Kudeta Soekarno dan Kebohongan Sejarah (Soeharto Penghianat Bangsa?)

Erhaje88

Oleh: Dessy Javanese*


Saya bukan keturunan PKI, saya bukan anak PKI, dan saya bukan simptisan PKI pula. Namun disini saya berusaha mengungkap sedikit penilaian yang saya dapat dari sudut pandang saya saat melihat banyak video, mendengar banyak cerita dan membaca banyak sejarah. Saya tidak mau berpihak kepada siapapun.
Sebagai generasi milenia , saya hanya menginginkan sejarah yang lurus tanpa ada propaganda sedikitpun didalamnya. Karena dengan belajar dari sejarah yang sebenarnya bisa membuat generasi kita semakin hati-hati dalam melangkah, agar tak jatuh kedalam lubang yang sama.
Jadi saya tidak mau jika hanya melihat film G30S yang dibuat oleh Orde Baru (Soeharto) saja, tapi saya juga mencoba menggali info dari berbagai sudut yang berbeda.

Film Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI) yang sudah dibuat terdahulu itu kelihatan sekali alur ceritanya memang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi. Disitu lebih condong diolah untuk memojokkan PKI dan Soekarno. Dan isi ceritanya pun mengarah untuk mengangkat nama Soeharto sebagai pahlawan kesiangan.
Meskipun demikian, untuk Pemerintahan president Jokowi tolong jangan meng-edit film yang dibuat oleh orde baru itu. Biarlah film itu sedemikian rupa. Kemudian sekarang hendaknya membuat lagi film G30S yang sesuai dengan kenyataan yang ada saat itu. Buatlah film pembanding, agar masyarakat bisa menilai mana film yang diutak atik tak sesuai fakta dan mana film yang sesuai sejarah. Agar rakyat tahu siapa yang licik, kejam dan bengis. Soeharto-kah, PKI-kah atau bahkan Soekarno-kah?!

Menfitnah PKI dan Ir. Soekarno dengan isu-isu PKI (yang berbuat kejahatan)

Untuk menjatuhkan PKI dan Soekarno, Soeharto membuat propaganda berbagai macam cara, termasuk pembantaian yang dialamatkan kepada PKI. Padahal dirinya sendiri yang melakukan banyak pembantaian lewat tangan tangan dinginnya. Coba ungkap siapa dalang dibalik ini semua:

Pemberontakan DI/TII
Pemberintakan NII
Pemberontakan PRRI/PERMESTA
Kerusuhan Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh
Kerusuhan Talangsari
Tragedi (pembantaian) Tanjung Priok
Kerusuhan dan pembantaian yang disebut Tragedi Kedungombo/Ninja se-Jawa.
Kerusuhan serta penculikan Mei 1998


Tragedi Kedungombo (Ninja) ini adalah dimana peristiwa Kyai/Ulama dan para santri NU diterror, diculik dan dibantai oleh kawanan yang dikenal dengan pasukan ninja dengan tuduhan dukun santet. Dan ini di zaman Soeharto.

Bahkan PKI pun sudah tidak ada lagi di zaman sekarang ini. Jadi kalau ada yang berfikir mungkin hanya PKI yang benci NU, maka cari sejarah (peristiwa) Kedungombo dulu biar kalian tahu. Bahwa Zaman Soeharto itu lebih keji dari PKI.
Dalam Sejarah memang paham komunisme ada pada saat pertama kalinya Ir. Soekarno memerintah negeri ini. Faham ini dibawa oleh kabinet dari partai yang didukung oleh presiden RI pertama tersebut dari Uni Soviet dengan tujuan untuk menjadikan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri. Tidak menjadi jongos asing. Soekarno ingin menjadikan Indonesia negara yang memproduksi kebutuhan warganya secara mandiri dan tak perlu impor apapun dari negara luar. Itulah tujuan dibawanya faham komunisme ke tanah air tercinta ini oleh Soekarno.

Indonesia Dibawah Kepemimpinan Soeharto

Setelah pemberontakan PKI, Bung Karno tumbang, diganti Pak Harto, dan Freeport serta konco-konconya pun mulai masuk ke Indonesia.
Sekarang pemerintah coba ambil alih 51% saham Freeport, mewajibkan pembuatan smelter agar transparan kekayaan yang digali oleh mereka, isu PKi mulai ramai lagi.
Ada yang tau, apa hubungan antara PKI dan Freeport serta kroni-kroninya?
Jujur saja, aku yang bodoh ini tidak bisa nalar sampe kesana.
saya Jawab : Saya sudah mikir sampai situ.

