Ciri-ciri Ulama Pewaris Anbiya Yang Patut Dijadikan Guru


Tak bisa dipungkiri, kita bisa membaca al-Qur'an, mengerti hukum-hukum Islam serta praktek ibadah itu semua jasa dari guru. Jadi jika ada sebagian golongan atau individu yang mengatakan jangan ikuti ustadz atau kyai sebab mereka tidak ma'shum, hanya Rasulullah SAW yang wajib kita ikuti, saya pikir itu pendapat tidak masuk di akal.



Kita lahir 'jebrol' ke dunia tak mungkin langsung mengerti tatacara shalat, misalnya. melalui pendidikan dan arahan guru/ustadz/kyai kita bisa tahu gerakan shalat. Tidak mungkin langsung dari Rasulullah SAW.

Setiap manusia yang menginginkan 'shirotol Mustaqim' (jalan yang diridloiNya) butuh petunjuk atau pemandu. Namun tentunya tidak semua pemandu itu bisa mengantarkan kita ke jalan yang kita kehendaki. Tak sedikit orang yang mengaku pemandu akan tetapi dalam memberikan arah kadang membuat kita tambah bingung bahkan ada diantara kita yang semakn menjauh dari tujuan awal.

Untuk itu agar kita tetap pada jalur yang tepat, carilah pemandu yang betul betul sesuai arahan (ajaran dan akhlak) Rasulullah SAW.
Adapun ciri-ciri ulama atau yang kita sebut pemandu/guide adalah seperti apa yang dituturkan Habib Abdullah al-Haddad dalam risalahnya, "al-Nashaih al-Diniyyah":

فمن علامات العالم : ان يكون خاشعا متواضعا خاءفا مشفقا من خشية الله زاهدا فى الدنيا قانعا باليسير منها منفقا الفاضل عن حاجته مما فى يده. ناصحاً لعباد الله. رحيما بهم أمرا بالمعروف ناهيا عن المنكر. مسارعا فى الخيرات ملا زما للعبادات . ووقار واسع الصدر لا متكبرا ولا طامعا فى الناس ولا حريصا على الدنيا ولا جامعا للمال ولا مانعا له عن حقه ولا فظا ولا غليظا ولا مماريا ولا مخاصما ولا قاسيا ولا ضيق الصدر ولا مخادعا ولا غاشا ولا مقدما للاغنياء على الفقراء ولا مترددا الى السلاطين .
وبالجملة فيكون متصفا بجميع ما يحثه عليه العلم ويامره به من الاخلاق المحمودة والاعمال الصالحة مجانبا لكل ما سمعته العلم عنه من الاخلاق والاعمال المذمومة ....( ص ٢٢).

Tanda/ciri orang Alim (ulama) antara lain :

Pembawaannya tenang (tidak buru buru dalam mengambil keputusan dll).
Rendah hati, (tidak jumowo).
Takut kepada Allah, bersahaja, "nrimo", suka sedekah, membimbing umat, menyayangi mereka, selalu mengajak kebaikan dan menghindari keburukan/maksiat, bersegera dalam kebaikan, senang beribadah, lapang dada, lembut hati, tidak sombong, tidak berharap pada pemberian orang,
tidak ambisi kemegahan dan jabatan, tidak suka menumpuk-numpuk harta, tidak keras hati, tidak kasar, tidak suka pamer, tidak memusuhi dan membenci orang, tidak picik, tidak menipu, tidak licik, tidak mendahulukan orang kaya daripada orang miskin, tidak sering mengunjungi penjabat pemerintahan/penguasa.

Singkatnya Ulama adalah orang-orang yang berpengetahuan yang luas dan mendalam, yg ilmu itu mengantarkannya kepada "khasy-yatullah" (takut kpd Allah), berbudi pekerti luhur dan beramal saleh serta menghindari akhlak dan amal yang tercela. (Halaman 23).

Itulah ciri ciri ulama, pemandu yang menuntun dan membimbing kita dari kehinaan dunia sampai tujuan akhirat yang kekal.
Memang mencari penuntun, pembimbing sekaligus pengayom seperti kriteria diatas itu sulit. Ibarat mencari jarum di tengah lapangan. Sulit bukan berarti tidak ada, jika bersungguh sungguh dan keteguhan hati untuk selalu mencarinya, pasti ada. Allah SAW tidak rela hambanya sendirian terkatung katung dalam pencariannya akan sosok ulama yang benar benar pewaris anbiya. Jika kita setiap saat memohon, pastilah akan Ia perlihatkan dan tunjukkan pada kita.

Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk selalu tetap berada pada pemandu yang tepat. Jangan hanya sebab melihat penampilan, kita terlena dan ujung ujungnya kita berkata:
"Ealah, aku tertipu untuk kesekian kalinya..."
Nyesek jadinya kan???

0 Response to "Ciri-ciri Ulama Pewaris Anbiya Yang Patut Dijadikan Guru"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel