Sikapi Isu-Isu Pemurtadan Dengan Ilmiah

Erhaje88

Oleh: Irwan Masduqi


Menyikapi Isu Pemurtadan dengan Ilmiah
Kalau melihat sepak terjang Saifudin Ibrahim, Pendeta mantan Ustadz, yang sekarang getol Kristenisasi dengan cara mengolok-olok Islam, maka tidak perlu kaget.

(Kitab al-Istisyraq fissiratin Nabawiyyah) 

Semua pandangan Saifudin Ibrahim tentang Islam tak lain hanya copy paste dari pandangan para orientalis yang sinis dan nyinyir pada Islam. Untuk memperlemah iman kaum Muslimin awam, biasanya orientalis dan pendeta missionaris seperti Saifudin Ibrahim getol mengangkat isu tentang kepalsuan Al Quran, kontradiksi ayat Al Quran, Muhammad tukang sihir yang gila, Muhammad hiperseks karena punya istri banyak, Islam agama Pedang yg disebarkan melalui perang, Muhammad menerima ayat-ayat setan (satanic verses), Muhammad terjangkit epilepsi atau ayan saat menerima wahyu, dan lain-lain.

Tema-tema itu menurut saya muncul akibat kedangkalan pemahaman mereka terhadap sederet disiplin ilmu-ilmu terkait agama Islam. Mereka tidak tuntas dalam membaca sejarah Islam.

(Murtadin Saifudin Ibrahim) 

Selain itu mereka juga gemar memungut pendapat versi minor dan kontroversial yang telah dinyatakan lemah oleh para ahli keilmuan Islam. Pendapat kontroversial yang lemah itu kemudian dipungut untuk menghantam Islam.

Pendekatan seperti itu sudah cukup usang dan di era awal sejarah orientalisme lekat dengan motif missionarisme dan kolonialisme (ahdaf tabsyiriyyah wal isti'mariyyah).

Pendekatan terhadap Islam yang nyinyir dan tidak simpatik itu bahkan sudah dikritik oleh para orientalis Jerman era belakangan yang lebih obyektif.

Umat Islam tidak perlu marah menyikapi pendapat-pendapat kritis terhadap Islam. Hadapi saja dengan keilmuan.
Kitab seperti gambar diatas ini, merupakan salah satu kajian ilmiah yang mampu meruntuhkan argumentasi-argumentasi orientalis missionaris.

(Video Saifuddin Ibrahim sedang mempengaruhi sopir taksi online) 


Dengan memahami kitab al-Isytisyraq Fissiratin Nabawiyyah ini, kita akan tahu betapa rapuhnya pendapat-pendapat sarjana Barat antagonis yang nyinyir pada Islam.

Selain itu, dialog antar agama sebaiknya tidak dibangun di atas sikap saling menghina. Dialog antar agama semestinya dilandasi mutual respect atau saling menghargai. Al-Quran melarang umat Muslimin menjelek-jelekkan simbol agama lain. Jika kita menghina simbol mereka, maka mereka akan menghina balik simbol-simbol agama Islam.

Bagi yang belum punya kitab tersebut,  bisa download disini. File bentuk PDF. 

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE