Sudjiwo Tedjo Mengajak Untuk "Tidak Hafal Pancasila"

Erhaje88


Versi lengkap puisi "Jangan Menghafal Pancasila" yang ditulis dan dibaca seniman Sudjiwo Tedjo 4 Juni 2016 di JCC pada Hari lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno:

"Jangan Mengafal Pancasila"

Mari Kita tak hafal Pancasila
Sebagaimana banyak orang tak hafal rumus kimia oksigen
Tetapi setiap saat menghirup oksigen ...




Mari Kita tak hafal Pancasila
Daripada kita malu
Daripada kita hafal nama-nama kucing tetangga
Tapi tak tahu ketika kucing itu mangkrak lalu mati lantaran kurang makanan

Aku tak ingin menghafal Pancasila di luar kepala
Aku ingin menghafalnya di dalam kepala
Di dalam nadi
Di larut malam
Menjadi mantra yang melarutkan
Agar kepala ini tak jadi batu

Ooooorang-orang dengan batu ke kepalanya
Ooooorang-orang yang kenal ari-ari dan tali pusatnya
Namun tak kenal bincang-bincang
Tak kenal musyawarah
Orang-orang itu tak guna menghafal nama-nama kucing para tetangga
Sebagaimana tak guna mereka hafalkan Pancasila
Kalau itu berarti seperti hafal di luar kepala rumus kimia oksigen
Tetapi jadi biang kerok penyebab rakyat habis nafasnya.

Sia-sia menghafal Ketuhanan Yang Maha Esa
Sia-sia menghafal tiada Tuhan selain Tuhan
Sia-sia menghafal Hoooong Illla Heng...Hooong Illa heng
Sia-sia membabtis manusia yang sia-sia menghafal Ketuhanan Yang Maha Esa bila setiap saat men-sia-siakan Tuhan

O, Marhaen, O Marsinah, O Surya, O Dharma, O Ali, O Santi, O Pangestu, O Kapitayan ...
Menghina Tuhan tak harus dengan menginjak-injak Kitab Suci-Nya
Menghina Tuhan tak harus mengolok-olok para utusan-Nya
Besok kau khawatir tak bisa makan, kau sudah menghina Tuhan
Besok kau khawatir tak dapat jodoh, kau sudah menghina Tuhan
Besok khawatir tak kebagian oksigen, kau sudah menghina Tuhan
Besok kau khawatir kucing-kucing punah karena kucing-kucing telah dikebiri, kau sudah menghina Tuhan
Besok khawatir tak dihargai orang hanya gara-gara dicopot dari jabatan, kau sudah menghina Tuhan

Oom, Santi
Oom, Santi
I, The Soul, exist in a state of peace
Aku, Jiwa dari Jiwa Mahanya Jiwa, semayamku di pusat damai

Hmmm...
Mari kita tak menghafal nama Putra Sang Fajar
Yang duduk mencangkung di bawah pohon di Timur
Menggali Pancasila
Mari kita tak menghafal nama tukang gali itu
Kalau hari ini tukang-tukang gali masih keleleran di tepi-tepi jalanan tak dapat kerjaan

Beruntung Putera Sang Fajar menggali Nusantara di tahun-tahun itu: Hasil galiannya adalah Pancasila
Bila si Bung menggali Nusantara hari ini
Aku khawatir hasil galiannya hanyalah airmata ...

Beruntung Putera Sang Fajar menggali Nusantara di tahun-tahun itu: Hasil galiannya adalah Pancadharma
Bila si Bung menggali Nusantara hari ini
Aku khawatir hasil galiannya hanyalah mayat-mayat manusia tak seutuhnya karena telah dimakan dan digerogoti oleh teman-temannya sendiri.


Robbana, ya, Robbana
Dholamna anfusana
Wa inlam Taghfirlana
Wa tarhamana
Lana kuunanna
Minal Khosirin

Mari kita tak menghafal Pancasila
Bila itu hanya berarti menghafal kata dan huruf-huruf
Pancasila bukan kalimat
Pancasila bukan aksara
Aku lebih suka memelukmu
Daripada menghafal kalimat memelukmu
Aku lebih suka mendekapmu
Daripada menghafal kalimat mendekapmu
Aku lebih suka memeluk dan mendekapmu
Dalam keadaan suka dan duka
Di dalam persatuan dan harga mati

Mari Kita tak hafal Pancasila
Daripada kita malu
Daripada kita hafal nama burung kita sendiri
Tapi tak tahu ketika garuda itu mangkrak lalu mati gara-gara digondol kucing.

Sujiwo Tejo / 4 Juni 2016

Lihat Videonya:

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

Online Shop: