Benarkah Ketua Indonesian Humanitarian Relief, Bachtiar Nasir, Kirimkan Bantuan Donasi ke ISIS?

Erhaje88


Oleh: Alifurrahman

Seharian kemarin banyak yang menanyakan tentang benar tidaknya GNPF-MUI menggunakan sumbangannya untuk membantu teroris di Suriah?
Ini gara-gara video cuplikan warga sipil Aleppo yang menemukan gudang logistik berupa makanan dan minuman yang ditinggalkan oleh kelompok teroris Jaysh Al-islam. Salah satu kardus logistik sangat jelas bertuliskan “Indonesian Humanitarian Relief.”

Gara-gara video tersebut, banyak orang berkesimpulan bahwa sebenarnya IHR menggalang dana di Indonesia untuk mendukung teroris, bukan untuk warga Aleppo. Isunya pun jadi lebih seksi karena pimpinan IHR adalah Ustad Bachtiar Nasir, salah satu pimpinan GNPF-MUI.

Lihat Videonya di bawah ini:


Apa yang kita lihat belakangan ini memang agak mengkhawatirkan. Banyak saudara-saudara kita menggalang dana dan melakukan aksi solidaritas SaveAleppo. Mereka menganggap Aleppo diserang oleh Assad, Presiden Suriah, yang selama ini dicitrakan negatif. Padahal kenyataannya, Assad sedang memerangi pemberontak atau teroris yang sedang bersembunyi dan menguasai Aleppo. Jadi kalau warga kita berteriak SaveAleppo, ini perlu dicari tahu, apakah mereka merupakan pendukung teroris?
Terlebih suara-suara ini muncul dari muslim garis keras yang selama ini juga berkali-kali meneyerukan ingin menduduki istana dan melengserkan Jokowi, GNPF-MUI.

Jika melihat alurnya, ini sama 100%. Warga kita yang pada aksi 411 mengancam akan membunuh Ahok dan menduduki istana adalah kelompok yang menyuarakan SaveAleppo dan menghujat Presiden Assad. Jadi sangat masuk akal jika bantuan yang digalang untuk tujuan menyelamatkan Aleppo kemudian disalurkan kepada teroris dan pemberontak, bukan pada warga sipil Aleppo.


Ini jadi seperti contoh kasus Aceh yang dikuasai GAM, kemudian pemerintah Indonesia coba memeranginya. Tapi warga negara asing malah mendukung GAM dan menjelek-jelekkan pemerintah Indonesia. Seperti itulah yang sedang dilakukan oleh sebagian masyarakat kita kepada Suriah, Assad dan Aleppo. Dan sebuah kebetulan yang sempurna jika kemudian yang memimpin penggalangan dana adalah Bachtiar Nasir, GNPF-MUI, kelompok yang juga mengancam pemerintah Indonesia.

-Kemungkinan lain

Meskipun banyak faktor mengarahkan bahwa Bachtiar Nasir menggalang dana untuk mendukung teroris dan pemberontak Suriah, namun ada kemungkinan lain yang juga penting untuk kita lihat.

Fakta bahwa banyak bantuan kemanusiaan kepada wilayah konflik sering diambil atau disita oleh teroris dan tidak sampai pada warga, sudah biasa terjadi. Kita sudah sering mendengar kalau bantuan kemanusiaan yang kita sumbangkan untuk warga yang membutuhkan, malah diambil oleh teroris, seolah-olah kita memberi bantuan untuk teroris. Sementara warga sipil tak mendapat bantuan, kelaparan dan sebagainya, teroris malah mendapat logistik melimpah untuk terus menyerang.



Jika melihat video ditemukaannya gudang logistik milik pemberontak dan ternyata salah satunya berasal dari “Indonesian Humanitarian Relief,” ada kemungkinan bahwa sebenarnya itu merupakan logistik yang berhasil dibajak oleh teroris. Jadi sumbangan masyarakat Indonesia tidak sampai pada warga Aleppo, tetapi malah diambil oleh teroris. Inilah alasan kenapa sebagian masyarakat yang enggan menyumbang.

-Perlu penyelidikan

Dengan kejadian ini, saya pikir intelijen kita dan aparat penegak hukum sudah bergerak menyelidiki keterlibatan Bachtiar Nasir dan kelompok GNPF-MUI. Pada akhirnya kita harus tau ke mana arah bantuan mereka? jika melihat banner-banner donasi, arahnya memang lebih condong pada mendukung teroris. Sebab mereka mengutuk Presiden Assad, padahal Assad adalah Presiden resmi Suriah saat ini. Tapi juga ada kemungkinan lain, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.


Apapun hasil penyelidikan ini pasti akan sangat membantu pemerintah Indonesia dalam memetakan kelompok ormas di Indonesia. Jika benar GNPF-MUI mendukung teroris, maka akan semakin masuk akal mengapa FPI tidak mau memerangi ISIS dan menganggapnya sebagai saudara. Akan semakin logis kenapa hampir setiap aksi selalu muncul bendara ISIS di tengah-tengah mereka. Dan ini semua pasti sangat berhubungan dengan teroris bom di Samarinda, bom panci Bekasi dan terakhir teroris Jatiluhur. Jadi semakin masuk akal ketika kelompok GNPF MUI tidak ada yang bereaksi atau mengutuk aksi terorisme. Malah menuduh Polri melakukan konspirasi dan skenario, seperti yang dituduhkan oleh Nandan Burhanudin yang diviralkan oleh Jonru.

Terakhir, semoga Tuhan menjaga Indonesia dan Suriah dari kelompok teroris yang haus kekuasaan dan ingin mendirikan negara Islam dengan alasan-alasan cingkrang. (seword.com)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018