAT dengan orang KAFIR dan MUNAFIK karena dia akan menyesatkanmu, menjauhkanmu dari keridhoan Allah."
      Imam Syafi’i (Rohimahullah) pernah ditanya oleh salah seorang muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah
      Jawab beliau,
      ” Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa) maka akan menunjukanmu siapa pengikut kebenaran”
      Jadi pilihlah dan ikutilah ulama dengan ciri berikut, insya Allah bisa melewati zaman penuh fitnah ini:
      @Ulama yang bila kita memandang wajahnya, mengingatkan kita kepada Allah
      @Ulama yang paling dibenci dan tidak disukai golongan Kafir, Fasik dan Munafik
      @Ulama yang keras terhadap orang kafir yang mengganggu Islam dan kaum muslimin namun lembut lembut kepada Kaum Muslimin.
      @Ulama yang bersungguh-sungguh dan istiqamah dengan sunnah Rasulullah.
      @Ulama yang selaras antara ucapan dan perbuatan
      @Ulama yang tidak peduli dengan caci maki orang kafir sejauh dirinya menyuarakan kebenaran
      @Ulama yang menyatukan umat bukan yang memecah-belah kesatuan umat
      @Ulama yang bila berkata-kata dengan nada bicara yang mendamaikan dan menjinakkan hati-hati yang keras lagi jumud.
      @Ulama yang mendahulukan hak-hak Allah, Rasulullah dan umat islam dari kepentingan diri, dan kelompoknya
      @Ulama yang jika kita memandangnya dan mendengar petuahnya semakin membuat hati kita semangat untuk lebih rajin beribadah
      Note. Pilihan boleh beda tapi Agamalah yg paling utama
      Wallahua'lam

      Delete
  17. Referensinya gak banget, Said Aqil, Quraish Sihab. Dengerin ceramahnye 2 org itu bikin nyesek umat Islam

    ReplyDelete
  18. abdul somad ilmunya sih boleh, tapi ya ulama milenium,
    kebanyakan kebenciannya daripada ilmunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenapa non muslim marah disebut kafir???di dalam kitab non muslim disebutkan selain agama mereka = disebut binatang!!!berarti orang yang beragama islam binatang dong??tapi umat islam nggak marah tuh...begitupun non muslim jangan marah dong dikatakan kafir!!!karena non muslim tidak mengakui Allah SWT sebagai Tuhan!!!

      Delete
    2. Bro, apa yg salah dari ustadz abdul somad? Justru kebencian terhadap kemungkaran dan kesesatan itu diperbolehkan dalam islam. Anda banyak2 mengaji lah!!

      Delete
    3. Imam Syafi'i pernah berkata,
      "Kelak di akhir zaman akan datang ramai Ulama yang membingungkan umat, sehingga umat keliru antara Ulama Warosatul Anbiya' (Ulama Pewaris Para Nabi) dan Ulama Suu' (Ulama Jahat Akhir Zaman) yang menyesatkan umat".
      Maka Imam Syafi'i menambahkan,
      "Carilah Ulama yang paling dibenci oleh orang-orang KAFIR dan orang MUNAFIK, dan jadikanlah dia sebagai Ulama yang membimbingmu, dan jauhilah Ulama yang DEKAT dengan orang KAFIR dan MUNAFIK karena dia akan menyesatkanmu, menjauhkanmu dari keridhoan Allah."
      Imam Syafi’i (Rohimahullah) pernah ditanya oleh salah seorang muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah
      Jawab beliau,
      ” Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa) maka akan menunjukanmu siapa pengikut kebenaran”
      Jadi pilihlah dan ikutilah ulama dengan ciri berikut, insya Allah bisa melewati zaman penuh fitnah ini:
      @Ulama yang bila kita memandang wajahnya, mengingatkan kita kepada Allah
      @Ulama yang paling dibenci dan tidak disukai golongan Kafir, Fasik dan Munafik
      @Ulama yang keras terhadap orang kafir yang mengganggu Islam dan kaum muslimin namun lembut lembut kepada Kaum Muslimin.
      @Ulama yang bersungguh-sungguh dan istiqamah dengan sunnah Rasulullah.
      @Ulama yang selaras antara ucapan dan perbuatan
      @Ulama yang tidak peduli dengan caci maki orang kafir sejauh dirinya menyuarakan kebenaran
      @Ulama yang menyatukan umat bukan yang memecah-belah kesatuan umat
      @Ulama yang bila berkata-kata dengan nada bicara yang mendamaikan dan menjinakkan hati-hati yang keras lagi jumud.
      @Ulama yang mendahulukan hak-hak Allah, Rasulullah dan umat islam dari kepentingan diri, dan kelompoknya
      @Ulama yang jika kita memandangnya dan mendengar petuahnya semakin membuat hati kita semangat untuk lebih rajin beribadah
      Note. Pilihan boleh beda tapi Agamalah yg paling utama
      Wallahua'lam

      Delete
  19. Ya itu td. Fakir ilmu dan kebanyakan micin. Jd goblok dech. Tulisan panjang dari generasi micin

    ReplyDelete
  20. Islam itu bukan hanya milik bagi orang yang sudah memilih islam, Islam itu milik Allah, bagi siapa saja boleh koq memilih Islam.. Ustad Abdul Somad ? woow amazing..!!, dia idola saya.

    ReplyDelete
  21. Klo anda muslim anda hrs yaqin bwha "innaddiina 'indallahil islam"
    Agama yg diridhai allah islam
    Yg bnr tuh agama islam yg lain gak..klo smua agama bnr LIBERAL itu namanya..bljr dlu klo anda tau batas kmampuan ilmu anda sblm anda mngkritik ulama besar kami Ust.H Abdul Somad Lc.Ma kami akan mmbla wali wali Allah SWT..

    ReplyDelete
  22. ini miskin ilmu, tapi punya persepsi tinggi kali.
    ibaratnya baru lulus SMP mau jadi dosen (astaga).
    ilmu agama jangan dicampur sm politik bro.
    (emang ente paham kedekatan jaya suprana,emang deket karena sehati, apa ada maksud lain ????? paham gak ente... )gampang banget nilai org.
    emang kalo berkunjung atau dateng ketempat seseorang itu namanya dicintai??
    bersahabat mungkin... tp dicintai..!!! pikir dulu sebelum punya argument.

    ReplyDelete
  23. Saya juga tidak suka dengan statement Abdul Shomad yang menyatakan bahwa dikatakan ulama itu mesti dibenci orang kafir. Ada2 aja. Di kala manusia kagum2nya dengan Abdul Shomad, begitu pahitnya Allah akan menjatuhkannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Imam Syafi'i pernah berkata,
      "Kelak di akhir zaman akan datang ramai Ulama yang membingungkan umat, sehingga umat keliru antara Ulama Warosatul Anbiya' (Ulama Pewaris Para Nabi) dan Ulama Suu' (Ulama Jahat Akhir Zaman) yang menyesatkan umat".
      Maka Imam Syafi'i menambahkan,
      "Carilah Ulama yang paling dibenci oleh orang-orang KAFIR dan orang MUNAFIK, dan jadikanlah dia sebagai Ulama yang membimbingmu, dan jauhilah Ulama yang DEKAT dengan orang KAFIR dan MUNAFIK karena dia akan menyesatkanmu, menjauhkanmu dari keridhoan Allah."
      Imam Syafi’i (Rohimahullah) pernah ditanya oleh salah seorang muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah
      Jawab beliau,
      ” Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa) maka akan menunjukanmu siapa pengikut kebenaran”
      Jadi pilihlah dan ikutilah ulama dengan ciri berikut, insya Allah bisa melewati zaman penuh fitnah ini:
      @Ulama yang bila kita memandang wajahnya, mengingatkan kita kepada Allah
      @Ulama yang paling dibenci dan tidak disukai golongan Kafir, Fasik dan Munafik
      @Ulama yang keras terhadap orang kafir yang mengganggu Islam dan kaum muslimin namun lembut lembut kepada Kaum Muslimin.
      @Ulama yang bersungguh-sungguh dan istiqamah dengan sunnah Rasulullah.
      @Ulama yang selaras antara ucapan dan perbuatan
      @Ulama yang tidak peduli dengan caci maki orang kafir sejauh dirinya menyuarakan kebenaran
      @Ulama yang menyatukan umat bukan yang memecah-belah kesatuan umat
      @Ulama yang bila berkata-kata dengan nada bicara yang mendamaikan dan menjinakkan hati-hati yang keras lagi jumud.
      @Ulama yang mendahulukan hak-hak Allah, Rasulullah dan umat islam dari kepentingan diri, dan kelompoknya
      @Ulama yang jika kita memandangnya dan mendengar petuahnya semakin membuat hati kita semangat untuk lebih rajin beribadah
      Note. Pilihan boleh beda tapi Agamalah yg paling utama
      Wallahua'lam

      Delete
  24. Saya juga tidak suka dengan statement Abdul Shomad yang menyatakan bahwa dikatakan ulama itu mesti dibenci orang kafir. Ada2 aja. Di kala manusia kagum2nya dengan Abdul Shomad, begitu pahitnya Allah akan menjatuhkannya.

    ReplyDelete
  25. ..sesama Muslim kog saling menyalahkan..
    Tapi wajarlah, soalnya tiap orang ilmunya beda2 sih...
    Lagipula agama Islam mengajarkan untuk bermusyawarah..
    Tapi antum jgn sampai terbawa nafsu amarah ea..wolesss bro.
    Ingatlah, Almuslimu akhul Muslim..
    Kita kembalikan semua kepada Allah.. Sang pemilik ilmu

    ReplyDelete
  26. abdul somad itu sok pintar...maklum dia kan.pengamal bid'ah...jadi wajar kalo ulama yg jadi rukukan yg di tunjuk juga sma2 pengamal bid$ah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengamal bid'ah? Buktinya mana bung? Anda jangan asal nuduh kalo anda emg minim ilmu.

      Delete
    2. Imam Syafi'i pernah berkata,
      "Kelak di akhir zaman akan datang ramai Ulama yang membingungkan umat, sehingga umat keliru antara Ulama Warosatul Anbiya' (Ulama Pewaris Para Nabi) dan Ulama Suu' (Ulama Jahat Akhir Zaman) yang menyesatkan umat".
      Maka Imam Syafi'i menambahkan,
      "Carilah Ulama yang paling dibenci oleh orang-orang KAFIR dan orang MUNAFIK, dan jadikanlah dia sebagai Ulama yang membimbingmu, dan jauhilah Ulama yang DEKAT dengan orang KAFIR dan MUNAFIK karena dia akan menyesatkanmu, menjauhkanmu dari keridhoan Allah."
      Imam Syafi’i (Rohimahullah) pernah ditanya oleh salah seorang muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah
      Jawab beliau,
      ” Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa) maka akan menunjukanmu siapa pengikut kebenaran”
      Jadi pilihlah dan ikutilah ulama dengan ciri berikut, insya Allah bisa melewati zaman penuh fitnah ini:
      @Ulama yang bila kita memandang wajahnya, mengingatkan kita kepada Allah
      @Ulama yang paling dibenci dan tidak disukai golongan Kafir, Fasik dan Munafik
      @Ulama yang keras terhadap orang kafir yang mengganggu Islam dan kaum muslimin namun lembut lembut kepada Kaum Muslimin.
      @Ulama yang bersungguh-sungguh dan istiqamah dengan sunnah Rasulullah.
      @Ulama yang selaras antara ucapan dan perbuatan
      @Ulama yang tidak peduli dengan caci maki orang kafir sejauh dirinya menyuarakan kebenaran
      @Ulama yang menyatukan umat bukan yang memecah-belah kesatuan umat
      @Ulama yang bila berkata-kata dengan nada bicara yang mendamaikan dan menjinakkan hati-hati yang keras lagi jumud.
      @Ulama yang mendahulukan hak-hak Allah, Rasulullah dan umat islam dari kepentingan diri, dan kelompoknya
      @Ulama yang jika kita memandangnya dan mendengar petuahnya semakin membuat hati kita semangat untuk lebih rajin beribadah
      Note. Pilihan boleh beda tapi Agamalah yg paling utama
      Wallahua'lam

