Untuk Sang Mantan Jenderal

Erhaje88



Saya sejujurnya tidak tahu tentang informasi tentang provokasi di Kompleks Pramuka Cibubur untuk menangkap Anda Mr. Pepo, tapi rasanya Anda sangat lebay. Anda bilang rumah Anda di Kuningan “digrudug” ratusan orang yang berteriak-teriak, Anda tidak tahu kawasan perumahan Ahok juga sudah berkali-kali diserbu ratusan orang sejak 2014 dan pernah diisukan mau diserbu ribuan preman yang mengancam keselamatan mereka sekeluarga?
Tapi Ahok kok tidak seperti Anda?

Anda ini benar-benar lebay deh Pak. Baru ‘dengar’ ada provokasi
terhadap mahasiswa di Kompleks Pramuka Cibubur saja sudah kalang kabut tidak karuan, dan herannya lagi curhat di Twitter, bukannya meminta perlindungan dari polisi, kan lucu sekali?
 Kalau memang Anda punya bukti yang kuat tentang indikasi keselamatan Anda terancam, lapor dong ke polisi, bukannya curhat tidak jelas di Twitter yang justru akan mengundang banyak cemoohan dari masyarakat untuk Anda.

Pernyataan Anda yang bertanya Pak Kapolri dan Pak Presiden tentang hak asasi Anda dan hak untuk tinggal di negeri ini lewat Twitter juga sangat lebay. Apa hubungannya ratusan orang unjuk rasa di rumah Anda dengan hak Anda tinggal di negeri ini?

Jauh sekali deh efeknya rasanya. Pak Jokowi saja sudah pernah juga disadap dan didemo untuk dituntut mundur. Pak Ahok sudah didemo jutaan orang yang menolak dan ingin menangkapnya, tapi beliau berdua biasa saja tidak ungkit-ungkit hak asasi dan hak tinggal di Indonesia segala. Atau jangan-jangan Anda ini lebay saja dan buktinya tidak seberapa juga. Jangan-jangan orang-orang itu hanya unjuk rasa kecil-kecilan dan Anda baper dan melihat ini kesempatan untuk lebay sedikit dengan bermain menjadi korban yang tertindas sambil menuding yang tidak-tidak ke pemerintah?
Tunjukkan dong bukti kuat bahwa Anda sangat terancam keselamatannya, seperti orang-orang partai Anda koar-koar meminta pengacara Ahok menunjukkan bukti telepon Anda ke KH. Ma’ruf Amin.


Jika para tunas bangsa yang tidak tahu jika latar belakang Mr. Pepo adalah mantan tentara, mungkinkah percaya jika mantan RI-1 ini juga beneran mantan Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI)?

Jujur saya gagal paham. Apakah begini kualitas seorang mantan Jenderal yang jadi baper, lebay, sok dizolimi, curhat di Twitter, berdoa di Twitter, dan mentalnya ciut ketika ada segelintir orang meneriakkan untuk menangkapnya?

Coba saja Anda bandingkan dengan seorang Ahok. Ahok sudah didemo oleh jutaan orang, diadu domba oleh lawan politiknya, diteriakkan untuk dibunuh dengan bayaran 1 miliar, dibuat spanduk dengan kepalanya tertembak, diancam keselamatannya lewat media sosial, mau diusir dari negeri kelahirannya, dicaci maki oleh begitu banyak orang di ruang terbuka, dan juga direndahkan martabat sebagai manusia yang berhak mencari keadilan, Tapi Ahok tidak pernah curhat di Twitter, tidak pernah menunjukkan kesedihannya dan bahkan tidak melaporkan ke polisi.

Seorang mantan jenderal, presiden 10 tahun, dan rumahnya dijaga oleh Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) tapi kenapa seperti ketakutan sekali sampai-sampai curhat dan berdoa di Twitter? Apakah sudah lapor polisi dan tidak dihiraukan oleh polisi sehingga satu-satunya jalan adalah konferensi pers dan berdoa di Twitter? Mantan Jenderal tapi kok mentalnya hanya begini saja?
Gagal paham saya....
(FP/Mak Lambe Turah)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Pesan Tiket Langsung di Tiket.com:

BUKAYANGBAIK May 2018