Membuka Tabir Khilafah Bagian Dari Islam

Erhaje88

Khilafah muncul hasil keterpaksaan dari memanasnya suhu politik pasca Mangkatnya Kanjeng Nabi Muhammad saww, menghadap keharibaan Kekasihnya.

Kewafatan Kanjeng Nabi Saw, menjadikan suasana tanah Hijaz (Makkah-Madinah) gaduh, masing-masing dari para pemuka Quraisy dan Anshar saling merasa paling berhak mengganti posisi Rasul saw (khalifah), Muhajirin Vs Anshar yang mengadakan perundingan meja bundar di saqifah Bani Sa'idah hampir berakhir ricuh
, kemudian Sayidina Abu Bakar bersama Sayidina Umar ra menengahi dan singkat cerita perundingan( ijtima') di saqifah Bani Sa'idah menghasilkan konsensus berupa pembaiatan pertama Abu Bakar ra sah menjadi Khalifah(pengganti) Rasul Saww.

Kemudian pembaitan kedua atas Abu Bakar ra di lakukan di mesjid sebagai pembaitan Umum.

Rupanya, hasil Konsensus di Saqifah dengan di Baiatnya Abu Bakar ra sebagai Pengganti Rasul Saww, menjadikan sebagian kaum muslim di dalam Tanah Hijaz maupun di wilayah lain tidak setuju, akhirnya banyak suku yang membangkang, ada yang murtad, ada juga yang menolak zakat, bahkan ada yang mengaku sebagai Nabi.
Suku(qabilah) yang menolak zakat di prakarsai oleh Abs dan Zubyan.

Wilayah-wilayah yang kembali murtad adalah, Bahrain, Amman, Nujair, dan wilayah-wilayah kecil lainnya. Dan diantara nabi palsu ketika itu adalah Tuliahah yang mengaku mendapat Wahyu dari Allah Swt, diantara wahyu yang diterimanya adalah :

والحمام والیمام، والصرد والصوام، قد صمن قبلکم باعوام، لیتلغنا ملکنا العراق والشام
Demi burung dara dan burung tekukur, demi burung pemangsa yang kelaparan, yang sudah diburu beberapa tahun sebelummu, raja kita pasti dapat mengalahkan Irak dan Syam / Syuriah.
Lanjut baca di: 
Khilafah Bukan Dari Rasulullah, Tapi Lahir Karena Politik

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018