PKI dan Soekarno hanya korban dari CIA yang ingin kuasai Indonesia melalui tangan Soeharto. Itulah sebabnya PKI dan  Soekarno difitnah mati matian. Rakyat yang saat itu masih awam dicekoki bahwa negara komunis nanti akan menyengsarakan rakyat melebihi derita saat dijajah. Itulah yang membuat masyarakat saat itu menjadi ketakutan dan antipati pada PKI dan Soekarno. Ia dituduh akan menyengsarakan rakyat, padahal yang ingin dilakukan beliau adalah membuat Nusantara ini negara yang berswasembada di bidang apapun. Negara yang bisa menjamin kebutuhan Rakyatnya. Ia ingin menjadikan negara berasa Pancasila ini negara yang mandiri tanpa campur tangan asing dan tanpa product product asing didalamnya.
Tapi Soeharto memporak porandakan semua cita-cita luhur Soekarno. Dengan dibantu CIA, akhirnya penguasa orde baru tersebut menumbangkan PKI dan Soekarno agar pintu Ekspor Amerika dan negara manapun yang dulu di-stop oleh Soekarno bisa dibuka kembali selebar lebarnya untuk Asing.


Ilustrasi (Repro: www.goodreads.com)
Al-hasil, lihatlah mulai kita membuka mata dipagi hari sampai kita memejamkan mata dimalam hari produk-produk yangg kita butuhkan. Yang kita pakai semuanya adalah kebanyakan pruduk luar negeri, termasuk  Amerika dan Israel.
Tidak hanya itu, di Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Jawa dan pulau-pulau lainnya di Indonesia serta perusahaan-perusahaan, perkantoran, hingga  Pabrik, lebih banyak dikuasai nefara Asing (khusuanya barat). Karena inilah tujuan mereka menumbangkan Soekarno dan PKI, untuk menguasai Indonesia, untuk meng-eksploitasi kekayaan alamnya dan menjadikan Indonesia sebagai masyarakat yang konsumtif, bukan penjual penjual produk, hingga tidak bisa berswasembada dan berswadaya sendiri. Soekarno hanya ingin menutup celah agar  tidak dimanfaatkan pihak luar/negara asing.

Di masa Soekarno, PKI adalah partai terbesar ke 3 di dunia setelah  uni Soviet dan China. Soekarno tidak ingin Indonesia dijajah kembali, terlebih dalam hal ekononi pasca kemerdekaan 1945. Tapi Soeharto menghancurkan semua rencananya.
Sekarang inilah hasilnya, 257 juta lebih rakyat Indonesia telah bergantung kepada Produk Asing . Dan kita juga bisa melihat alam kita sudah porak poranda. Dan bahkan kita sebagai rakyat Indonesia sendiri tidak bisa mengolahnya maupun menikmati hasil bumi kita dari negeri kita sendiri. Semua sudah diangkut oleh asing kenegara mereka. Dan inilah yang ditakuti oleh Soekarno jadi kenyataan.

Pasca Kemerdekaan 1945

Soekarno beserta para Syuhada pejuang bangsa bekerja mati-matian mendirikan Indonesia. Soeharto bekerja mati-matian untuk memberikan bangsa ini kepada pihak asing.
Soekarno dan yang lainnya berusaha memerdekakan, Soeharto pula yang menjadikan negeri ini terjajah kembali
.

Mari kita coba renungkan sejenak, apakah Indonesia pada saat ini benar-benar telah merdeka sesaat setelah kemerdekaanya pada 17 Agustus 1945? Benarkah telah merdeka 100%? Tanpa campur tangan Asing untuk mengolah negerinya sendiri. Benarkah demikian? tentu Anda sendiri yang bisa menjawabnya.

Siapa Dalang Pembantaian 7 Pahlawan Revolusi?

Sejarah penghianatan yang diketahui saat itu hingga saat ini terkenal dengan sebutan penghianatan G30S/PKI. Padahal dalam kenyataannya semua juga belum terungkap. Soeharto sendirilah yg mengatakan kepada rakyatnya bahwa PKI pelaku dari semua itu. Mana bisa seperti itu, Ia membuat statement sendiri untuk menggiribg opini masyarakat agar ikut menyalahkan dan memusuhi PKI. Padahal sudah bukan rahasia umum bahwa tanggal 30 Septemver 1965 itu adalah hari dimana pembantaian terhadap 7 jenderal senior telah dilakukan oleh tentara AD yaitu Tjakrabirawa. Sedangkan PKI sendiri saat itu memang dalam keadaan bersaing kekuatan dengan tentara AD.
Saya yakin gerakan 30 September itu ada. Dan saya juga yakin (berdasarkan sumber-sumber yang saya baca) bahwa Soeharto-lah yang membuat gerakan tersebut dengan melalui pasukannya yang loyal padanya untuk menyerang para Jendralnya sendiri atas nama PKI, (disini mulai menfitnah PKI).
Setelah para Jendral tertangkap dan dibunuh, lalu Soeharto muncul sebagai pahlawan dalam membasmi PKI beserta simpatisannya. Ia memfitnah (dan menghembuskan isu) bahwa PKI-lah dalang dibalik pembunuhan para Jenderal serta tuduhan penghianat bangsa.

Munculnya Ormas Pemuda Pancasila (PP)

Usai hal tersebut, Soeharto kemudian mengumpulkan banyak preman dan mendirikan sebuah organisasi yang bernama Pemuda Pancasila. Organisasi masyarakat sipil ini berfungsi sebagai (katanya) melindungi pancasila yang akan ditumbangkan oleh PKI. Padahal dalam kenyataannya justru ormas Preman yang terorganisir inilah yang menjadi para algojo pemenggal kepala orang PKI, membantai para buruh dan petani yang dikatakan simpatisan PKI.
Dan hari demi hari mencekam, Penuda Pancasila bersama dengan warga sipil lainnya yang dibekingi oleh ABRI saat itu melakukan pembersihan PKI diseluruh bumi Nusantara ini.

Jadi saya menyimpulkan peristiwa malam itu bukanlah penghianatan PKI, melainkan penghianatan Soeharto dan TNI AD kepada presiden Soekarno dan negara Indonesia. Soeharto menyalahkan PKI atas tragedi berdarah tersebut.
Bahkan tak sampai disitu saja, Soeharto juga membuat gerakan lain untuk mengadu domba banyak Ulama NU dan masih menuduh PKI pelakunya hingga membuat NU dan PKI saling bantai, disini Tentara AD telah men-senjatai Muslim Jatim untuk memerangi PKI (saya kira ini mungkin NU). Tak sedikit korban di kedua belah pihak. Padahal NU dan PKI sama sama benteng yang kuat di lini kanan dan kiri Soekarno dengan jargon Nasakom. Mereka, NU dan PKU diadu-domba oleh CIA dan SOEHARTO. Dari adu domba ini merembet dan menimbulkan pembantaian lain, yaitu pembantaian etnis Thionghoa yang jumlahnya diperkirakan dari korban tionghoa saja sekitar 500. 000 orang ( Thionghoa ikut jadi sasaran karna takut menyebarkan faham communism lagi di Indonesia). Tragedi ini menelan korban dari berbagai pihak, NU, PKI dan etnis Thiongho sekitar 2, 5 juta sampai 3 juta jiwa.

Latar Belakang NU Bergabung dengan Nasakom
(arrahmah.co.id/Latar Belakang NU Bergabung dengan Nasakom)


Mudah saja bagi Soeharto melengserkan Soekarno dengan kondisi negara yang demikian kacaunya. Sang proklamator itu sendiri sudah tidak mampu membendung perang saudara antar sesama anak bangsa, sehingga Soeharto berhasil menguasai Indonesia.
Tak butuh lama, hanya jarak beberapa minggu Setelah kejadian pembantaian 7 jenderal, Soeharto memaksa President Soekarno menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang isi kebenarnya belum diketahui sampai sekarang. Yang jelas setelah penandatanganan tersebut Soeharto menjadi Presiden. Dan bung Karno malah ditawan oleh Soeharto, karna dianggap telah melindungi PKI. Padahal ketiga-tiganya ini hanyalah korban, yaitu NU, PKI, dan Soekarno. Korban dari kebiadapan CIA dan Soeharto yang haus kekuasaan. Akhirnya sang proklamator, pendiri bangsa tetsebut meninggal sebagai pesakitan dalam status tahanan. Miris...

Sekali lagi saya jelaskan, saya bukan keturunan PKI atau simpatisan partai terlarang tersebut. Tapi kalau anda yang bilang PKI itu tolol, saya kira anda lebih yang tolol.
Anda bilang PKI itu Atheist, saya rasa justru anda yang Atheist. Karena dinegara Communist pun penduduknya semua beragama.
Anda mengatakan PKI itu tidak cocok di terapkan di Indonesia, iya mungkin itu sekarang. Karena sekarang ini sudah masuk di era keterbukaan, maka memang benar system communism sudah tidak cocok diberlakukan disemua negara. Tapi dizaman dulu PKI sangat dibutuhkan Indonesia. Buktinya di Era kepemerintahn Soekarno, hasil bumi dan kekayaan alamnya tidak bisa disentuh oleh asing. Indonesia juga berhubungan sangat baik dengan negara negara yang politiknya menggunakan system communism.

Soekarno dan Indonesia ditakuti oleh negara negara barat, disegani banyak negara di Eropa. Juga disegani oleh Korea Utara, sampai-sampai President pertama Korea utara (kakek dari Kim Jong Un) mendatangi Indonesia disaat seluruh rakyat dinegaranya merayakan hari ulang tahunnya. Hingga oleh Soekarno diberi hadiah berupa bunga Anggrek kesayangannya yang disetik sendiri oleh isteri Soekarno. Hingga sampai detik ini pun di Korea Utara setiap tanggal lahir presiden pertamanya itu selalu dirayakan sebagai pesta Anggrek untuk menghormati kedua kepala negara tersebut, serta untuk memperingati hari persahabatan Korut dan Indonesia.
Di negeri ini, sejarah tersebut tentu dihapus oleh pembenci Soekarno. Rakyat Indonesia kebanyakan saat ini mana tahu sejarah tersebut.
Dan lagi Soekarno juga sangat baik dengan China, sangat disegani dinegara tersebut tirai bambu tersebut. Semua ini juga ada data dan film documenternya masih valid.
Memang saat kepemimpinan Soekarno, Indonesia lebih condong kepada blok Timur, dimana blok ini adalah negara negara Communist. Dan Partai Komunis Indonesia sendiri semakin besar dinegeri ini pada saat itu.
Blok Barat yang politiknya menganut kapitalisme ini terlalu takut dengan Indonesia jika PKI berkembang pesat dikarenakan perang dingin antara Amerika dan blok Timur ( blok Barat dan blok timur).

Design operasi dari CIA adalah TNI AD (Soeharto) harus menjadi pemenang dalam menghalau semakin besarnya Communism di Indonesia kala itu. Karena Deal Ponit Amerika adalah menjanjikan Soeharto kekayaan dan kekuasaan yang absolut. Ciri operasi CIA adalah merekrut orang yang haus kekuasaan (Kalau membaca dari dokumen yang dikeluarkan CIA tentang pra dan paska 65-66).
USA melihat gelagat Soekarno yang tidak mau pro barat atau timur, karena di kala itu, Barat menganggap kalau tidak pro Barat, artinya pro Timur. Padahal Soekarno deklarasi non blok, karena Soekarno cuma mau bangun negara yang baru seumur jagung dan tidak mau ikut dalam poros Barat atau Timur.
Nah jadilah Barat mulai menyuplai pemberontak Indonesia plus kasus Ganyang Malaysia, juga buatan Barat.
Karena hal itu dimana Barat bikin gaduh terus, Soekarno jadi antipati sama Barat, gayung blok Timur yang memberi bantuan ini itu lah yang akhirnya disambut Soekarno (mau bangun negara butuh banyak biaya so why not?).

Pra 1965 Soekarno yang makin akrab dengan Timur, mulai membuat tentara Indonesia agak pecah karena AD selalu pro Barat, sedangkan AU dan AL pro Indonesia alias pemerintah. Nah kesempatan itu lah yang dipakai USA untuk merapat dengan jenderal-jenderak AD, dicarilah mereka siapa yang bisa dijadikan perpanjangan tangan. Jendral besar AD Ahmad Yani akhirnya direkrut untuk yang pertama kalinya oleh CIA, walau setengah hati karena tidak setuju dengan pandangan politik Soekarno pada waktu itu. Beliau akhirnya menetapkan hati bahwa akan tetap setia pada Presiden alias pemerintah, dan Jenderal yang lain ikut apa kata Pak Yani.
Tapi dari 7 Jendral ada 1 yang tetap bisa dipengaruhi USA dengn embel-embel kekuasaan yaitu AH Nasution. Ketika sudah didekat-dekati USA, terlihat AH Nasution agak setengah hati untuk melawan Jendral besar lainnya.
Di saat itulah didapat Soeharto yang padahal punya banyak kedekatan dengan para petinggi PKI tetapi menurut USA, Soeharto orang yang tepat untyk dijadikan boneka, asal diiming-imingi kekuasaan, maka perintah atasan pun akan dilawan.
Di dokumen itu bilang mereka mulai rancang skema bagaimana mengkambinghitamkan PKI, Soeharto lah yang membuat rencananya, USA hanya suplai senjata dan dana. Soeharto membentuk pamswakarsa dan lain-lainnya untuk dilatih secara militer oleh USA.