      Delete
  27. abdul somad itu sok pintar...maklum dia kan.pengamal bid'ah...jadi wajar kalo ulama yg jadi rukukan yg di tunjuk juga sma2 pengamal bid$ah...

    ReplyDelete
  28. Yg suka ngejek ulama ngikut ajaran nabi siapa ya?

    ReplyDelete
  29. Yg nulis ketauan NU garis keras ini mah.

    Karena ga terima cuma idrus ramli,buya yahya sama luthfi basori doang yg disebut ama ust.abdul somad.
    Terus menyertakan habib luthfi di daftar org yg ga disebut biar situ ga keliatan NU garis keras nya . Wkwk

    Idrus ramli itu aswaja, NU garis lurus. Tau gimana kelakuan nya said aqil .

    Ente liat dulu dah videonya said aqil . Wkwkwk

    ReplyDelete
  30. Kontra produktif. Atau hanya membela yang sepolitik saja? Padahal jelas jelas obyek kritiknya sama sama NU nya. Wkwkwk

    ReplyDelete
  31. Inilah penyebab umat Islam pecah, semua merasa paling benar. Ulama yg satu menjelek jelekan ulama yg lain. Kadang kadang ulama merasa menjadi Tuhan.

    ReplyDelete
  32. Woiiiii ente NU mana???aku NU Suroboyo GP Anshor Suroboyo....ngert biografi e ust Abdul Somad gak????dek'e 2009-2014 iku nag lembaga batsul Masa'il...ngert ga artie??berarti ust Abdul Somad Yo wong NU cokkk....koen Podo NU be nyalah2no.... Tabayyun sekkk....iku onok lanjutan videone dan menyebutkan bahwa Mbah Maimoen Zubair,Gus Mus....koen NU model opo cak...NU rusak Yo kenek model kyok koen ngene...ilmu ga sepiro emosi di dhisekno....ga usah sok2an lek ga eroh opo2 cok2

    ReplyDelete
  33. kowe wong sing durung tamyiz durung bisa membedakake sing apik endi sing bathil endi.... ustad Somad wong NU sing kudune dibela berani dakwah amar ma'ruf nahi mungkar langsung... lah kowe ngopo kerjaane? istighfar sing akeh ya nang... ben bisa dadi wong sing manfaat kanggo wong liyane, ojo mung bisa sok ngritik tapi nol kelakuane... wa Allahu a'lam bishowab...

    ReplyDelete
  34. Ya, saya maklum. Anda memang masih fakir ilmu, setidaknya belajar dulu biar gk fakir.

    ReplyDelete
  35. Ini lah pemikiran org liberal kaya gini tulisanya... Tujuanya hanya ingin memecah belah umat saja... Halal tuh darahnya...

    ReplyDelete
  36. Astagfirullah....
    Orang orang seperti inilah yang membuat kesesatan...
    Semoga tak ada yang akan mengikuti jejak pemikirannya...

    Semoga akan lebih banyak lagi ulama ulama seperti ustad Abdul Somat...

