MERAJUT KEBHINEKAAN DENGAN WAJAH ISLAM RAHMATAL LIL ALAMIN

Erhaje88


Oleh: Halim Al-Fajari

Pribumisasi Islam sebagaimana di populerkan alm. Gus Dur, lahir dari keprihatinanya atas kebudayaan Islam Indonesia di tengah ancaman Arabisasi. Akan tetapi pribumisasi Islam bukan hanya sekedar indigenisasi Islam ke dalam budaya lokal dalam artian antropologis, lebih dari itu, ia merupakan kontekstualisasi Islam ke dalam realitas kehidupan dalam kerangka proses kebudayaan secara filosofis.

 Ide ini sangat erat kaitanya dengan proses kehadiran Islam ke Nusantara di masa lampau.

Pribumisasi Islam mewadahi dan menaungi apa yang saat ini populer dengan sebutan Islam Nusantara. Dalam konstalasi geopolitik kekinian, pribumisasi Islam merupakan landasan dari Islam Indonesia, dimana ke-Indonesiaan tak dapat dipisahkan lagi dengan keberislaman.

Dengan demikian, pribumisasi Islam boleh dikatakan merupakan cita-cita untuk melanjutkan “kebijakan” para penyebar Islam di masa lalu yang bijaksana dalam berdakwah dan ber-Islam, agar tetap terpelihara dan menjadi ciri Islam khas Indonesia.

Tak bisa dipungkiri, Islam yang ramah, teduh, dan toleran merupakan salah satu perekat NKRI yang paling kuat dimasa kini. Gerakan-gerakan separatisme dengan berbagai macam latar belakang, mulai dari faktor ekonomi, AGAMA, suku, dan lainya yang merongrong keutuhan bangsa, bukan tak mungkin akan semakin membesar jika mayoritas penganut Islam di Indonesia adalah kaum radikal yang intoleran dan anti terhadap BHINEKA TUNGGAL IKA.

Mari kita rajut bersama kebhinekaan dengan menjaga rasa kebersaman dan kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menunjukan Islam rahmatal lil alamin.
(Facebok/Halim Al Fajari)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: