Metro TV Yang Tak Selektif Cari Penceramah

Erhaje88

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kasus "penistaan" penulisan ayat Al-Qur'an oleh 'ustazah' Nani Handayani, Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, yang baru baru ini ramai di medsos?


Dari perspektif studi Islam, sudahlah saya tidak usah ikut-ikut mentertawakan. Sudah banyak yang dibuat "pingsan" oleh penistaan ustadzah palsu itu. Kita buat poin pelajaran yang bisa kita ambil:

1. Metro TV adalah stasiun TV yang setahun terakhir diidentifikasi oleh kelompok Islam Kanan sebagai anti Islam, antek aseng, dan lainnya. Tapi, beberapa hari ini, Metro menampilkan pembicara dari kalangan Wahabi, sekte Islam yang anti keberagaman dan anti nasionalisme. Kemarin menampilkan Firanda--orang yang jika kelompoknya besar saya yakini menghabisi apa saja yang di luar Wahabisme.

2. Tahun lalu, TVRI, stasiun milik negara, menayangkan live acara HTI, gerombolan yang anti Pancasila dan menjual jargon Khilafah Islam, yang bercita-cita menggulingkan Pancasila.

3. Yang terjadi pada kedua stasiun TV itu tidak lain adalah prinsip "Kapitalisme tidak punya agama". Kapitalisme tidak punya tuhan. Tuhan kapitalisme adalah uang. Atau, kapitalisme adalah sebuah agama tersendiri.

4. MetroTV, TVRI dan stasiun televisi lainnya tidak pernah berpikir siapa yang membeli siarannya. Dipikir, asal ada uang, gue siarin acara loe...

5. Wis pokoke sing sabar, kalau belajar Islam jangan instan ya....

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE