Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj Memang 'Keterlaluan'...

Erhaje88


KH. Said Agil Siradj Ketua Umum PBNU memang sangat keterlaluan. Pernyataan dan sikapnya seringkali membuat keributan, tidak cuma di kalangan NU baik itu strukturak maupun kultural, namun juga di kalangan "Islam".



Masa seorang kiai sekaligus pemimpin ormas terbesar di Indonesia bahkan di dunia pernah mengatakan, bahwa “situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh. Yang dosa itu yang membuat dan menjadi bintang porno”.
Beliau juga pernah mengatakan bahwa “kalau seseorang berdoa ke batu secara khusyu’ maka Allah akan mengabulkan doanya karena kalau tidak terkabul maka Allah akan sama dengan batu”.
Bahkan beliau dengan pede-nya menyarankan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk segera menutup situs-situs "Islam". Beliau mengatakan saat konferensi pers di kantor PBNU bahwa “memang situs-situs itu masih ada sampai sekarang dan memang tidak kalah bahayanya situs-situs radikal itu dengan situs-situs porno. Jadi, seharusnya Pak Menteri (waktu itu Tifatul Sembiring) jangan cuma bisa tutup situs porno saja, dia juga harus bisa tutup situs-situs radikal itu”.

Beliau juga pernah mengatakan hal yang sangat aneh dan mengejutkan bahwa Rasulullah SAW sangat berambisi untuk menyebarkan Islam sehingga beliau ditegur oleh Allah.
Tidak cuma itu saja, kontroversional beliau yang membuat gempar yaitu memperbolehkan umat Islam untuk memilih pemimpin non-muslim. Ketika "Ulama dan Habaib" melarang keras umat Islam untuk memilih pemimpin orang kafir sesuai dengan Surat An Nisa ayat 144, Al-Maidah ayat 51 dan Ali-Imran ayat 28, justru beliau membolehkannya. Bahkan memerintahkan kepada para Nahdliyin untuk memilih gubernur yang berbuat baik dan adil kepada rakyatnya.

Beliau pun tanpa canggung berkhotbah dalam acara misa Kristiani di sebuah gereja di Surabaya, dengan background belakangnya salib patung Yesus dalam ukuran yang cukup besar. Beritanya pun dimuat majalah aula milik warga NU.
Pernah juga melontarkan sebuah statement bahwa diantara ciri-ciri teroris itu mereka rajin shalat malam, berpuasa sunnah, dan hafal Al-Qur’an seperti kelompok Khawarij.

Tidak lama kemudian, beliau pun membuat "ulah" lagi dengan mengatakan bahwa “orang yang panjang jenggot mengurangi kecerdasan otak karena ketarik oleh panjangnya jenggot itu”.
Pastinya ini sangat menyinggung dan melukai "umat Islam" yang berjenggot.

Itulah kiai Said, seorang tokoh Nasional dan juga tokoh panutan kita khususnya warga NU yang sering diserang oleh orang-orang yang menginginkan Indonesia pecah belah. Mereka tidak serta merta membenci dan merusak NU, namun sejatinya ingin merusak NKRI, sehingga mereka menyerang NU. Karena mereka tahu bahwa NU adalah benteng terkuat dalam membela NKRI.
Selama menjadi Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj selalu dijadikan bahan cemoohan oleh mereka yang sengaja ingin menggembosi NU.
Hampir semua yang berkaitan dengan KH Said, tidak pernah benar di kalangan mereka.
Gambar-gambar grafis bernada menghina simbol NU (Ketum) dibuat untuk menggerus tokoh-tokoh NU macam KH Said Aqil Siraj dan lainnya. Banyak gambar yang bukan hanya menyindir tapi juga menghina.
Hanya karena Kiai Said masuk sebagai pembina sebuah Yayasan Kristen, beliau jadi bahan gunjingan tiada batas di era media sosial sekarang. Dulu, ketika seorang tokoh membuat kebijakan kontroversial, polemik hanya berlangsung antar media. Kini, di era medsos, tukang becak pun bisa membuat gambar bernada nyinyir hanya lewan akun medsosnya hingga viral.

Padahal, dibandingkan dengan KH Abdul Wahid Hasyim dan putranya (Gus Dur), KH Said Aqil belum apa-apanya. Gus Dur pernah jadi pengurus Yayasan Simon Peres dan digugat para ulama dan kiai. Tapi buktinya, beliau malah bisa mendamaikan konflik internasional.

Abahnya Gus Dur juga seorang reformis. Ia adalah tokoh yang NU yang pertama kali menggunakan jas dan dasi khas pakaian Belanda, yang pada zaman itu diharamkan oleh para ulama. Tapi lihat apa yang terjadi sekarang, jas dan dasi hampir digunakan oleh para kalangan santri dalam acara-acara tertentu, walau sarung masih jadi ciri khas pakaian sehari-hari.
Ini artinya, KH Abdul Wahid Hasyim, Gus Dur dan KH Said Aqil Siraj, punya strategi jangka panjang untuk menata kehidupan bangsa yang lebih baik. Tindakan Gus Dur nyatanya memang banyak terbukti setelah beliau meninggal. Begitu juga dengan murid Gus Dur (Kiai Said), tentu punya karakter yang sama, reformis, bukan kontroversial.

Jika Anda lihat ke belakang, para imam madzhab rata-rata semua kontroversial. Hanya pembenci berotak udang saja yang selalu bikin status-status nyinyir untuk menghancurkan NU.
Apapun fitnah yang kalian buat, saya tetap menghormati KH Said Aqil Siraj, dan tetap dalam gerbong Ahlussunnah waljamaah yang dikemudikan oleh NU.
Air kolam dilempar batu bunyinya nggak karuan. Lautan dilempar batu tak berbekas.
Begitulah NU, tidak akan hancur hanya dengan ulah lemparan batu tetangga yang suka fitnah. NU itu lautan, bukan kolam, apalagi kolam susu, yang hanya tahu kenikmatan tanpa tirakat.

Pekalongan, 16 Januari 2017. 12:28
(facebook/abdullah.nasikin)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: