Terkait Aksi Tolak Jenazah Pendukung Ahok, Buya Syafii Ma'arif: Itu Cara Primitif

Erhaje88



Penolakan terhadap jenazah Muslim yang diduga kuat mendukung cagub 2017, Ahok Djarot, untuk tidak dishalatkan di sebagian masjid - masjid di Jakarta adalah tindakan primitif. Tindakan ini merupakan tindakan sekelompok
orang yang tidak percaya diri.  Hal itu diungkapkan oleh Buya Syafi'i Ma'arif saat di wawancarai salah satu televisi nasional.

Tindakan seperti itu dinilai sebagai ajaran teologis yang memonopoli kebenaran, sebagaimana yg pernah dilakukan oleh kelompok "Khawarij".

Masih menurut Buya Syafi'i, dalam sejarah Islam kelompok Khawarij ini adalah sempalan (splinter group) di era Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang menolak kekhalifahannya dan menganggap semua yang diluar kelompok tersebut adalah kafir.
  Kaum Khawarij ini adalah cikal bakal kelompok-kelompok radikal jihadis dan takfiri modern.

Dalam wawancaranya yang disiarkan live tersebut, mantan ketua PP Muhammadiyyah itu mengatakan bahwa politik tidak boleh memanipulasi ajaran-ajaran agama sehingga mencerai-beraikan ummat Islam.
  Hanya karena kebencian dan penolakan terhadap seorang Ahok lantas terjadi praktik seperti penolakan mensholati jenazah orang Islam yang mendukung sang petahana tersebut.

Selengkapnya, tonton videonya berikut ini:


  Pendapat Buya Syafi'i Ma'arif ini sudah sepatutnya kita cermati dan kita renungkan dalam-dalam, demi keutuhan dan harmoni kehidupan bermasyarakat khususnya ukhuwwah Islamiyah di Nusantara ini.

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Pesan Tiket Langsung di Tiket.com: