Klarifikasi Doa Berbuka Puasa Yang Didloifkan Wahabi

Erhaje88


Semoga jawaban ini cukup memberikan kesadaran kita semua.
Pertanyaan:
1. Apakah doa berbuka puasa:
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻟﻚ ﺻﻤﺖ ﻭ ﺑﻚ ﺍﻣﻨﺖ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗﻚ ﺍﻓﻄﺮﺕ ﺑﺮﺣﻤﺘﻚ ﻳﺎ ﺍﺭﺣﻢ ﺍﻟﺮﺍﺣﻤﻴﻦ
adalah hadits palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di kitab hadits manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa ini sebagai hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa seperti saya dan anda. Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa. Benarkah?

2. Kalau dho'if kenapa lebih terkenal dibanding doa ini?
ﺫﻫﺐ ﺍﻟﻈﻤﺄ ﻭﺍﺑﺘﻠﺖ ﺍﻟﻌﺮﻭﻕ ﻭﺛﺒﺖ ﺍﻷﺟﺮ ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻞ
3. Salah satu doa yang tidak tertolak adalah saat berbuka puasa. Pertanyaan: kapan doa itu dilaksanakan ?sebelum membatalkan puasa, berbareng saat berdoa buka puasa atau setelah membatalkan puasa ? terima kasih.

Jawaban:
Derajat hadits tersebut adalah Mursal, namun di-dhoifkan oleh muhaddits otodidak wahabi ( albani dalam al-jami'i al- shoghir, nama kitabnya hampir sama dengan jami'ish shoghir nya ASWAJA ).
Adalah terlalu berlebihan kalau menyatakan salah, apalagi bid’ah berdo’a dengan do’a tersebut. Karena sebagai do’a, asalkan maknanya tidak bertentangan dengan aqidah Islam dan tidak untuk maksiyat, maka disunnahkan berdo’a walaupun do’a buatan sendiri atau dengan bahasa non Arab sekalipun. Apalagi do’anya orang yang berpuasa tidak ditolak. Rasulullah saw bersabda:
ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٌ ﻟَﺎ ﺗُﺮَﺩُّ ﺩَﻋْﻮَﺗُﻬُﻢْ : ﺍﻟْﺈِﻣَﺎﻡُ ﺍﻟْﻌَﺎﺩِﻝُ، ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺋِﻢُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻔْﻄِﺮَ، ﻭَﺩَﻋْﻮَﺓُ ﺍﻟْﻤَﻈْﻠُﻮﻡِ ﺗُﺤْﻤَﻞُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻐَﻤَﺎﻡِ، ﻭَﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻟَﻬَﺎ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺮَّﺏُّ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ : ﻭَﻋِﺰَّﺗِﻲ ﻟَﺄَﻧْﺼُﺮَﻧَّﻚَ ﻭَﻟَﻮْ ﺑَﻌْﺪَ ﺣِﻴﻦٍ

"Tiga orang yang doa mereka tidak terhalang, yaitu imam (pemimpin) yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang dizholimi. Doa mereka dibawa ke atas awan dan dibukakan pintu langit untuknya, lalu Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Demi izzah-Ku, Aku akan menolongmu meski setelah beberapa waktu.” (HR Ahmad, dari Abu Hurairah, shahih lighairihi).
Apalagi ada hadits yang bahwa Rasulullah diriwayatkan juga berdo’a dengan do’a yang sebagian lafadznya seperti di atas:
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺴَﺪَّﺩٌ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻫُﺸَﻴْﻢٌ، ﻋَﻦْ ﺣُﺼَﻴْﻦٍ، ﻋَﻦْ ﻣُﻌَﺎﺫِ ﺑْﻦِ ﺯُﻫْﺮَﺓَ، ﺃَﻧَّﻪُ ﺑَﻠَﻐَﻪُ ” ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻓْﻄَﺮَ ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕُ »
Sesungguhnya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu (HR. Abu Dawud, diriwayatkan juga oleh Al Baihaqi, Ath Thabarany, Ibnu Abi Syaibah)
Namun dalam catatan kaki Kitab Jâmi’ul Ushul, karya Ibnul Atsir (w. 606 H), dengan tahqiq Abdul Qadir Arna’uth dan disempurnakan Basyir ‘Uyûn, Maktabah Dârul Bayân, juz 6 hal.378 dinyatakan:
ﺭﻗﻢ ‏( 2358 ‏) ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻮﻡ، ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻋﻨﺪ ﺍﻹﻓﻄﺎﺭ، ﻣﺮﺳﻼً، ﻭﻟﻜﻦ ﻟﻠﺤﺪﻳﺚ ﺷﻮﺍﻫﺪ ﻳﻘﻮﻯ ﺑﻬﺎ.
Nomor (2358) dalam (kitab) Puasa, bab perkataan saat berbuka, mursal, akan tetapi hadits ini memiliki syawâhid yang memperkuatnya.
Berikut beberapa redaksi do’a terkait:
1) Ath Thabarany dalam Mu’jam as Shaghir (2/133):
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ , ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕُ
2) Ath Thabarany dalam Ad Du’â, hal 286
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕُ، ﺗَﻘَﺒَّﻞْ ﻣِﻨِّﻲ ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ
3) Dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (2/344), Ar Rabi’ bin Khutsaim ketika mau berbuka berdo’a:
ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﻋَﺎﻧَﻨِﻲ ﻓَﺼُﻤْﺖُ ﻭَﺭَﺯَﻗَﻨِﻲ ﻓَﺄَﻓْﻄَﺮْﺕُ
4) Dalam Tartîbul ‘Amâly, 1/344:
ﺑِﺎﺳْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕُ، ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ، ﺗَﻘَﺒَّﻠْﻪُ ﻣِﻨِّﻲ ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ
Juga diriwayatkan bahwa Ibnu ‘Umar ketika mau berbuka berdo’a:
ﻳَﺎ ﻭَﺍﺳِﻊَ ﺍﻟْﻤَﻐْﻔِﺮَﺓِ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲ
Wahai Dzat Yang luas ampunannya, ampuni aku (HR. Al Baihaqy)
Bagus juga berdo’a dengan do’a:
ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈَّﻤﺄُ، ﻭﺍﺑْﺘَﻠَّﺖِ ﺍﻟﻌُﺮُﻭﻕُ، ﻭﺛَﺒَﺖَ ﺍﻷﺟﺮُ ﺇِﻥ ﺷﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪُ
Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, dan telah tetap pahala, insya Allah (HR. Abu Daud, Ad Daruquthni menyatakan sanadnya hasan, Al Hakim menyatakan sanadnya shahih menurut Syaikhain/
bukhori muslim)
Imam Thobrony menyatakan haditsnya marfu'
( ﺣﺪﻳﺚ ﻣﺮﻓﻮﻉ ‏) ﺛﻨﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺑْﻦِ ﺷَﺒِﻴﺐٍ ، ﺛﻨﺎ ﺇِﺳْﻤَﺎﻋِﻴﻞُ ﺑْﻦُ ﻋَﻤْﺮٍﻭ ﺍﻟْﺒَﺠَﻠِﻲُّ ، ﺛﻨﺎ ﺩَﺍﻭُﺩُ ﺑْﻦُ ﺍﻟﺰِّﺑْﺮِﻗَﺎﻥِ ، ﻋَﻦْ ﺷُﻌْﺒَﺔَ ، ﻋَﻦْ ﺛَﺎﺑِﺖٍ ، ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲٍ ، ﻗَﺎﻝَ : ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻓْﻄَﺮَ ، ﻗَﺎﻝَ : " ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕُ " .
Simak penjelasan keterangan berikut dari ulama lintas madzhab.
Kaum Muslimin di seluruh dunia termasuk di Indonesia apabila berbuka puasa biasa membaca do’a berikut:
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚ ﺻُﻤْﺖ ﻭَﺑِﻚ ﺁﻣَﻨْﺖُ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕُ ، ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈَّﻤَﺄُ ﻭَﺍﺑْﺘَﻠَّﺖْ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮُ ﺇﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ .
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah”.
Pembacaan do’a seperti ini – dengan variasi tambahan dan pengurangan – merupakan warisan turun-temurun dari para Ulama Waratsatul Anbiya. Mereka yang menganjurkan membaca do’a ini adalah para Ahli Hadis dan Fuqaha dari berbagai Madzhab. Dari Ulama Madzhab Hanafi misalnya kita menemukan penjelasan dari Al Imam Fakhruddin Utsman bin Ali az Zaila’i:
ﻭَﻣِﻦْ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔِ ﺃَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻝَ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟْﺈِﻓْﻄَﺎﺭِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚ ﺻُﻤْﺖ ﻭَﺑِﻚ ﺁﻣَﻨْﺖ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻚ ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕ .
Artinya: Di antara Sunnat adalah ketika berbuka puasa dianjurkan mengucapkan: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal dan dengan rizki-Mu aku berbuka. (Lihat kitab Tabyinul Haqa’iq Syarah Kanzud Daqa’iq karya Al Imam Az Zaila’i juz 4 halaman 178).
- Dari Ulama Madzhab Maliki antara lain disebutkan dalam Kitab Al Fawakih Ad Dawani Ala Risalah Ibni Abi Zaid Al Qirwani karya Syekh Ahmad bin Ghunaim bin Salim bin Mihna An Nafrawi :
ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﻧَﺪْﺑًﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ : ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚ ﺻُﻤْﺖ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕ ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲ ﻣَﺎ ﻗَﺪَّﻣْﺖ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺧَّﺮْﺕ ، ﺃَﻭْ ﻳَﻘُﻮﻝُ : ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚ ﺻُﻤْﺖ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕ ، ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈَّﻤَﺄُ ﻭَﺍﺑْﺘَﻠَّﺖْ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮُ ﺇﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ .
Artinya: Dan Sunnat ketika berbuka puasa mengucapkan: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Maka ampunilah dosaku yang lalu dan yang akan datang”. Atau mengucapkan: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah”. (Lihat pada Juz 3 halaman 386).
- Dari Madzhab Syafi’i antara lain dikemukakan Al Hafizh Al Imam An Nawawi dalam Al Majmu’ Syarah Al Muhadzdzab:
ﻭﺍﻟﻤﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻋﻨﺪ ﺇﻓﻄﺎﺭﻩ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚ ﺻُﻤْﺖ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕ ﻟﻤﺎ ﺭﻭﻯ ﺃﺑﻮ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻗﺎﻝ " ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﺫﺍ ﺻﺎﻡ ﺛﻢ ﺃﻓﻄﺮ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚ ﺻُﻤْﺖ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕ .
Artinya: Dan yang disunnahkan ketika berbuka puasa itu adalah mengucapkan: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka”. Berdasarkan Hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW itu apabila berpuasa kemudian berbuka membaca “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka”. (Lihat Al Majmu’ Juz 6 halaman 363).
- Dari Madzhab Hanbali antara lain dikemukakan oleh Ibnu Qudamah Al Maqdisi.
ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﺗﻌﺠﻴﻞ ﺍﻻﻓﻄﺎﺭ ﻭﺗﺄﺧﻴﺮ ﺍﻟﺴﺤﻮﺭ، ﻭﺃﻥ ﻳﻔﻄﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﻤﺮ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺠﺪ ﻓﻌﻠﻰ ﺍﻟﻤﺎﺀ،ﻭﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻋﻨﺪ ﻓﻄﺮﻩ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚ ﺻُﻤْﺖ ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕ ، ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙ ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺗَﻘَﺒَّﻞْ ﻣِﻨِّﻲ ﺇﻧَّﻚ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ
Artinya: Dan disunnahkan menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Dianjurkan agar berbuka dengan kurma atau jika tidak ada, dengan air. Dan ketika berbuka hendaklah membaca, “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka”. Maha Suci Engkau ya Allah dan segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, terimalah ibadahku sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Asy Syarh Al Kabir karya Ibnu Qudamah, juz 3, halaman 76)
Para Ulama itu mengamalkan do’a tersebut berdasarkan warisan ilmu yang diterima secara turun temurun dari generasi ke genarasi dan bermuara di generasi awal Ummat ini. Namun do’a tersebut pun terdapat pula catatannya di dalam kitab-kitab Hadis. Di antara buku Hadis yang mencantumkannya adalah buku karya Al Imam Abu Dawud, seorang penyusun buku Hadis bermadzhab Hanbali dalam Sunannya:
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦُ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺃَﺑُﻮ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﻠِﻰُّ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦِ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧِﻰ ﺍﻟْﺤُﺴَﻴْﻦُ ﺑْﻦُ ﻭَﺍﻗِﺪٍ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣَﺮْﻭَﺍﻥُ - ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﺑْﻦَ ﺳَﺎﻟِﻢٍ - ﺍﻟْﻤُﻘَﻔَّﻊُ - ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺍﺑْﻦَ ﻋُﻤَﺮَ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﻋَﻠَﻰ ﻟِﺤْﻴَﺘِﻪِ ﻓَﻴَﻘْﻄَﻊُ ﻣَﺎ ﺯَﺍﺩَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜَﻒِّ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻓْﻄَﺮَ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈَّﻤَﺄُ ﻭَﺍﺑْﺘَﻠَّﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍﻷَﺟْﺮُ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ‏» . ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ).
Artinya: Marwan bin Salim berkata; Aku melihat Ibnu Umar memegang jenggotnya dan memotong yang melebihi genggaman telapak tangannya dan berkata: Rasulullah SAW itu apabila berbuka puasa mengucapkan “Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah”. (HR Abu Dawud).
Al Imam Al Baihaqi, seorang penyusun kitab Hadis bermadzhab Syafi’i meriwayatkan dalam As Sunan Al Kubra – selain Hadis di atas – sebuah Hadis lain;
ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻋَﻠِﻰٍّ ﺍﻟﺮُّﻭﺫْﺑَﺎﺭِﻯُّ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺑَﻜْﺮِ ﺑْﻦُ ﺩَﺍﺳَﺔَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺩَﺍﻭُﺩَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺴَﺪَّﺩٌ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻫُﺸَﻴْﻢٌ ﻋَﻦْ ﺣُﺼَﻴْﻦٍ ﻋَﻦْ ﻣُﻌَﺎﺫِ ﺑْﻦِ ﺯُﻫْﺮَﺓَ : ﺃَﻧَّﻪُ ﺑَﻠَﻐَﻪُ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻓْﻄَﺮَ ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕُ ‏» .‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻓﺎﻟﺴﻨﻦ ﺍﻟﻜﺒﺮﻯ )
Artinya: Bahwasanya nabi Muhammad SAW itu apabila berbuka puasa membaca “Allahumma Laka Shumtu…” [Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka]. (HR Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra Juz 4 halaman 239)
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa membaca do’a “Allahumma laka Shumtu….” Sebagaimana yang biasa dilakukan Ummat Islam adalah Sunnah. Adapun adanya keterangan sebagian orang yang menilai Hadisnya lemah dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pertama, lemahnya sebuah Hadis tidak serta merta terlarang mengamalkannya sebab kelemahan itu hanyalah pada penisbatannya kepada Rasulullah SAW, tidak ada kaitannya dengan boleh-tidaknya dibaca.
Kedua, Hadis “Allahumma Laka Shumtu…” sungguhpun dha’if namun ia melengkapi Hadis “Dzahabazh Zhama’u…”. yang yang Hasan itu. Bentuk kedua ini belum merupakan do’a sebab hanya bentuk berita atau ucapan biasa yang disampaikan Rasulullah SAW saat minum air. Bacaan ini baru menjadi do’a manakala disambungkan dengan kalimat “Allahumma…” yang berarti “Ya Allah”.
Ketiga, bacaan do’a tersebut telah diamalkan dan dianjurkan oleh semua Ulama Madzhab Empat Itu artinya membaca “Allahumma laka Shumtu” merupakan kesepakatan Ummat Islam.
