Antara Salman Rusdie, Arswendo, Ahok Dan UAS

Erhaje88

Oleh: Semar Bodronoyo

Awal tahun 1990-an dunia dikejutkan oleh Buku Novel Salman Rusdie berjudul, The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan).

Bagi umat Islam, Rusdie adalah penista agama, karena isi bukunya sarat dengan penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kemarahan umat Islam meledak di seluruh penjuru dunia, bahkan Ayatullah Khomeini, pemimpin spiritual tertinggi Iran, menjatuhkan hukuman mati, dan memberikan hadiah kepada siapa saja yang bisa menangkap Salman Rusdie.

(Arswendo dan Ahok dianggap menghina Nabi Muhammad SAW)


Dan Rusdie sendiri, tampaknya tidak bergeming. Ia enggan meminta maaf, dan tidak mau mengakui bahwa apa yang dilakukannya adalah kesalahan.

Berikutnya, lalu muncul kasus Arswendo Atmowiloto, redaktur tabloid Monitor. Dia dituduh menista dan menghina Nabi SAW. Apa sebab? Karena Arswendo membuat polling tokoh dunia paling dikenal. Celakanya, hasil polling tersebut menempatkan Nabi SAW berada diurutan ke-11.

Arswendo meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Namun, karena begitu kuatnya pressure dan demonstrasi umat Islam, akhirnya pengadilan menjatuhkan vonis bersalah dan menghukum Arswendo.

Pada beberapa bulan yang lalu, muncul kasus Ahok yang juga dituduh menista agama. Pro-kontra pun terjadi. Ahok meminta maaf dan menyesali perbuatannya.

(Salman Rusdie dan buku kontroversialnya "The Satanic Verses")


Tapi demo berjilid-jilid dengan mengerahkan jutaan massa terus berlangsung. Mereka tak bergeming. Intinya Ahok bersalah dan harus dihukum.
Akhirnya, pengadilan pun menyatakan Ahok bersalah dan menjebloskan dia ke dalam penjara.

Dan beberapa hari kemarin, media sosial diramaikan pidato Ustad Abdul Shomad (UAS) yang oleh sebagian pihak terindikasi ada pelecehan kepada Nabi SAW. Mengapa? Karena dalam pidatonya UAS menyatakan bahwa masa kenabian Muhammad SAW tidak bisa mewujudkan rahmatan Lil 'alamin. Dan rahmatan Lil alamin baru bisa terwujud setelah tegaknya khilafah 'ala minhajin nubuwwah.

Pidato tersebut jelas bertentangan dengan firman Allah, "Wama arsalnaaka Illa rahmatan Lil alamin"

Terlepas dari vonis pengadilan yang memberikan vonis bersalah, saya tetap meyakini bahwa baik Arswendo maupun Ahok tidak bersalah. Atau setidak-tidaknya tidak ada niat untuk melakukan penistaan terhadap agama Islam.

Boleh jadi, Arswendo tidak tepat dalam menggunakan metode polling. Pun begitu dengan Ahok, mungkin saja dia hanya keseleo lidah, atau salah ucap, tapi tidak ada niat untuk menistakan ajaran Islam.

Ini tentu berbeda dengan kasus Salman Rusdie yang tidak bersedia meminta maaf, tidak mau mengakui kesalahan dengan alasan dia memahami bahwa apa yang ditulis adalah benar, kendati hal itu melukai dan mencederai ajaran Islam.

Lalu bagaimana dengan UAS? Bagaimana mungkin seorang muslim menista agamanya sendiri? Itu jelas tidak mungkin..!

Sama halnya dengan Arswendo dan Ahok, saya tidak percaya bahwa keduanya memiliki niat menista agama Islam, maka apalagi dengan UAS, maka saya pun sama sekali tidak percaya bahwa dia menista agamanya sendiri.
Mengapa? Karena jika dilihat dari "teks", maka sama sekali tidak kompatible dengan "konteks". Tidak ada korelasi logis dan alasan yang menunjang, bahwa Arswendo dan Ahok, apalagi UAS, menista agama.

Bagi saya, ini penting sebagai pelajaran bagi kelompok Islam yang paling gemar gembar-gembor soal penistaan agama, dan dengan mudah menuduh pihak lain sebagai penista agama. Namun jika hal itu menimpa kelompoknya, mereka bungkam dan tidak berkata apa-apa. Ini sekaligus sebagai tes, sejauh mana orang-orang tersebut bertindak adil dan tidak bersikap zalim pada pihak yang dibenci.

Bahkan, meski orang yang dituduh itu telah meminta maaf, tapi tetap saja mereka tidak mau bergeming dan memberi maaf.

Hari ini mereka yang keseleo lidah tanpa ada niat untuk menista, tapi di hari yang lain, bisa jadi hal itu akan menimpa kita.

Al-Qur'an telah mengajarkan, "Hendaknya kebencianmu kepada suatu kaum tidak membuatmu berlaku tidak adil".

Marilah kita belajar menjadi manusia pemaaf, menjadi manusia yang berlaku adil, tidak zalim pada orang lain, meski kita tidak sepaham atau berbeda pandangan dengan dia.
Wallahu A'lam bil Shawab

*Silahkan tonton video lengkap Ustad Abdul Somad dibawah ini tanpa diedit. Diambil dari akun HTI Riau di Youtube:


COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE