Inilah Kata-Kata Terakhir Yang Diucapkan Rasulullah SAW Menjelang Sakarotul Maut

Erhaje88




Sebelum Allah memerintah malaikat Izroil untuk mencabut nyawa Rosulullah SAW, Dia berpesan kepada malaikat Jibril:

“Wahai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izroil
melakukan tugasnya!”
 Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW.

  Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam dari luar pintu.

“Bolehkah saya masuk?” tanyanya.
 Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata: “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

  Kemudian Fatimah kembali menemani Rosulullah SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah:

 “Siapakah itu wahai anakku?”

“Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut.


Lalu, manusia mulya ini menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah.
  Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rosulullah SAW menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Lalu dipanggillah malaikat Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata malaikat Jibril.

  Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

  “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya malaikat ibril lagi.

  “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
  “Jangan khawatir wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril.


  Detik-detik ajal semakin dekat, saatnya malaikat Izroil melakukan tugasnya. Perlahan ruh Muhammad SAW ditarik. Nampak seluruh tubuh beliau bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakit sakarotul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh.

  Fatimah terpejam, Ali bin Abi Tholib yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

  “Jijikkah kau melihatku hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril.

  Sebentar kemudian terdengar Rosulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi:

 “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada ummatku...”

Badan Rosulullah SAW mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya:

  “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)”.

  Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rosulullah SAW yang mulai kebiruan:

“Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”.

  Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi sinaran itu.

Menurut jumhur ulama sebagian Sakitnya Sakarotul maut Seluruh umat Nabi Muhammad SAW sudah dilimpahkan kepada beliau..
(Subkhanallah, Mulia sekali engkau wahai Muhammad SAW)


Betapa mendalam cinta Rosulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Sakitnya sakaratul maut itu tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut Mengagungkan Pangilan Nabinya.

Allahumma sholli 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad...
(Cerita Santri/FP)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018