Apabila ada orang awam yang melarang membaca “Allahumma Laka Shumtu…” maka orang tersebut dapat dikatakan menganut aliran sesat, sebab – selain menyalahi kesepakatan Ummat Islam – tidak ada dalil yang menjadi dasarnya. Bahkan, sabda Rasulullah SAW di atas menganjurkan kita memilih do’a sesuka kita. Lalu dengan alasan apa orang tersebut melarang membaca do’a “Allahumma Laka Shumtu..” ?. Bukankah dengan larangannya itu berarti ia telah membuat Syari’at baru?. Kalau saja membaca do’a yang terdapat dalam Hadis Shahih itu diharamkan, tanyakan kepada orang itu; “Pernahkan anda berdo’a dengan Bahasa Indonesia agar anak anda sukses sekolahnya?. Jika pernah, lalu apakah ada dalilnya bentuk do’a yang anda baca itu?. Lalu bagaimana anda melarang orang membaca do’a yang disepakati Ummat Islam dari dulu hingga sekarang hanya gara-gara “katanya” Hadisnya dha’if ?.
Para ulama menganjurkan membaca do'a tersebut, simak hadits yang mereka (Rohimahumullahu) takhrij : Lihat dalam taisiril wushul ila ahaaditsir rosul.
ﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄﺮ ﻗﺎﻝ : ﺍﻟﻠﻬﻢَّ ﻟﻚ ﺻﻤﺖُ ﻭﻋﻠﻰ ﺭِﺯﻗِﻚ ﺃﻓﻄﺮﺕُ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺯﻫﺮﺓ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺍﻟﻤﺮﺍﺳﻴﻞ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 203
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺃﻭﺭﺩﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻤﺮﺍﺳﻴﻞ
ﺃﻥّ ﺍﻟﻨﺒﻲَّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄﺮ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻟﻚ ﺻﻤﺖ ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗﻚ ﺃﻓﻄﺮﺕ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺯﻫﺮﺓ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺳﻨﻦ ﺃﺑﻲ ﺩﺍﻭﺩ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 2358
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺳﻜﺖ ﻋﻨﻪ ‏[ ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺭﺳﺎﻟﺘﻪ ﻷﻫﻞ ﻣﻜﺔ ﻛﻞ ﻣﺎ ﺳﻜﺖ ﻋﻨﻪ ﻓﻬﻮ ﺻﺎﻟﺢ ‏]
ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨَّﺒﻲُّ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄَﺮ ﻗﺎﻝ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﻠَّﻬﻢَّ ﻟﻚَ ﺻُﻤْﺖُ ﻭﻋﻠﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃﻓﻄَﺮْﺕُ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻲ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺍﻟﻤﻌﺠﻢ ﺍﻷﻭﺳﻂ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 7/298
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﻟﻢ ﻳﺮﻭ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻋﻦ ﺷﻌﺒﺔ ﺇﻻ ﺩﺍﻭﺩ ﺑﻦ ﺍﻟﺰﺑﺮﻗﺎﻥ ﺗﻔﺮﺩ ﺑﻪ ﺇﺳﻤﺎﻋﻴﻞ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ
ﺍﻟﻠﻬﻢَّ ﻟﻚَ ﺻُﻤْﺖُ ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗِﻚَ ﺃﻓﻄﺮﺕُ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﺃﺑﻮ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 6/362
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﻏﺮﻳﺐ، ﻟﻴﺲ ﻣﻌﺮﻭﻓﺎ، ﻭﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﺮﺳﻼ، ﻭﻣﻦ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻣﺴﻨﺪﺍً ﻣﺘﺼﻼً ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺿﻌﻴﻒ
ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲَّ _ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ _ ﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄﺮَ ﻗﺎﻝ : ﺍﻟﻠﻬﻢَّ ﻟﻚَ ﺻﻤﺖُ، ﻭﻋﻠﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃﻓﻄﺮﺕُ .
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺯﻫﺮﺓ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺍﻟﺬﻫﺒﻲ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺍﻟﻤﻬﺬﺏ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 4/1616
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﻣﺮﺳﻞ
ﺃﻥَّ ﺍﻟﻨﺒﻲَّ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪِ ﻭﺳﻠَّﻢَ ﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄﺮَ ﻗﺎﻝ : ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟﻚَ ﺻُﻤﺖُ ﻭﻋﻠﻰ ﺭِﺯﻗِﻚَ ﺃﻓْﻄَﺮﺕُ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺯﻫﺮﺓ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻤﻠﻘﻦ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺍﻟﺒﺪﺭ ﺍﻟﻤﻨﻴﺮ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 5/710
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺣﺴﻦ ﻟﻜﻨﻪ ﻣﺮﺳﻞ
ﺑﻠﻐَﻪ ﺃﻥَّ ﺭﺳﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋﻠﻴﻪِ ﻭﺳﻠَّﻢَ ﻛﺎﻥَ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄﺮَ ﻗﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻬﻢَّ ﻟَﻚَ ﺻﻤﺖُ ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗِﻚ ﺃﻓﻄﺮﺕُ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺯﻫﺮﺓ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻤﻠﻘﻦ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺷﺮﺡ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻻﺑﻦ ﺍﻟﻤﻠﻘﻦ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 13/400
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﻣﺮﺳﻞ ‏[ ﻭﺭﻭﻱ ‏] ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﻧﺲ ﻣﺮﻓﻮﻋﺎً ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﻓﻴﻪ ﺿﻌﻒ
ﺃﻥَّ ﺭﺳﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗﻌﺎﻟَﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄﺮ ﻗﺎﻝ : ﺍﻟﻠﻬﻢَّ ﻟﻚ ﺻﻤﺖُ ﻭﻋﻠﻰ ﺭِﺯﻗﻚَ ﺃﻓﻄﺮﺕُ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺯﻫﺮﺓ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻤﻠﻘﻦ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺧﻼﺻﺔ ﺍﻟﺒﺪﺭ ﺍﻟﻤﻨﻴﺮ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 1/327
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺣﺴﻦ ﻟﻜﻨﻪ ﻣﺮﺳﻞ
ﺃﻥَّ ﺍﻟﻨﺒﻲَّ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪِ ﻭﺳﻠَّﻢَ ﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄﺮَ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻬﻢَّ ﻟﻚ ﺻﻤﺖُ ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗﻚ ﺃﻓﻄﺮﺕُ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺯﻫﺮﺓ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻤﻠﻘﻦ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺗﺤﻔﺔ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺝ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 2/96
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﻣﺮﺳﻞ
ﺃﻥَّ ﺍﻟﻨﺒﻲَّ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ ﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄَﺮ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻬُﻢ ﻟﻚَ ﺻﻤﺖُ ، ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗِﻚَ ﺃﻓﻄَﺮﺕُ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺯﻫﺮﺓ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺇﺭﺷﺎﺩ ﺍﻟﻔﻘﻴﻪ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 289/1
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﻣﺮﺳﻞ، ﻭﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻭﻧﺤﻮﻩ، ﻭﻻ ﻳﺼﺢ ﺳﻨﺪﻩ
ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲَّ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪِ ﻭﺳﻠَّﻢَ ﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄﺮ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻬﻢَّ ﻟﻚ ﺻﻤﺖُ ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗِﻚ ﺃﻓﻄﺮﺕُ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺯﻫﺮﺓ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﻤﻨﺎﻭﻱ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺗﺨﺮﻳﺞ ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﻤﺼﺎﺑﻴﺢ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 2/169
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﻣﺮﺳﻞ
ﻛﺎﻥَ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ ﺇﺫﺍ ﺃﻓْﻄَﺮَ ﻗﺎﻝ ﺑﺴﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﻠﻬﻢَّ ﻟَﻚَ ﺻﻤْﺖُ ﻭﻋﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃﻓْﻄَﺮْﺕُ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺍﻟﻬﻴﺜﻤﻲ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﻣﺠﻤﻊ ﺍﻟﺰﻭﺍﺋﺪ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 3/159
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﻓﻴﻪ ﺩﺍﻭﺩ ﺑﻦ ﺍﻟﺰﺑﺮﻗﺎﻥ ﻭﻫﻮ ﺿﻌﻴﻒ
ﺃﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒﻲَّ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ ﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄﺮ ﻗﺎﻝ : ﺍﻟﻠَّﻬﻢَّ ﻟﻚ ﺻُﻤﺖُ ، ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗِﻚ ﺃﻓﻄﺮﺕُ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺯﻫﺮﺓ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺍﻟﻌﺴﻘﻼﻧﻲ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺍﻟﺘﻠﺨﻴﺺ ﺍﻟﺤﺒﻴﺮ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 2/801
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﻣﺮﺳﻞ
ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄﺮ ﻗﺎﻝ : ﺑﺴﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﻠَّﻬﻢَّ ﻟﻚ ﺻُﻤﺖُ، ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗِﻚ ﺃﻓﻄﺮﺕُ
ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺍﻟﻌﺴﻘﻼﻧﻲ - ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺍﻟﺘﻠﺨﻴﺺ ﺍﻟﺤﺒﻴﺮ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ : 2/802
ﺧﻼﺻﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪﺙ : ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺿﻌﻴﻒ
melihat pandangan ahli hadits diatas ,derajat hadits nya khilaf (marfu' , mursal dan dhoif ) kalaupun dhoif namun secara ma'na hasan , Imam ghozali saja yang tingkatannya " Hujjatul Islam" dalam banyak kitabnya mengutarakan amalan-amalan yang sumbernya dari hadits dho'if sebagai "Fadhoilul a'mal".
Dan menurut pribadi saya : "terlalu berlebihan kalau ada orang atau golongan yang tidak memperbolehkan do'a tersebut diatas dengan berdasarkan "sanad hadits nya lemah". Ta'dzimnya aswaja dengan menggabungkan keduanya
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻟﻚ ﺻﻤﺖ ﻭ ﺑﻚ ﺍﻣﻨﺖ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗﻚ ﺍﻓﻄﺮﺕ ﺑﺮﺣﻤﺘﻚ ﻳﺎ ﺍﺭﺣﻢ ﺍﻟﺮﺍﺣﻤﻴﻦ ﺫﻫﺐ ﺍﻟﻈﻤﺄ ﻭﺍﺑﺘﻠﺖ ﺍﻟﻌﺮﻭﻕ ﻭﺛﺒﺖ ﺍﻷﺟﺮ ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻞ
HADITH INI HASAN dan MA'MUL BIH (bisa diamalkan) termuat dalam : Asnal Mathalib
ﻭﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻪ ﺃَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻝَ ﺑَﻌْﺪَ ﻭﻓﻲ ﻧُﺴْﺨَﺔٍ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟْﺈِﻓْﻄَﺎﺭِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟﻚ ﺻُﻤْﺖ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕ ﻟِﻠِﺎﺗِّﺒَﺎﻉِ ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺃﺑﻮ ﺩَﺍﻭُﺩ ﺑِﺈِﺳْﻨَﺎﺩٍ ﺣَﺴَﻦٍ ﻟَﻜِﻨَّﻪُ ﻣُﺮْﺳَﻞٌ ﻭَﺭُﻭِﻱَ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﺃَﻧَّﻪُ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﺣِﻴﻨَﺌِﺬٍ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈَّﻤَﺄُ ﻭَﺍﺑْﺘَﻠَّﺖْ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮُ ﺇﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃﺳﻨﻰ ﺍﻟﻤﻄﺎﻟﺐ
Raudhatul Muhadditsin Abdul Qadir Al-Arnauth menyatakan : "Namun hadits ini memiliki syawahid(jalur lain) yang menguatkannya."
(Himpunan Santri Indonesia/FP)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

1 comment:

  1. Hellloooo jangan pd dengan salapi ya,,,,ntar terjerumus lho

    ReplyDelete

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018