Hati Hati Saat Terima Informasi, Pikir 1000 X Sebelum Kamu Share

Erhaje88


Hati hati saat menerima infirmasi, memang informasi bisa membuat hidup kita mudah, namun bisa juga membuat kita celaka.
Ada orang yang masuk bui gara-gara mentweet atau memposting status di media social.

Tak jarang permusuhan antar kelompok gara-gara informasi yang mengadu domba.


Berita, Fakta, Prasangka, Gosip, dan Fitnah bercampur aduk.
Kalau tak pandai memilah bisa bahaya.
Karena itu tak heran Rasululllah saw bersabda:
“salamatul insan fii khifdzil lisan”
Keselamatan seseorang tergantung pada menjaga lisan.

Lisan disini bukan hanya kata-kata yang keluar dari mulut kita, akan tetapi juga tweet dan status yang kita posting, informasi yang kita share, berita sms dan bbm yang kita broadcast.


Bagaimana seharusnya kita mengolah informasi?

*Tabayyun/konfirmasi



Allah swt mengajarkan kita untuk selalu konfirmasi,
“Jika datang kepadamu orang fasik dengan informasi maka tabayyunlah atau konfirmasi cek dan ricek" (QS. Al-Hujarat [49]:6).

Kadang kita menerima broadcast, message, tanpa pikir panjang kita membroadcatnya lagi ke seluruh kontak kita tanpa mengecek kebenarannya.
Itulah sifat dasar kita, malas mengecek informasi.
Karena itu suatu informasi bisa menyebar begitu cepat tak terbendung.
Konon ketika kabar baik baru menyebar beberapa kilo meter, kabar buruk sudah melesat mengelilingi bola dunia.
Ketika sebuah informasi sudah menyebar akan sulit membendungnya.

*Zhan atau prasangka

Kadang informasi yang kita terima mengandung prasangka.
Jika kabar itu benar maka itu ghibah, jika kabar itu salah maka itu fitnah, tak ada piliha, makanya jangan ikut-ikutan menyebarkannya.
“Sesungguhnya prasangka tak memberimu sedikitpun kebenaran” (QS-An-Najm: 28)

Dalam bahasa Inggris prasangka adalah Pre Judice,
yang berasal dari pre = sebelum dan Judice = menghukum.
Jadi prasangka adalah menghukum orang sebelum kita tahu informasi yang lengakap.

*Bicara yang baik atau diam

Taqwa itu seperti orang yang berjalan diantara duri-duri
Jadi selalu hati-hati agar tak terkena duri.
Demikianlah sikap orang yang bertaqwa terhadap informasi.
Tak asal percaya dan berfikir 1000 kali sebelum menyebarkannya.
Jika kita mudah menerima dan mengirim semua informasi yang kita lihat dan dengar, maka menurut Rasul kita ini termasuk pendusta.
“Cukuplah dikatakan pendusta orang yang menceritakan semua yang dia dengar” (HR. Muslim)

Sebelum mengshare berit, tanyakan kepada dirimu tentang beberapa hal berikut,
Apakah berita ini benar?
Apakah saya sudah mengkorfirmasi kebenaran berita ini?
Apakah ini Fakta atau Prasangka?
Jika berita ini fakta dan benar, apakah memang perlu disebarkan?
Apakah ada orang yang merasa disakiti dengan berita ini?
Apakah berita ini memberikan kebaikan atau justru menyulut permusuhan?


Semoga bermanfaat.

(dikutip dari isi video dibawah ini:)


COMMENT

Click to CommentSembunyikan

Online Shop: