Generasi Alay Ala Medsos, Mudah Mencaci-maki dan Menghasut Kemudian Ngumpet

Erhaje88

                 Dwi Ardika




Heran sama anak anak medsos sekarang, mudahnya mencaci maki orang lain, menghasut bahkan menantang sok jagoan. Giliran dicari, akunnya ngilang...

Dwi Ardika, baru baru ini mengecam tindakan Banser
yang 'membubarkan' kajian Wahabi di Sidoarjo dan Surabaya yang menghadirkan pentolan Wahabi, Khalid Basalamah.
Bukan hanya mengecam, ia juga menatang dan menulis dalam facebooknya bahwa darah para Banser halal untuk ditumpahkan.


Dalam statusnya yang lain ia menulis didindingnya dengan tulisan ekstrem, " Wanita yang mendukung Ahok maju di pilgub DKI 2017 boleh diperkosa ramai ramai...


Saya sebetulnya kepingin bertanya pada dia alasan dasarnya dari kitab apa, dalilnya mana dll. Namun akunnya keburu menghilang.

Sebegitukah rendahnya akhlak seorang pemuda Muslim zaman sekarang?

Dwi Ardika tentu bukanlah mewakili para pemuda maupun ormas Islam manapun. Namun tindakannya menulis di medsos tersebut yang jauh sekali dari nilai nilai agama menunjukkan gagalnya dalam memahami sebuah ajaran.
Sangat disayangkan bila generasi muda diisi oleh Ardika-Ardika lain yang hanya bisanya marah, memaki, menghasut serta memfitnah tanpa rasa salah dan sedikitpun tidak ada niat untuk mencari penjelasan.

Selamatkan generasi muda Islam dari generasi alay, generasi penghasut, pemarah dan pendendam.

*Update:
Ini foto-foto yang baru kami dapat dalam salah satu komentar di facebook. Jika ada yang mengenalinya atau mengenali wanita ini segera dikonfirmasikan kepada Banser atau GP Ansor setempat. Ia mengaku dalam status di facebook sebagai alumni SMAN 5 Yogyakarta

 
 

Lagi, Hina Habib Luthfi bin Yahya - Pekalongan, akun Aziezah Mumtazah (Abiie) Buronan Banser .

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018