Agama Datang Tanpa Istilah Pribumi dan Non Pribumi

Erhaje88

Oleh: Fihril Kamal


Baru kemarin ada seonggok Abu Wawan yang bilangnya anti-Indonesia, anti-Amerika, anti-China, anti semua negara, dan segala macem konsep negara. Menurut mereka bernegara dan mendukung konsep kenegaraan itu kufur bin sesat,
karena bernegara itu mereka anggap sebagai Ashobiyah atau fanatisme kekelompokan, atau lebih spesifiknya tribalisme atau fanatisme kesukuan seperti pada Zaman Jahiliyah dulu.


Mereka lantas mengutip hadits Nabi saw yang mengatakan bahwa yang terbunuh dalam keadaan mendukung Ashobiyah (yang mereka artikan sebagai faham kebangsaan) maka ia mati seperti dalam keadaan Jahiliyah.

 Terlepas benar tidaknya penafsiran mereka itu mari sementara ini kita abaikan saja dulu, mengapa?
Karena, baru saja kemarin ada aksi yang dilakukan mereka yang mengangkat bendera, berbicara dan berkostum sebagaimana mereka yang anti-kebangsaan itu. Namun lucunya, tema yang diangkat dalam aksi itu justru seakan-akan "Membela Bangsa" dan malahan banyak bertebaran stiker-stiker bertuliskan "Pribumi", seakan-akan mereka hendak memberi penegasan antara mana yang Pribumi dan mana yang Non-Pribumi.
 Bukankah justru pembeda-bedaan antara Pribumi dan Non-Pribumi itulah sifat Ahsobiyah, fanatisme kekelompokan yang dikecam Nabi saw? yang pelakunya diancam mati seperti mati dalam keadaan jahiliyah? Ataukah mereka hendak menimbang dengan dua timbangan sehingga tidak apa-apa membeda-bedakan orang berdasarkan suku ataupun ras, asalkan khilafah ditegakkan dan konsep negara dihapuskan?

 Padahal menurut Kang Said (Ketua umum PBNU), dahulu Nabi Muhammad saw justru membuat Piagam Madinah untuk menyatukan berbagai suku dan agama dalam satu negara. Disana ada Kaum Muhajirin yang pendatang, ada Kaum Ansor yang penduduk asli Madinah, ada Kaum Yahudi, dan berbagai suku lainnya.

(Baca juga: Pribumi Lagi, Pribumi Lagi!)

 Saya berdoa semoga, kita semua (saya, anda, kami, dan mereka) kelak wafat dalam keadaan khusnul khotimah dan mudah-mudahan tidak mati dalam keadaan Jahiliyah.
Amin.

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018