    ReplyDelete
  37. said aqil ,,, orang NU yang paling saya benci orang rusak dan perusak nu kok di jadiin contoh walah walah ,,,,

    ReplyDelete
  38. Dr sekian komen yg ada ternyata mayoritas anti NU struktural, NU resmi. Biasanya kelompok wahabi, asrabi, IM, HTI, dll. Anda tahu yang duduk di NU struktural itu kyai2 sepuh yg lebih alim ilmunya. Beliau2 dibelakang kyai Said. Pembenci kyai Said hanya bermodal video potongan yang dishare media2 pembenci NU.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Imam Syafi'i pernah berkata,
      "Kelak di akhir zaman akan datang ramai Ulama yang membingungkan umat, sehingga umat keliru antara Ulama Warosatul Anbiya' (Ulama Pewaris Para Nabi) dan Ulama Suu' (Ulama Jahat Akhir Zaman) yang menyesatkan umat".
      Maka Imam Syafi'i menambahkan,
      "Carilah Ulama yang paling dibenci oleh orang-orang KAFIR dan orang MUNAFIK, dan jadikanlah dia sebagai Ulama yang membimbingmu, dan jauhilah Ulama yang DEKAT dengan orang KAFIR dan MUNAFIK karena dia akan menyesatkanmu, menjauhkanmu dari keridhoan Allah."
      Imam Syafi’i (Rohimahullah) pernah ditanya oleh salah seorang muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah
      Jawab beliau,
      ” Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa) maka akan menunjukanmu siapa pengikut kebenaran”
      Jadi pilihlah dan ikutilah ulama dengan ciri berikut, insya Allah bisa melewati zaman penuh fitnah ini:
      @Ulama yang bila kita memandang wajahnya, mengingatkan kita kepada Allah
      @Ulama yang paling dibenci dan tidak disukai golongan Kafir, Fasik dan Munafik
      @Ulama yang keras terhadap orang kafir yang mengganggu Islam dan kaum muslimin namun lembut lembut kepada Kaum Muslimin.
      @Ulama yang bersungguh-sungguh dan istiqamah dengan sunnah Rasulullah.
      @Ulama yang selaras antara ucapan dan perbuatan
      @Ulama yang tidak peduli dengan caci maki orang kafir sejauh dirinya menyuarakan kebenaran
      @Ulama yang menyatukan umat bukan yang memecah-belah kesatuan umat
      @Ulama yang bila berkata-kata dengan nada bicara yang mendamaikan dan menjinakkan hati-hati yang keras lagi jumud.
      @Ulama yang mendahulukan hak-hak Allah, Rasulullah dan umat islam dari kepentingan diri, dan kelompoknya
      @Ulama yang jika kita memandangnya dan mendengar petuahnya semakin membuat hati kita semangat untuk lebih rajin beribadah
      Note. Pilihan boleh beda tapi Agamalah yg paling utama
      Wallahua'lam

      Delete
  39. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  40. Untuk admin yusuf hasyim, sepertinya anda keliru mengartikan kata kafir dan munafik. Saya mw luruskan nih. Pertama Kriteria munafik salah satunya adalah golongan yg ngakunya 'muslim' tp membantu kepetingan kafir yg notabenenya benci syariat islam dalam ruang politik, ekonomi dan agama. Kedua, kriteria kafir itu ada 4 yaitu kafir Harbi, Dzimmi, Mu’ahad dan Musta’min. Kafir dzimmi, mu'ahad, musta'min itu pengertiannya hampir sama yaitu orang kafir yg melakukan perjanjian damai dengan penguasa muslim serta tidak boleh disakiti dan golongan kafir ini tidak boleh diganggu ibadahnya. Kalau kafir harbi adalah golongan yg membenci islam serta melakukan perlawanan dan golongan ini wajib diperangi. Yg anda katakan diatas bahwa hari tanoe dan jaya suprana itu termasuk kafir mua'had. Beda dgn ahok yg terang2an menghina al qur'an dan syariat islam itu termasuk kafir harbi. Nah apa yg dimaksud 'dekati ulama yg dibenci kafir dan munafik' itu orang kafir dari golongan harbi dan orang munafik yg membantu kepentingan politik kafir harbi.

    ReplyDelete
  41. Saya bingung dgn yg nulis ini, dia ngaku sendiri fakir ilmu tapi malah menggurui ust abdul somad. Ibarat anak sd menggurui anak kuliahan.

    ReplyDelete
  42. Baru apal 1 hadist uda mw kritik ust abdul somat

    ReplyDelete
  43. Imam Syafi'i pernah berkata,
    "Kelak di akhir zaman akan datang ramai Ulama yang membingungkan umat, sehingga umat keliru antara Ulama Warosatul Anbiya' (Ulama Pewaris Para Nabi) dan Ulama Suu' (Ulama Jahat Akhir Zaman) yang menyesatkan umat".
    Maka Imam Syafi'i menambahkan,
    "Carilah Ulama yang paling dibenci oleh orang-orang KAFIR dan orang MUNAFIK, dan jadikanlah dia sebagai Ulama yang membimbingmu, dan jauhilah Ulama yang DEKAT dengan orang KAFIR dan MUNAFIK karena dia akan menyesatkanmu, menjauhkanmu dari keridhoan Allah."
    Imam Syafi’i (Rohimahullah) pernah ditanya oleh salah seorang muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah
    Jawab beliau,
    ” Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa) maka akan menunjukanmu siapa pengikut kebenaran”
    Jadi pilihlah dan ikutilah ulama dengan ciri berikut, insya Allah bisa melewati zaman penuh fitnah ini:
    @Ulama yang bila kita memandang wajahnya, mengingatkan kita kepada Allah
    @Ulama yang paling dibenci dan tidak disukai golongan Kafir, Fasik dan Munafik
    @Ulama yang keras terhadap orang kafir yang mengganggu Islam dan kaum muslimin namun lembut lembut kepada Kaum Muslimin.
    @Ulama yang bersungguh-sungguh dan istiqamah dengan sunnah Rasulullah.
    @Ulama yang selaras antara ucapan dan perbuatan
    @Ulama yang tidak peduli dengan caci maki orang kafir sejauh dirinya menyuarakan kebenaran
    @Ulama yang menyatukan umat bukan yang memecah-belah kesatuan umat
    @Ulama yang bila berkata-kata dengan nada bicara yang mendamaikan dan menjinakkan hati-hati yang keras lagi jumud.
    @Ulama yang mendahulukan hak-hak Allah, Rasulullah dan umat islam dari kepentingan diri, dan kelompoknya
    @Ulama yang jika kita memandangnya dan mendengar petuahnya semakin membuat hati kita semangat untuk lebih rajin beribadah
    Note. Pilihan boleh beda tapi Agamalah yg paling utama
    Wallahua'lam

    ReplyDelete
  44. You could definitely see your skills in the article you write. The arena hopes for more passionate writers such as you who are not afraid to mention how they believe. At all times go after your heart. yahoo login

    ReplyDelete
  45. Perlu banyak belajar penulis nya, klo mau berdebat langsung sama UAS ,������

    ReplyDelete
  46. Ada baiknya jika penulis memberikan informasi jelasi tentang profile penulisnya bahkan kontak yang bisa dihubungi.

    ReplyDelete
  47. Perlu banyak belajar penulis nya, klo mau berdebat langsung sama UAS ,������

    ReplyDelete
    dewa poker

    ReplyDelete
  48. Dan penulis ini tidak cerdas

    ReplyDelete
  49. Jangan berburuk sangka hanya karena sebuah ucapan.apa yang diucapkan UAS semata2 untuk mengingatkan umatnya agar terhindar dari jalan yg sesat.
    Kenapa pula penulis menggunakan definisi kafir dari tokoh yang pernah dituduh syiah?
    Saya yakin UAS dengan usianya sekarang cukup dalam ilmunya dengan tingkat pendidikan S2 dari timur tengah. Selain itu beliau konsisten dalam memperjuangkan umatnya.

    ReplyDelete
  50. penulis kalo antum emg pandai.... tunjukin muka dong ayuk dialog agama sama guru ana ust somad.... kalo memang antum paham agama.....jangan pengecut lah kritik orang tp ga berani nongol... gwa biayain buat ketemu ust somad...tp kalo antum kalah dialog ya tanggung semua lah

    ReplyDelete

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018