Anies Baswedan "Khianati" Sumpahnya Para Pemuda pada 1928

Erhaje88

Anies Baswedan adalah sosok kalangan akademis ya ng menjelma sebagai politikus. Awalnya saya suka sekali gayanya
saat ia menjadi moderator debat capres beberapa tahun lalu. Penampilannya kalem, jauh dari kesan
sangar. Mampu mendinginkan suasana saat para pendukung masing masing capres saat keadaan mulai memanas.
Tampilannya yang mampu membuat orang lain kepincut membuat Jokowi (saat itu) meminangnya menjadi juru bicara dalam pilpres 2014. Setelah Jokowi unggul dari lawan politiknya, Probowo Subianto, dan maju sebagai presiden, ia didapuk menjadi menteri pendidikan & kebudayaan sebagai "hadiah" jerih payahnya selama jadi jubir untuk Jokowi.

 Entah sebab alasan apa, ditengah jalan presiden Jokowi mencopot posisinya sebagai menteri.

Usai tidak menjadi menteri, nama Anies Baswedan seakan akan tenggelam. Namanya mencuat lagi saat partai Gerindra mencalonkan dirinya di pertarungan pilgub DKI 2017 bersaing dengan Agus Yudhoyono dan Ahok.
Selanjutnya Anies dan Ahok melaju keputaran dua pilgub.

 Guna meraih simpati dan dukungan, ia terkenal rajin blusukan seperti halnya Ahok. Tak terkecuali ormas keagamaan. Ia juga sempat berkunjung ke PBNU baru baru ini. Dalam kunjungannya itu, ia mendapat nasehat dan masukan dari ketua umum PBNU, KH Said Aqil Siradj.


 Sebelumnya ia juga pernah bersilaturrahmi ke markas ormas pimpinan Habib Rizieq di Petamburan. Nah, dalam ceramahnya ia mengatakan bahwa kata kata "Indonesia" itu belum ada sebelum tahun 1934 M. Kata "Indonesia" baru muncul setelah para pemuda (keturunan) Arab mendeklarasikan sumpah setianya pada tanah air yang mereka pijak, yakni Indonesia. Silahkan tonton videonya diatas, video versi lengkap => https://youtube.com/watch?v=lYfQYH3VNS4

Dalam sambutanya di markas FPI yang juga dihadiri oleh habib Rizieq ini, cucu Abdurrahman (AR) Baswedan tersebut nampaknya menafikan momen bersejarah, yaitu sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928.


Dalam sumpah pemuda tersebut para pemuda dari berbagai daerah bersatu dan bersumpah bahwa tanah air mereka bukan suku, daerah atau keturunan, tapi satu Indonesia. Kemudian untuk pertama kalinya pula lagu Indonesia raya dinyanyikan oleh WR. Supratman di momen tersebut.

Latar belakang ini pula yang mejadi dasar para Pemuda Arab pada 1934 berbaiat menjadikan tanah air mereka Indonnesia, bukan Hadramaut, Yaman.


Singkat kata, demi mendapatkan simpati warga keturunan Arab, seorang Anies Baswedan yang juga merupakan cucu seorang pejuang kemerdekaan rela menggadaikan sejarah sumpah pemuda 1928.
Anies Baswedan menjelma sebagai pembungkam sejarah Indonesia.

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018