Setelah kejadian Gestok, di dokumen CIA ditulis bahwa jutaan orang mati dibunuh tanpa peradilan dan banyak sekali tidak ada hubungan PKI ikut jadi korban adalah domino effect di luar perkiraan dari propagnda Soeharto, dan ditulis juga, walau begitu, CIA senang karena Komunisme sudah diberantas dari Indonesia dan cara ini bisa dipakai oleh USA ketika invasi negara lain.

Para jenderal korban penculikan dan pembantaian pada G30S sendiri adalah jenderal-jenderal yang sedang men-sidangkan kasus Soeharto menggelapkan beras prajurit. Hingga pada masa itu Soeharto di-skores dengan ditempatkannya di SESKOAD Bandung. CIA memanfaatkan situasi itu untuk menjadikan soeharto sebagai Rising Star. Menjadi hidden person in charge terhadap US GOV dengan silent operations.
Bisa kita bayangakan, disaat personil TNI yang saat itu morat marit, dari mana operasi besar besaran dengan dukungan persenjataan yang baik bisa terkoordinir?!

Dengan dijatuhkannya PKI dan Soekarno pada kudeta besar besaran itu , Rusia gagal mendirikan pangkalan perang di Indonesia. Ini adalah bukti dari hasil temu pada Wicara Pemimpin-Pemimpin Negara Komunis dalam CONEFO.
Dan lagi Sebelum terjadi G30S itu, bukankah Soekarno pernah mengatakan kepada Jenderal A. Yani, Bahwa "Nanti setelah saya selesai jadi presiden, kamu adalah penggantiku". Disini juga sudah cukup jelas. Bahwa Jenderal A. Yani yang ditunjuk menggantikan Soekarno untuk memimpin negeri ini setelah beliau selesai menjabat. Tapi kenapa ia justru jadi salah satu korban pembantaian tujuh jenderal tersebut?!
Tentu untuk menghilangkan jejak rencana CIA menggulingkan Soekarno. Karena A. Yanj sudah teranjur direkrut. Jalan satu satunya adalah dibunuh. Apalagi kematian jenderal A. Yani adalah korban dengan peluru terbanyak yang bersarang di tubuhnya. Bukankah ini juga adalah dendam yang ditanam Soeharto pada Jenderal A. Yani karena soeharto sering mendapat teguran dari beliau karna kariernya yang buruk dalam saat memimpin prajuritya.
Begitu juga untuk membungkam mulut AH. Nasutuon. Sebelum beliau membongkar rencana keji itu, dipagi hari kala itu sebelum beliau melapor kepada President Soekarno, beliau mendapatkan terror dengan dibunuhnya anak perempuan beliau Yang bernama Ade Irma Nasution (sekali lagi soeharto memeberi pernyataan bahwa yang membunuh Ade Irma adalah PKI(. Ini adalah pembodohan publik yang luar biasa oleh Soeharto.

AH. Nasution akhirnya enggan melaporkan rencana penggulingan ini. Takut keluarganya yang lain ikut menjadi korban. Hingga sampai akhir hayatnya, beliau memilih diam.
Dan Saya juga pernah membaca dan mendengar bahwa yang melakukan gerakan 30 September 65 yang membantai 7 jendera itu adalah TNI AU. Itupun juga salah, itu hanya pembodohan yang dilakukan oleh Soeharto kepada Rakyatnya. Karena yang melakukan Pembantaian /pemberontakan/ kudeta itu adalah Tjakrabirawa, dan ini adalah TNI AD.

Untung yakin dirinya tidak bakal dieksekusi. Untung mengaku G-30-S atas setahu Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto.
Baca: https://tempo.co/read/news/2015/10/07/078707142/g30s-1965-terungkap-kedekatan-soeharto-dan-letkol-untung

G30S tidak seseram apa yang terjadi saat itu.

Banyak orang sangat takut difitnah antek PKI. Hanya karena isu yang bedasarkan fitnah tersebut, merek berakhir dengan sangat mengenaskan. Silakan googling tentang gestapu, berapa bnyak orang dibantai dan dinyatakan hilang dalam kurun waktu satu tahun (1965-1966). Bayangkan hanya karena perselisihan kecil, orang difitnah anggota PKI. Hanya Karena iri, orang  fitnah simpatisan PKI.
Beruntung keluarga saya tidak kena fitnah seperti itu, kalau terkena, saya mungkin tidak akan lahir di bumi Indonesia ini.
Sejarah terulang, dengan santainy dan mudahnya orang memfitnah antek PKI pada orang/kelompok yang tak sepemahaman dengan mereka. Semoga Kita semua terbebas dari fitnah, Amien.

*Alumni ISI Denpasar (Institut Seni Indonesia Denpasar)
Facebook/dessy.javanese.9

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE