Waspada Terhadap "Virus" NU, Renungan Harlah NU ke 91 (Bag. 5)

Erhaje88


Oleh: Abdullah Nasikin

Keberadaan Lakpesdam dalam tubuh NU merupakan satu dari sekian banyak bukti yang menunjukkan citra NU sebagai virus yang harus diwaspadai. Bagaimana bisa lembaga yang demikian keadaannya masih bisa bertahan di dalam ormas yang katanya ‘dipandhegani‘ (diayomi) oleh para alim ulama dan kiai sepuh tersebut.
Itulah NU...

Sebuah organisasi terbesar yang akan terus menjadi virus untuk menyerang radikalisme yang bertopengkan Islam. NU adalah virus yang menyebarkan semangat Nasionalisme, dan menyerang mereka yang merusak citra Islam dan NKRI. Maka tidaklah heran jika disinyalir ada upaya besar untuk menggembosi ormas terbesar di Indonesia dan penggiringan opini seolah-olah Nahdlatul Ulama itu sesat dan menyesatkan.
Mereka yang tidak suka NU melakukan berbagai cara untuk mengajak umat Islam agar semakin membenci NU. Padahal negara Muslim di seluruh dunia saat ini banyak yang belajar kepada Nahdlatul Ulama tentang bagaimana membina dan mengelola Islam yang damai, ramah, dan santun.
Banyak orang mengaku-ngaku sebagai NU Garis Lurus, NU Garis Suci, atau pecinta NU yang justru menghancurkan NU dengan membuat opini-opini yang menebar kebencian dan memunculkan perpecahan. Digiring opini agar orang NU tidak percaya lagi pada ulama dan kyai-kyai NU.
Tragisnya bahkan orang NU sendiri yang notabene punya pengaruh besar di mata publik ikut terhanyut dalam hasutan dan hinaan oleh mereka para pembenci NU.
Tidak dipungkiri bahwa gagasan “ISLAM NUSANTARA” bisa menjadi magnet besar dalam membangun besarnya kekuatan Islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dan oleh media-media pembenci NU dijadikan lahan untuk menghancurkan NU dari dalam seolah-olah NU telah diboncengi oleh Liberal, Syiah, Nasrani, Yahudi dan PKI.
Padahal telah jelas dan disepakati oleh ribuan ulama dan kiai pengasuh pondok pesantren serta majelis ta’lim di seluruh Indonesia bahwa tema Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang adalah “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Membangun Peradaban Indonesia dan Dunia”.
Tema tersebut dipilih untuk menunjukkan posisi strategis NU di Indonesia dan dunia sebagai pengusung Islam rahmatan lil ‘alamin.
Cukup menjadi pelajaran berharga dari Afghanistan, Irak, Suriah, Libya, Yaman, Tunisia, Mesir, Somalia dan negara-negara Muslim yang menjadi sasaran konflik antar umat Islam karena tidak adanya persatuan diantara mereka.
Kita tidak menginginkan Indonesia seperti mereka, berapa juta umat Islam yang mati mengenaskan akibat konflik di negara-negara tersebut ?
(Selanjutnya...)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018