Raja Salman Yang Tidak Takut Api Neraka

Erhaje88




Oleh: Maaher At-Thuwailibi.

Dalam Islam, masalah keagamaan terbagi menjadi dua perkara; ada ushul (pokok/prinsip) dan ada furu’ (cabang). Nah, perkara pokok dalam agama tidak ada toleransi. Hanya ada haq atau bathil. Salah atau benar. Iman atau kufur, dan seterusnya.
Sedangkan perkara furu’ (cabang) memungkinkan terjadi ikhtilaf
(debatable/beda pendapat) diantara para ulama dengan masing-masing dalil dan argumentasi ilmiah yang melandasinya. Lalu Islam memberi tuntunan suci bagaimana menyikapi masalah furu’/khilafiyyah guna menghindari perpecahan dan menjunjung tinggi persatuan dan cinta kasih antar sesama kaum Muslimin, yaitu tasamuh, toleransi dan berlapang dada.

Contoh perkara furu’ dalam agama yang sederhana adalah masalah ISBAL (menjulurkan pakaian hingga melewati mata kaki). mengingat adanya sejumlah hadits Rasulullah yang melarang pakaian isbal. Memang, dalam hal ini pendapat atau argumentasi yang kuat dan jauh lebih selamat adalah pendapat yang menyatakan HARAM memakai pakaian isbal baik di dalam Shalat maupun di luar Shalat, baik dengan sombong atau tidak sombong.
 Ini pendapat yang lebih selamat menurut yang kami pegang. tapi, bukan berarti lantas pendapat ulama-ulama klasik yang menyatakan bahwa isbal tidak haram atau makruh tanzih mesti ditolak dan direndahkan. seolah-olah ulama itu dianggap bodoh semua. Apalagi sampai mengecam dan memvonisnya dengan neraka. Wal-'iyaadzubillah. karena Imam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah pun termasuk diantara ulama besar yang berpendapat bahwa Isbal itu tidaklah haram jika tidak disertai kesombongan. (Silahkan merujuk ke kitab Syarhul ’Umdah).

Adanya aliran perusak ditengah kehidupan ummat yang tidak jarang membuat masyarakat resah kadang menjadi momok bagi kita bersama. diantaranya ialah hobi mereka yang gampang memvonis orang lain “sesat”, “masuk neraka”, “ahli bid’ah”, dan seterusnya. Seakan-akan keberadaan mereka ini merupakan bagian dari konspirasi intelijen global yang sengaja di ciptakan untuk merusak ukhuwah ummat, merusak persaudaraan dan persatuan ummat; baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Sehingga doktrin-doktrin usang yang mereka promosikan ke hadapan ummat merupakan cermin/gambaran dari kadar intelektual keagamaan mereka yang dibawah rata-rata. Sehingga melahirkan sikap prematur yang merusak tatanan. Sungguh prilaku yang semacam ini hanya dilakukan oleh sekelompok kaum neo murji-ah di era modern yang merasa dirinya paling benar dan merasa pemegang kunci Surga, merekalah Salafy Klaimer (kaum Talafi/perusak) yang paling vokal mengaku-ngaku sebagai pendaki Manhaj Salaf, tetapi akhlaq dan prilaku mereka justru JAUH SEKALI DARI TELADAN SALAF itu sendiri.

Dulu, ketika Ustadz Ispiraini Hamdan, Lc mengundang kajian seorang doktor fiqih alumni Universitas Islam Madinah, ada seorang da'i Talafi yang membuat komentar: “jangan hadiri majelis yang diisi oleh DOKTOR YANG TIDAK TAKUT API NERAKA”.

Ustadz Ispir bertanya, “maksudnya apa?”
Dia jawab, “karena doktor tersebut celananya ISBAL (menjulurkan celana sampai dibawah mata kaki), itu artinya doktor tersebut tidak takut api neraka”.

Subhanallah.....

TAPI, ketika Raja Salman yang juga pakaiannya isbal (kainnya menjulur melewati mata kaki), kaum TALAFI di negeri ini tidak ada satupun yang berani menyambutnya dengan ungkapan “selamat datang wahai raja yang tidak takut api neraka”....?

Demikianlah sikap kaum jahil diakhir zaman, ruwaibidhoh modern, kaum “harap-harap cemas”
SalafyKlaimer alias Palsu
#murji-ah kekinian
#Jaahil Murokkab & StandarGanda

Nas’alullah Al-‘Aafiyyah wa Salamah.

-------------
Repost by:
👥 “Cahaya Salaf Group”
[ Pustaka At-Thuwailibi Channel ]

🌷☘🌺🌴🍃🌸🌾🌻

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: