Kalam Habib Luthfi bin Yahya: Jangan Biasakan Baca Sholawat Buntung

Erhaje88


Oleh: Shuniyya Ruhama*


Bacaan sholawat yang biasa kita baca itu bukan sekedar bacaan sholawat biasa. Memang isinya seakan akan mendoakan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Secara harfiah memang demikian. Namun, dibalik itu semua, ada sebuah rahasia besar yang luar biasa sekali.

Jika kita menganggap bahwa sholawat itu semata-mata adalah mendoakan rahmat dan salam/keselamatan kepada Kanjeng Nabi, itu salah besar.

Kanjeng Nabi itu tidak butuh doa kita. Amalan beliau sudah turah-turah (melimpah). Jikalau Kanjeng Nabi saw butuh doa kita, lha kita ini siapa?
Bila dikaji dengan secara mendalam, ternyata sholawat adalah kata kunci, semacam “password” untuk menyatukan seluruh frekwensi kehidupan di jagad raya ini.
Jadi, bukan sekedar mendoakan rahmat kepada Kanjeng Nabi semata.

Oleh karena itu, jika membaca sholawat jangan sampai hanya sebatas: "Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad."
Secara harfiah itu boleh-boleh saja, tidak salah. Namun itu termasuk sholawat buntung. Lalu bagaimana yang lebih sempurna? Bacalah: "Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad WA’ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD"
 (Ya Allah semoga kiranya rahmat senantiasa tercurah kepada Kanjeng Nabi Muhammad dan juga atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad).
Minimal demikian. Jangan lupa sertakan selalu kalimat WA’ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD.

Menurut Sayyidina Imam Syafi’i, kalimat Wa’ala ali Sayyidina Muhammad itu tidak sekedar tertuju kepada keluarga, ahlul bait atau dzurriyah Kanjeng Nabi semata, tetap juga seluruh Kaum Muslimin di muka bumi ini.
Jadi, ketika membaca sholawat secara lengkap akan menjadi kekuatan super dahsyat, dimana kaum Muslimin di seluruh jagad raya ini menyatukan diri dalam sebuah frekwensi. Menjadi bagian dari kekuatan doa yang maha dahsyat, semua termaktub dalam satu kalimat. Sungguh luar biasa.

Karena itu, mulai sekarang selalu diingat-ingat ya, jika bersholawat jangan biasakan membaca sholawat yang buntung. Bacalah sholawat dengan mencangking seluruh keluarga besar kaum Muslimin.
(Disampaikan di Maulidur RosulAjelis Angudi Barokahing Gusti-Kudus, 22 Januari 2017)

*Pengajar PPTQ Al Istiqomah Weleri- Kendal, Jawa Tengah

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Pesan Tiket Langsung di Tiket.com: