Kebohongan Yang Diulang-ulang Tidak Akan Pernah Jadi Kebenaran

Erhaje88


Sahabat,
"Suatu kebohongan tidak bisa menjadi kebenaran hanya karena diulang-ulang dengan propaganda. Kebenaran juga tidak bisa menjadi kebohongan hanya karena tak ada seorangpun yang mau menggubrisnya.
Kebenaran akan tetap tegak, meskipun seandainya tak ada dukungan publik sedikitpun. Ia tetap ada dengan dirinya sendiri." (Mahatma Gandhi, pejuang kemerdekaan dan bapak bangsa India, serta tokoh antikekerasan, 1869-1948)



Pertarungan antara kebenaran (haq) dengan kebohongan (bathil) merupakan sebuah kenyataan dalam kehidupan kita. Manusia harus memihak kebenaran, meskipun seringkali tidak mudah dan wujudnya bisa sangat samar. Bahkan ada yang mengatakan bahwa jika sebuah kebohongan diulang-ulang, maka ia akan dianggap sebagai kebenaran. Oleh sebab itu propaganda yang canggih di ruang publik menjadi senjata ampuh untuk 'membuat' kebenaran (manufacturing the truth) dan 'merekayasa' kesepakatan (manufacturing consent).

Kendati demikian, kebenaran sejatinya tidak akan bisa dimanipulasi olh propaganda secanggih apapun. Kendati ia bisa ditutupi dengan kebohongan untuk beberapa tahun atau abad, pada akhirnya akan muncul ke permukaan juga. Jika kita yakin bahwa kebenaran adalah 'self-sustained', maka hal itu akan membuat kita tak mudah putus asa untuk memperjuangkannya.

Memang benar bahwa kadang kebenaran bisa terdesak, terlupakan, dan terkalahkan, namun hal itu merupakan hal yang sementara. Kerja dan upaya kita sebenarnya adalah untuk mempercepat muncul dan kembalinya kebenaran tersebut. Bukan untuk membuatnya ada dari ketiadaan. (Muhammad AS Hikam)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018