Sebut Wahaby dan Syiah Aliran Aneh, Ahok Sok Tahu...

Erhaje88


Oleh: Acin Muhdor


Ahok bilang Syiah dan Wahabi aliran aneh: Saya menahan diri untuk mengulas hal ini. Dari hari senin kemarin (27/03/2017) tepatnya setelah komentar Ahok di acara debat final yang diselenggarakan oleh Mata Najwa. Rasanya jari-jari gatal sekali mau ngetik ulasan seputar ke-soktau-an Ahok
yang bila dipikir-pikir lagi ada benarnya juga.

Beberapa grup WA ramai --- nonsetop membicarakan komentar Ahok yang mengatakan Wahabi dan Syiah adalah aliran aneh. Saya bergeming sejak awal, karena saya juga emosi (sedikit) dan saya khawatir komentar saya di grup WA atau kolom komentar facebook punya dampak komunal.

Sekarang saya memberanikan diri untuk mengulasnya. Ketika Ahok berpendapat bahwa Syiah dan Wahabi adalah aliran aneh. Kita bisa memandang dari dua sisi.

Pertama: Ahok sebagai non muslim yang menerima data tentang mazhab-mazhab Islam lalu menyampaikannya ke publik.

Kedua: Ahok sebagai politisi yang khawatir dianggap memiliki keberpihakan kepada muslim minoritas karena sejauh ini Ahok akrab dengan stigma "dobel minoritas" (dia nonis dan chinese).

"Ahok sok tau!" Benar, Ahok sok tau.
"Ahok ga tau diuntung", benar, Ahok ga tau diuntung
"Ahok harusnya berterimakasih kepada orang-orang syiah". Benar, sudah seharusnya Ahok berterimakasih kepada orang-orang Syiah.
"Ahok memperkeruh suasana" Benar, Ahok memperkeruh suasana.
"Tu temen lo si Denny Siregar, kasi tau jangan kelewatan ngejilat Ahok", oh kalo itu bukan urusan gue lagi.

Itu sekilas interaksi yang saya alami dua hari terakhir ini.

Sobat, berulang kali saya katakan bahwa politisi membutuhkan stigma negatif agar namanya memiliki tempat yang tetap di benak publik. Entah sebagai pengkhianat, munafik, pembuat ulah, provokator (seperti yang Anies tuduhkan kepada Ahok), atau apapun itu.

Banyak orang lupa bahwa Ahok adalah seorang politisi, banyak orang tak mengerti bahwa (secara tidak langsung) terkesan ada yang memaksa Ahok bersaing dengan cara kotor dan banyak orang lupa bahwa dalam politik, agama (secara tak langsung dikesampingkan) dengan tujuan kekuasaan.

Fenomena Ahok bila dipandang dengan perspektif yang pertama, tentu siapapun akan kecewa dan merasa bahwa Ahok tak seharusnya mengatakan hal itu. Karena dia nonis dan terlalu sotoy berbicara tentang Islam. Ya itu jelas, tapi disini sudut pandang kita pun harus digeser sedikit.

Dalam politik, Ahok bukan lagi sebagai Kristiani atau Yahudi atau penganut agama tertentu. Ia berada dalam struktur ide baru, yang dinamis dan progresif, menembus apapun agar namanya tetap dikenang dan mampu mendulang suara mayoritas.

Persis seperti yang dilakukan Anies, menyambangi markas ormas yang dahulu ia benci. Banyak orang menilai bahwa Aniea benar-benar memanfaatkan isu agama untuk mendulang suara, sebagian lain bertanya-tanya--- mengapa Anies mengkritik dengan tidak tegas pelaku pemasang spanduk provokasi? bahkan sempat bersebaran foto Anies "agak" memeluk seorang wanita yang jelas bukan istrinya. Dalam politik, Itu tidak salah.

Waktu Ahok bilang Syiah dan Wahabi adalah aliran Aneh, Anies pun sebelumnya sudah terang-terangan menunjukkan ke-jijik-an pada Syiah, Wahabi dan Liberal. Padahal pendukungnya banyak dari kalangan Syiah dan Wahabi. Anies mengenal Syiah dan Wahabi, sedangkan Ahok tidak mengenal Syiah dan Wahabi.

Kita bisa saja berpendapat bahwa Anies tidak perduli bagaimana Syiah dan Wahabi. yang penting bagaimana cara dia mendulang suara mayoritas. Ahok-pun juga begitu, dia tak peduli bagaimana Syiah dan Wahabi, yang terpenting bagaimana cara agar bisa mendulang suara mayoritas.

Kesimpulan saya: buang paradigma tentang kesalehan dan kerendahan hati sebagai dalil memilih Gubernur. Kembalikan nalar kita pada premis paling dasar tentang apa fungsi seorang Gubernur. Bila memang fungsinya untuk membenahi kota dan mendekatkan kita pada kesejahteraan sosial, maka pilihlah Ahok, tapi bila memang Gubernur hanya berfungsi untuk memproduksi gagasan-gagasan "spektakuler", yang realisasinya masih belum jelas, silahkan pilih Anies.

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018