Syeikh Dari Inggris Ini Jelaskan Hukum Terkait Slogan "Kembali Kepada al-Qur'an dan al-Hadits

Erhaje88



"Maka saya berpendapat: Termasuk Syirik Khafi (Tersembunyi) bila kita bermaksud melompati tradisi dan langsung kembali ke sumber -- Al Qur'an dan Sunnah -- karena itu berarti menempatkan pemikiran (akal) kita sendiri diatas pemikiran Muslim-Muslim yang lain"




Oleh: Fihril Kamal


Kembali ke Al-Qur'an dan Sunnah. Slogan tersebut terkesan luar biasa benar, tapi terkadang justru sering "disalah-gunakan" sebagai pembenaran kelompok tertentu untuk berlaku sok benar sendiri, menyalah-nyalahkan amaliah sesama muslim, bahkan sampai menyalahkan para ulama' generasi terdahulu.
Lantas bagaimanakah penjelasannya? Mari kita simak sama-sama uraian Timothy John Winter. Nama lain beliau adalah Syeikh Abdal Hakim Murad, seorang ulama berhaluan Ahlus Sunnah wal Jama'ah asal London, Inggris.
Dan mari kita sebarkan ini agar kita semua pada faham mengenai slogan "Kembali kepada al-Qur'an - al-Hadits".


Biografi Singkat:
Syaikh Abdal Hakim Murad adalah seorang Ulama' Ahlusunnah Wal Jama'ah asal Inggris, lulusan Al-Azhar, Mesir, beliau juga adalah seorang peneliti, penulis, sekaligus akademisi. Beliau adalah Dekan Cambridge Muslim College, Direktur dari Study Teologi dan Agama di Wolfson College dan Shaykh Zayed Lecturer di Islamic Studies di Cambridge University. Pada tahun 2007 Ia mendapat penghargaan King Abdullah I Prize for Islamic Thought, pada tahun 2012 namanya masuk sebagai tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia menempati urutan 50.

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018