Waspada Terhadap "Virus" NU, Renungan Harlah NU ke 91 (Bag.1)

Erhaje88


Oleh: Abdullah Nasikin

Sebenarnya ada apa dengan NU?
Bukankah sudah menjadi sebuah rahasia umum bahwa dibalik penampilan para tokoh mereka yang tampak berwibawa, NU adalah Thoghut terbesar Indonesia yang sangat kejam, benar-benar kejam. NU merusak tatanan budaya kehidupan yang sudah ada jauh sebelum Indonesia ada. Orang waras jadi gila, orang sehat jadi bingung, orang beriman menjadi keluar dari keimanan yang dianutnya selama ini.

Lihatlah anak-anak kita! Juga orang-orang dewasa yang merasa sakit, stress menderita oleh budaya mu’tal yang muncul tiba-tiba, yaitu NU. Indonesia memang aneh dan semua orang merasakannya. Perubahan adat yang tiba-tiba. Ada apa di balik ini semua? Ada apa NU dengan jaringan “thoriqot” mereka? Ada apa di balik ini semua? Banyak orang bertanya-tanya kenapa virus NU merajalela di bumi Indonesia?
NU punya mau. Apapun yang menghalangi jalannya akan mereka lawan. Apapun caranya harus dilakukan agar virus NU ini tetap berjaya walau umat manusia dan keyakinannya menjadi korban.
NU adalah oraganisasi bid’ah terbesar di Indonesia. Cobalah tanya mereka tentang aqidah mereka. Apakah mereka mempunyai hujjah? Apakah mereka mempunyai landasan ilmiyyah? Kok bisa mereka menjadi organisasi bid’ah terbesar di negara Islam terbesar! Lantas kemana umat Islam yang "MURNI"?
Tidakkah kalian merasakan hal yang aneh dalam kehidupan NU di Indonesia?
NU selalu ingin menjadi yang paling hebat. Mendapat yang paling hebat. Mereka memadukan berbagai macam cara agar mereka menjadi yang paling hebat dan kuat karenanya, walau berteman dengan kebid'ahan. Padahal kebid'ahan yang merupakan musuh besar Islam, namun telah tersebar di tengah rakyat melalui perantaraan mereka. Tersebar luas menyatu dalam tradisi dan budaya.
Bagi mereka bid'ah itu bukan sesat. Bagi NU kebi'dahan dan kemusyrikan bisa berubah menjadi bukan bid'ah dan syirik bila kita bisa mengolah niat dan bahasa. Misalnya seseorang meminta tolong pada jin yang merupakan perbuatan yang dilarang keras dalam Islam dalam ritual mistik. Mereka berkata, apa salahnya minta tolong sama jin jika memang dia bisa? Sama seperti minta tolong kepadamu jika kamu memang bisa melakukannya.
Bila jin itu menyuruh dia melakukan ucapan atau perbuatan kesyirikan agar mau menolong mereka, maka mereka melakukannya. Mereka berkata, ”itu cuma ucapan atau perbuatan, sedangkan hati kami tetap hanya pada Allah. Bukankah intinya di hati?” Dari mana dia punya pendapat semacam ini? Ulama mana yang dia ikuti? Apa mereka punya imam yang mereka ikuti dalam masalah ini atau cuma mengarang sendiri? Padahal akibatnya fatal sekali!
Padahal kesyirikan itu ada tiga macam: keyakinan, ucapan dan perbuatan. Dan ketiganya bisa membatalkan syahadatnya dan menjadikan pelakunya kekal dalam neraka. Tapi NU menganggap gampang dalam masalah ini demi mendapat bantuan...
( Selanjutnya... )

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

Online Shop: